Lencana Facebook

Jumat, 27 Mei 2011

Muhammadiyah (Kota Binjai)

Bab II

A. Gambaran Umum Masyarakat.
Masyarakat islam Binjai mempunyai sejarah panjang, karena apabila di tinjau dari sudut geografi, Binjai adalah salat satu daerah yang berada di kawasan Kabupaten Langkat, bahkan Binjai sebagai ibukotanya. Masyarakat binjai adalah masyarakat yang fanatic, patuh dan taat pada ajaran agamanya, serta kuat beribadah.
Jika ditinjau dari segi kebudayaan, maka penduduk daerah ini cenderung kepada kebuadayaan Arab, hal ini disebabkan besarnya pengaruh agama yang tertanam dalam jiwa masyarakat. Sehingga dapat dilihat pengaruh lagu-lagu Mesir dan Arab yang digemari betul di kalangan penduduk. Dalam setiap perhelatan seperti perkawinan atau khitan, kurang lengkap rasanya jika tidak disertai nyanyian qasidah dan bacaan barzanji.
Demikian juga dalam penggunaan alat music, maka alat music gambus adalah alat music utama yang mereka pergunakan karena alat tersebut didatangkan dari Arab. Biola, gitar dan alat lainnya yang didatangkan dari Barat adalah haram menurut mereka.
Kitab-kitab agama Islam, mulai dari hukum fiqh,c tassauf, ushuluddin dan sebagainya semuanya ditulis dalam tulisan Arab yang disebut dengan tulisan “Melayu” dan kitabnya disebut kitan “Jawi”. Semua itu lebih dikenal penduduk. Mereka tidak mempercayai kitab agama yang ditulis dengan huruf latin walau kitab tersebut lebuh jitu dari kitab yang ditulis dengan tulisan Arab.
Orang tua belum merasa lepas tanggung jawab kepada anaknya sebelum anaknya dapat membaca al Quran atau khatam Al quran, karena itu surau-surau, rumah-rumah penduduk selalu rmai terdengar suara anak anak membaca Al quran, sebab itulah masyarakat umumnya fasih lidahnya membaca huruf arab (al Quran).
Selanjutnya faham mereka tentangIslam menurut faham sebahagian besar pemeluknya yang penting sekali adalah untuk tuntunan akhirat, terutama tuntunan sewaktu mati dan sesudahnya. Sedikit sekali yang memahami dan mengerti, selain untuk tuntunan akhiraat, juga tuntunan untuk mencapai kehidupan dunia, apalagi sampai kepada memahami bahwa Islam sanggup menuntun umatnya dalam menyelesaikan urusan kenegaraan dan politik, karena fungsi social dalam Islam mereka artikan sangat terbatas sekali. Beginilah gambaran ringkas kondisi masyarakat Islam Binjai.
B.Kehadiran Muhammadiyah di Binjai.
Pada tahun 1929 menurut utusan kongres di Solo. Dimulai adanya Muhammadiyah daerah yang sebelumnya disebut Persatuan Muhammadiyah, kemudian diganti dengan kongres kecil daerah kemudian berganti dengan Confrentie Daerah, Tahun 1930 baru ada sebutan Muhammadiyah Daerah Pesisir Timur yang telah terdaftar cabang atau group sebanyak 12 cabang/group. Satu diantaranya adalah Binjai. Bangunnya Muhammadiyah di Binjai adalah atas usaha sdr. Abbas Hasan dengan 11 orang temannya, yang pada mulanya terpaksa menggabungkan diri sebagai anggota Muhammadiyah Cabang Medan. Telah dua kali dicoba untuk membangunkan Muhammadiyah tetapi gagal, barulah tatkala konsul sendiri Hr. M. Said datang ke Binjai yaitu pada tanggal 20 November 1930 resmilah berdirinya ranting Muhammadiyah dengan susunan pengurusnya : Ketua : Abbas Abisin, Penulis : M. Sabirin, Bendahari : Saidi Ibrahim. Pembantu St. Rajo Ameh , Ahmad Adam, Daridin st. Batuah, Muhammad Isa, Malin Kayo Jamil (Kakek Fauzi Arief), A. Manan Gadang , A. Manan Uban, Rabaini, Usman Jamil. Menurut penuturan beberapa tokoh yang sempat direkam pengajian tentang Muhammadiyah sudah ada sejak tahun 1929.
Gerak yang dilancarkan terus yaitu membangun sebuah sekolah yang bernama Wustha school yang dipimpin saudara Abbas Abisin dan Usman Kamun. Namun usia sekolah ini tidak lama, 22 Juli 1990/29 Zulhijjah 1410 H terjadi suatu peristiwa, tepatnya tanggal 9 Maret 1931 dimana Jaksa Kerapatan beserta seorang oppas memerintahkan kepada pengurus supaya sekolah Wustha Muhammadiyah ditutup.
Pada tahun 1933 dibuka pula HIS Met De Quran yang dipimpin saudara Sunedi.tanggal 28 Oktober 1936 terbitlah SK No. 596/B yang menetapkan Binjai menjadi cabang. Dan pada tahun itu juga Binjai menerima kehormatan sebagai tempat konfrensi Muhammadiyah Daerah Sumatera Timur ke VI.
Setelah konfrensi itu terasahlah gerak majunya Muhammadiyah dengan beraninya anggota berterang-terang mengakui dirinya anggota Muhammadiyah, tetapi rintangan dan cobaanpun semakin besar, sehingga peristiwa yang tidak dapat dilupakan ialah terbunuhnya seorang pencinta Muhammadiyah oleh seorang yang suka membusuk-busukan Muhammadiyah. Tetapi itupun diterima dengan rasa sabar dan tabah. Pada tahun 1936 atas inisiatip sdr.Sumowidigdo (Asisten Collecteur dan R. Admodipuro Hoofmantri O. R , dapatlah dibeli sebidang tanah, dan dibentuklah panitia yang diketuai oleh sdr. Admodipuro dan A. Yusuf dan selesai tahun 1937, tahun 1937 ini pula oleh Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dibangunlah sebuah mushalla, yang sekarang menjadi Mesjid Taqwa Muhammadiyah Cabang Binjai (tapi sejak tahun 2005 dikelola oleh Muhammadiyah Ranting Kartini, penyalin). Pembangunan ini disponsori oleh ibu Jamilah, Nurida dan Rosmah. Tak kurang jasa pemberian tanah tersebut bapak A. Yusuf yang memberikan pinjaman kepada Muhammadiyah sebagai pembayaran mula-mulanya. Pada tahun 1940, ditanah yang ada tersebut dibangunlah Sekolah Tsanawiyah. Pada waktu tersebut disamping membangun sekolah dan pendidikan, dibentuk pula Hizbul Wathan kepanduan dalam Muhammadiyah yang disponsori oleh sdr Harun St. Pamuncak dan tahun 1940 dibangun pula sekolah Muallimin/Muallimat oleh Al ustadz A. Halim Hasan, Abd. Rahim Haetamy, Zainal Arifin Abbas, HM Salim Fachri, T. Usman Husin, Rudtam Thaib dan M. Ridwan. Siswanya sebanyak +/- 200 orang. Sekolah tersebut berjalan selama 3 tahun. Pada tahun 1944 anak-anak yatim yang dipelihara PKU diserahkan kepada Al Washliyah. Selain mengembangkan amal usahanya, Muhammadiyah juga terus mengembangkan ranting-ranting. Ranting-ranting yang berdiri diantaranya
1.Ranting Bahorok dengan pimpinannya Mukmin, Husin, Dahlan Endah, Abdullah, Syuaib Ayyub.
2.Ranting Kebun Lada dengan pimpinannya Samsuddin, Thaib Jamil, Mhd. Simin, Abd. Latief, M. Saad Amin, Imong, M. Husin, Jemiran, Mansur, Jasad dan Abd. Jamil.
3.Ranting Tanjung Selamat disponsori oleh A. Rasyid dan
4.Ranting Selayang disponsori oleh Zulkahar.
Dari ranting-ranting yang berdiri, secara geografis ranting Kebun Lada,merupakan ranting terdekat dengan cabang Binjai, karenanya segala aktifitas cabang Binjai tidak dapat dipisahkan dengan Muhammadiyah Ranting Kebun Lada. Zaman pendudukan Jepang Muhammadiyah dipimpin oleh sdr. Rustam Thaib, Izuddin Qadir (orang tua Riswan Rika), A. Manan Sir, A. Gani Arsyad, Baharuddin Ali, Syahbuddin SS dan Alauddin Samah.
C.Muhammadiyah Binjai Paska Kemerdekaan
Sejak tahun 1967 , di jajaran PMW SU sudah ada 12 PMD termasuk satu diantaranya adalah Langkat/Binjai yang diketuai oleh Bachtiar Hasan. Periode ini 1968-1971. Darul arqam I tingkat wilayah diadakan 15-29 Agustus 1970 di kompleks Muhammadiyah cabang Kp. Dadap dari PMD Binjai/Langkat utusannya adalah Baharuddin Sukemi dan Taufiq Rahman Ya’cub.
Usai Muktamar Muhammadiyah ke 38 tahun 1971 di Ujung Pandang, maka Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan Musyawarah ke-4 tanggal 25-27 Desember 1971 bertempat dikompleks Muhammadiyah Cabang Binjai jalan KHA Dahlan Binjai. Musyawarah Muhammadiyah ke-4 ini dinilai lebih semarak dibandingkan dengan Musyawarah Wilayah I (Medan), II (Belawan) dan III (Padang Sidempuan). Pembukaannya diadakan di gedung bioskop RIA Binjai yang dihadiri oleh para pejabat tingkat I Sumatera Utara dan tingkat II Binjai/Langkat. Dari PP Muhammadiyah hadir Drs. M. Djasman.
Periode 1971-1974 Bachtiar Hasan masih dipercaya menjabat ketua PMD Langkat/Binjai,
PMD Langkat Binjai periode 75-78
Ketua : Bachtiar Hasan
Wakil Ketua : Arief Jamil
Wakil Ketua : H. M. Zein
Wakil Ketua : Taufiq Rahman
Sekretaris : Abd. Razak
Wakil Sek : Dasril Suar
Bendahara : NurdinHarun
Anggota : M. Zeis Parinduri
PMD Langkat Binjai periode 78-85
Ketua : Harmaini
Wakil : M. Zein
Wakil : M. Zeis Parinduri
Wakil : Taufiq Rahman
Sekretaris : Dasril Suar
Wakil : Yunis Anwar
Bendahara : Nurdin Harun
Anggota : Ismail Haryono
Tua Pohan
Dalam Musyda Langkat-Binjai Juli 1986 di Perguruan Melati Tandam Hulu (sekarang Jati Karya), terpilih sebagai ketua bapak Bakhtiar Hasan dan Eka Masarnold Yusia sebagai sekretaris. Anggota PMD lainnya adalah Taufik Rahman , Anwar Haitamy, Thamrin Ariadhi, Drs Ismail Haryono, MZ Parinduri BA, Nurdin Harun , H.Asmad Ali Akbar, Dasril Suar, A. Mukhtar Nasution , Drs A. Khaliq Arraya, Sufriadi Hasan Basri, Drs A. Khaliq , dan Syahril AY. Musyda Langkat-Binjai 1986 merupakan kelanjutan dari Muktamar ke 41 tgl 7 – 12 Desember 1985 di Surakarta dan dilanjutkan dengan Musywil Muhammadiyah ke 8 tgl 27 – 30 Mret 1986 di Kisaran.
Sedangkan pemisahan PDM Langkat dengan PDM Binjai, baru dijajaki dan dilaksanakan diakhir periode ini. Tahun 1988 dilaksanakan Musyda Langkat-Binjai di ranting Sungai Cabang, Cabang Secanggang, dan disanalah dirancang pembagian kedua Daerah, termasuk pembagian cabang-cabangnya. Pada waktu itu disepakati Daerah Langkat terdiri dari Cabang Stabat, Secanggang, Tanjung Pura dan Pangkalan Berandan. (Sekarang di Langkat sudah berdiri cabang-cabang baru seperti Padang Tualang, Besitang, Selesai dan Bahorok. Cabang Selesai mulanya masuk ke PDM Binjai dan berdiri tahun 1990, dan diserahkan ke PDM Langkat tahun 1992. Dan Cabang Bohorok berdiri tahun 2007). Sedangkan Daerah Binjai terdiri dari Cabang Binjai (Kota), Binjai Utara dan Sambirejo. (Dalam perkembangan selanjutnya berdiri cabang Binjai Timur thn dan Binjai Selatan thn ).
Musyda I (pertama) Muhammadiyah Kota Binjai dilaksanakan tahun 1989 di Cengkeh Turi. Dalam Musyda itu juga terpilih bpk Bakhtiar Hasan sebagai Ketua dan bpk As Adinata BA sebagai sekretaris. Anggota PDM lainnya adalah dr. H. Zulkarnaini Tala, Sufriadi Hasan Basri,
Musyda II PDM Kota Binjai merupakan Musyda bersama antara PDM Binjai dan PDM Langkat atau Musyda ke 7 PDM Lkt-Binjai dilaksanakan tanggal 10-11 Maret 1990 di Pangkalan Berandan, yang sekaligus juga merupakan pembagian secara resmi PDM Binjai dengan Langkat. Dalam Musyda ini tidak memilih Pimpinan, tapi hanya sebagai Musyda perpisahan. Pada Muktamar ke 42 Desember 1990 di Jogyakarta, kedua PDM sudah mengirimkan utusannya masing-masing.
Musyda III Kota Binjai dilaksanakan tanggal 26 – 28 Juli 1991 di Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai. Terpilih sebagai ketua bapak Taufik Rahman (alm) dengan sekretaris Ilham Khairi BA. Musyda III merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 42 Desember 1990 di Jogyakarta dan Musywil IX tahun 1991 di Padang Sidempuan.
Susunan PDM Kota Binjai periode 1990 – 1995 adalah :
Ketua : Taufiq Rahman
Wkl. Ketua I : Drs Ali Afsar
Wkl Ketua II : Sufriadi Hasan Basri
Wkl Ketua III : As Adinata BA
Sekretaris : Ilham Khairi BA
Wkl Sekretaris : Drs Yundiser
Wkl Sekretaris : Abdul Qodir
Bendahara : Drs H. Abdul Cholik
Anggota : Bachtiar Hasan
Nurdin Harun
A. Mukhtar Nasution
Drs Ismail Haryono
Drs A. Khaliq Arraya
Ketua-ketua majlis :
Ketua Majlis Tarjih : Bachtiar Hasan
Ketua Majlis Tabligh : A. Muchtar Nasution
Ketua Majlis Dikdasmen : Drs Ismail Haryono
Ketua Majlis Ekonomi : Nurdin Harun
Ketua Majlis MPK Sosial : Drs A. Khaliq Arraya
Ketua Majlis Pustaka : Drs Fuad Afsar
Ketua Majlis Kebudayaan : Zainal Arifin KS
Ketua Majlis MP Kesehatan : Dr HMS Gunawan
Ketua Badan Pend. Kader (BPK): Thamrin Ariadhie
Ketua LPPK (Lembaga Pemb.
Dan Pengawasan Keuangan): H. Muchtar BS
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : T. Syukri Muli
Ketua PCM Binjai Utara : M. Yusuf Bakar
Ketua PCM Sambirejo : H. Asmad Ali Akbar (alm)
Ketua PCM Selesai : Ngadimin
Musyda IV dilaksanakan 15 – 17 Maret 1996 di Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai. Terpilih sebagai sebagai ketua bpk Anwar Haitamy dan sekretarisnya Drs Yunizar Noor MPd Anggota PDM lainnya adalah As Adinata BA, H. Nurdin Harun, Ilham Khairi BA, Drs A. Khaliq Arraya, Sufriadi Hasan Basri BA, Drs Fuad Afsar, Zainal Abidin, T. Syukri Muli, Ishak Sutrisno, Abdul Rahman Ayun SH dan Drs Thamrin Ariadhie. Dalam periode ini dilakukan 3 kali resafel. Musyda IV merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 43 Juli 1995 di Banda Aceh dan Musywil IX Desember 1995 di Sibolga.
Adapun susunan PDM Kota Binjai periode 1995 – 2000 adalah :
Ketua : Drs Anwar Haitami
Wakil ketua : As Adinata BA
Wakil ketua : H. Nurdin Harun
Kordinator-kordinator :
Tajdid dan Tabligh : Ilham Khairi BA
Peng. SDM dan Kebudayaan : Ishak Sutrisno
Sosial Ekonomi : Zainal Abidin
Pendidikan : Drs A. Khaliq Arraya
Organisasi dan kelembagaan : Sufriadi Hasan Basri BA
External : Drs Thamrin Ariadhie
Sekretaris : Drs Yunizar Noor MPd
Wkl Sekretaris : Drs Fuad Afsar
Wkl Sekretaris : Abdul Rahman Ayun SH
Bendahara : Teuku Syukri Muli
Baru setahun kepengurusan ini dibulan Juni 1997 diresafel sbb :
Peng. SDM dan Kebudayaan : Zainal Abidin
Sosial Ekonomi : Drs Thamrin Ariadhie
Bendahara : Ishak Sutrisno
External : Teuku Syukri Muli
Diakhir Juli 1998 dilakukan resafel ke 2, dengan susunan sbb :
Ketua : Drs Anwar Haitami
Wakil ketua I : As Adinata BA
Wakil ketua II : Ilham Khairi BA
Wakil ketua III : H. Nurdin Harun
Wakil ketua IV : Zainal Abidin
Sekretaris : Abdul Rahman Ayun SH
Wkl Sekretaris I : Drs Yunizar Noor MPd
Wkl Sekretaris II : Drs A. Khaliq Arraya
Bendahara : Teuku Syukri Muli
Wakil Bendahara : Drs Fuad Afsar
Anggota Pimpinan : Ishak Sutrisno (alm)
Drs Thamrin Ariadhie
Sufriadi Hasan Basri BA
Resafel ke 3 dilaksanakan 8 Juni 1999
Ketua : Drs Anwar Haitami
Wakil ketua I : H. Nurdin Harun (alm)
Wakil ketua II : Sufriadi Hasan Basri BA
Sekretaris : As Adinata BA
Wkl Sekretaris I : Drs A. Khaliq Arraya
Wkl Sekretaris II : Drs Fuad Afsar
Bendahara : Teuku Syukri Muli
Anggota Pimpinan : Drs Thamrin Ariadhie
Ishak Sutrisno
Abdul Rahman Ayun SH
Ilham Khairi BA
Zainal Abidin
Drs Yunizar Noor MPd
Ketua-ketua Majlis :
1. Majlis Tarjih PPI : M. Yunus Pakih Sinaro
2. Majlis Tabligh : Drs H. Yundiser
3. Majlis Dikdasmen : Drs Abu Bakar ML, kemudian Drs HA Cholik
4. Majlis Ekonomi : H. Muhammad Hayyan
5. Majlis PKS : Drs Syahwan, kemudian mengundurkan diri dan kemudian wafat
6. Majlis Waqaf & Harbenda : Al Bukhari
7. Majlis Pustaka : Binta Maela SPd
8. Majlis Pembina Kesehatan : Dr Hj. Kamariyah, kemudian Ramli Naim BSc
9. Badan Pendidikan Kader : Sujarno BA
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : Mawardi
Ketua PCM Binjai Utara : Drs Abu Bakar ML
Ketua PCM Sambirejo : H. Asmad Ali Akbar (alm)
Ketua PCM Binjai Timur : Abdul Majid (alm)
Ketua-ketua PRM :
01. PRM Kartini (Cab. Binjai) : Irfan
02. PRM Tangsi : Syamsul Bahri
03. PRM Setia : Nazwar Anas
04. PRM Tanah Seribu : Saring
05. PRM Binjai Estate : Rakimin
06. PRM Bakti Karya : Jumingan
07. PRM Bandar Sinembah : Kasdi
08. PRM Namu Ukur Selatan : Paino
09. PRM Berngam : T.Syukri Muli
10. PRM Damai ( Binjai Utara) : Hasan Kodiran
11. PRM Jatinegara : Mukhtaruddin
12. PRM K.Lada/Pahlawan : Ali Akbar Batubara
13. PRM Tandam Hilir II : Ahmad Karsidik
14. PRM Jatikarya : Drs A. Khaliq Arraya
15. PRM Jati Makmur : Legimin Harjo
16. PRM Jati Utomo : Jemiin
17. PRM Payabakung (B Timur): Boimin Pama
18. PRM SM Rejo/Km 19 : Matnur Harahap
19. PRM Sei Semayang : Drs Dahlan Hasibuan
20. PRM Sambirejo(Cab.SbRejo): H.Nahrowi
21. PRM Kwala Begumit : Wagiman
22. PRM Sendang Rejo : Kemiran
23. PRM Cengkeh Turi : M. Siddik
24. PRM Sidomulyo : Rahmat Harahap
Musyda V dilaksanakan 27-28 Januari 2001 di ranting Bakti Karya cabang Binjai Selatan, dengan ketua terpilih bpk As Adinata BA (46 suara). Anggota lainnya adalah Sujarno BA (41), H.Nurdin Harun, alm (36), Drs Fuad Afsar (35), Sufriadi Hasan Basri BA (35), Drs Abu Bakar ML (31), Ilham Khairi BA (27), Dasril Suar (25) dan Drs H. Baharuddin R (22 suara). Musyda V merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 44 bln Juli 2000 di Jakarta dan Musywil X Desember 2000 di Binjai. Inilah Musywil yang cukup sukses, dimana Panitia beruntung sekitar Rp 10 juta. Musywil sebelumnya selalu rugi (kata PWM SU). Dalam Musywil ini juga dihadiri oleh bpk Prof DR HM Amin Rais yang waktu itu sedang berkunjung ke Sumut.
Adapun susunan PDM periode 2000 – 2005 adalah :
Ketua : As Adinata BA
Wakil ketua : H. Nurdin Harun
Wakil ketua : Drs Abu Bakar ML
Wakil ketua : Sufriadi Hasan Basri BA
Sekretaris : Dasril Suar
Wkl Sekretaris : Sujarno BA
Wkl Sekretaris : Drs Fuad Afsar
Bendahara : Drs H. Baharuddin R
Wk Bendahara : Ilham Khairi BA
Adapun para ketua Majlis adalah :
1. Majlis Tarjih PPI : M. Yunus Pakih Sinaro
2. Majlis Tabligh : Drs Anwar Haitami, kemudian diganti Ilham Khairi BA
3. Majlis Dikdasmen : Drs Hendra Jones.
4. Majlis Ekonomi : Sarbaini BM Nasir, kemudian mengundurkan diri
5. Majlis PKS : Drs Syahwan, kemudian mengundurkan diri, dan wafat thn 2004 ?
6. Majlis Waqaf & Harbenda : Binta Maela SPd
7. Majlis Pustaka :
8. Majlis Pembina Kesehatan : Dr A. Yusmadi Yusuf
9. Majlis Pendidikan Kader SDI : Drs Thamrin Ariadhie
10. Lembaga Seni dan Budaya : Muh. Arifin R
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : T. Syukri Muli
Ketua PCM Binjai Utara : Drs Abdul Khalik Arraya
Ketua PCM Sambirejo : Drs Titis Kardianto
Ketua PCM Binjai Timur : Drs H. Supono
Ketua PCM Binjai Selatan : Jumingan
Musyda VI dilaksanakan Maret 2006 di Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai, dengan ketua terpilih bpk H. Nurdin Harun dan Binta Maela SPd sebagai sekretaris. Anggota PDM lainnya adalah Hajar Aswadi MA, Drs A.Khaliq Arraya, Sufriadi Hasan Basri, Drs Niswansyah, Drs Hendra Jones, Drs Sudiono, danIlham Khairi BA. Kemudian disepakati menambah 2 pimpinan tambahan
Yaitu Khairil Anwar SPd dan Drs Syamsu Rizal. Musyda VI ini merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 45 tgl 3-8 Juli 2005 di Malang (Jatim) dan Musywil XI Desember 2005 di Pematang Siantar.
Dalam perkembangan selanjutnya karena H. Nurdin Harun meninggal dunia tanggal 2 Nopember 2007, maka dipilihlah Drs A. Khaliq Arraya sebagai Ketua.
Adapun susunan PDM periode 2005 – 2010 adalah :
Ketua : H. Nurdin Harun
Wakil ketua : Azar Aswadi MA
Wakil ketua : Drs A. Khaliq Arraya
Wakil ketua : Drs Hendra Jones
Wakil ketua : Ilham Khairi BA
Sekretaris : Binta Maela SPd
Wkl Sekretaris : Khairil Anwar SPd
Wkl Sekretaris : Syamsu Rizal SPd
Bendahara : Sudiono SE
Anggota PDM : Sufriadi Hasan Basri BA
Drs Niswansyah
Setelah wafatnya H. Nurdin Harun tanggal 2 Nopember 2007, maka diadakan resafel :
Ketua : Drs A. Khaliq Arraya
Wakil ketua : Drs Niswansyah
Wakil ketua : Drs Hendra Jones
Wakil ketua : Ilham Khairi BA
Sekretaris : Binta Maela SPd
Wkl Sekretaris : Khairil Anwar SPd
Wkl Sekretaris : Syamsu Rizal SPd
Bendahara : Sudiono SE
Anggota PDM : Azar Aswadi MA
Sufriadi Hasan Basri BA
Adapun para Ketua Majlis adalah :
1. Majlis Tarjih & Tajdid : Sufriadi Hasan Basri BA
2. Majlis Tabligh : Drs Niswansyah, kemudian diganti Nur Ahmad Farid
3. Majlis Dikdasmen : Drs H. Yundiser
4. Majlis Ekonomi : Agam Zulkarnaen SE
5. Majlis MPKM : Hj. Mahyunas
6. Majlis Waqaf & Harbenda : Drs Kasmir M.Noor
7. Majlis Pustaka : Drs Fuad Afsar
9. Majlis Pendidikan Kader SDI : Paiman, kemudian digantikan Trio Pahlawan
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : Nazwar Anas
Ketua PCM Binjai Utara : Fauzi Rahman
Ketua PCM Sambirejo : Satiman S.Sos
Ketua PCM Binjai Timur : Drs H. Supono
Ketua PCM Binjai Selatan : Jumingan
Musyda VII dilaksanakan tanggal 4 – 6 Maret 2011 di Komplek Muhammadiyah/Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai Utara. Musyda VII merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 46 tgl 3 – 8 Juli 2010 di Jogyakarta dan Musywil XI 06 – 09 Januari 2011 di Medan. Terpilih 9 unsur Pimpinan adalah Azar Aswadi, MAg, Drs. Niswansyah, Drs. Syamsurizal, Bintamaela SPd, Ilham Khairi, SPdI, As Adinata SPdI, Sudiono SE, Fauzi Rahman Lubis, dan Trio Pahlawan ST.
Pimpinan Cabang yang sudah melaksanakan Musyawarah Cabang ada tiga (3) cabang yakni Cabang Binjai Utara, Cabang Binjai Selatan dan Cabang Binjai Timur. Terpilih sebagai Pimpinannya adalah :
1. PCM Binjai Utara
Ketua : Drs. H. Kashmir M. Nur
Anggota-amggota : Bukhari Sag
Juriadi Sag, SPdI
Tulus Sarju
Sunarto Sag
Ali Akbar Batubara
Rahmat SPd
M. Nuh
Drs. Fuad Afsar
2. PCM Binjai Timur
Ketua : Drs. H. Supono
Anggota-anggota : M. Anis Sregar
Rubianto SPd
Drs. Basiran Basri
Syahlan
Syamsul Masri
Drs. Khalidin Musa
3. PCM Binjai Selatan
Ketua : Saring
Angota-anggota :Mara Alam Siregar
Salmaruddin Gultom
Yuliardi SKM
Jumingan
Zulkarnarnaen Lubis
Syamsul Azhar
Paino
Sarifudin Lubis

Dalam usianya yang sudah memasuki 100 tahun menurut penanggalan kalender Islam/ Hijriyah, persebaran Muhammadiyah di Binjai saat ini sangat menggembirakan. Dari 5 kecamatan yang ada di Binjai, paling tidak empat
kecamatan yang disebut Cabang sudah ada di Binjai.
Tidak hanya dalam wilayah pemerintahan Binjai, Muhammadiyah Binjai juga membawahi atau membina Muhammadiyah yang daerahnya pemerintahannya masuk daerah lain seperti Langkat dan Deliserdang. Dalam pemerintahan Kabupaten Langkat, Muhammadiyah Binjai membina Muhammadiyah Cabang Sambirejo. Daerah Muhammadiyah binaannya antara lain Sendangrejo, Sambirejo, Kuala Begumit. Namu Ukur Selatan. Sedangkn daerah pemerintahan Deli Serdang, Muhammadiyah binaannya antara lain Daerah Tanjung Anom (Binaan Muhammadiyah Binjai Utara), Sementara Muhammadiyah Binjai Timur daerah biaannya yang masuk Deli Serdang antara lain Sumber Melati Diski.masing-masing Cabang memiliki amal usaha yang menjadi pendukung gerak lajunya Persyarikatan ini dan menjadi sumber pengkaderan. Untit-unit amal usaha tersebut mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah (SD, SMP, SMA) serta balai pengobatan dan rumah sakit.

Matahari itu bernama Muhammadiyah

Bab I

Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan 18 November 1912 M oleh KHA.Dahlan adalah merupakan Line Reformed of Islam atau rentetan kebangunan Pembaha¬ruan Islam, yang dimulai dari Ibnu Taiymiyah dan Ibnu Qoyyim di Damaskus, Syekh Muhammad Abduh dan Syekh Ra¬syid Ridho dengan gerakan Salafiyahnya di Mesir, Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Gerakan Wahabinya di Nejed (Arabia), Jamaluddin Al-Afgani yang banyak berkeliling dunia Islam, diikuti gerakan Ali Garh di Pakistan/India dengan tokohnya Syekh Ahmad Khan, Dr. Anshoris, Dr. Moh. Iqbal dan di Singapura oleh Syekh Muhammad bin Agil. Dan ide gerakan Islam yang diteruskan oleh KHA. Dahlan itu seterusnya diikuti oleh Syekh Surkati Assudani dengan Al-Irsyadnya. A.Hasan dengan Persisnya, dan ma¬sih banyak lagi yang lain yang selama ini dininabobok¬kan penjajah kolonialis. Yang semua itu sejarah Nasio¬nal Indonesia mengakuinya.
Menurut album Muhammadiyah ke II buku penerbitan Pengurus Besar Muhammadiyah bagian Pustaka Yogyakarta 4 November -1943 dinyatakan :
"Pada tahun 1911 M persyarikatan Muhammadiyah mulai didirikan dengan mendapat pengakuan syah (beslu it) Guvernement tertanggal 22 Agustus 1914 No18 (+) diubah dengan besluit Guvernement tanggal 16 Agustus 1920 No.40, dan diubah lagi dengan besluit tanggal 2 September 1921 No-36”.
“Menurut buku Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah tahun 1962 dinyatakan :
"Muhammadiyah mendapat besluit :
1. Gouvernement besluit 22 Agustus 1914 No.18 (+) diubah dengan ;
2. Gouvernement besluit 16 Agustus 1920 No.20 di ubah dengan ;
3. Gouvernement besluit 2 September 1912 No. 36"
Buku makin lama makin cinta yang dikeluarkan De¬partemen Penerangan RI menyatakan ;
"Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H bersetujjan dengan tanggal 18 Nopember 1912 M di Yogyakarta oleh KHA. Dahlan".
KHA. Dahlan memegang pimpinan pertama sampai waf¬atnya pada tanggal 23 Februari 1923 M. Demikian menur¬ut buku berita tahunan Muhammadiyah Hindia Timor 1927 dinyatakan
"Beliau adalah Pimpinan Muhammadiyah yang mula pertama dan terus memegang pimpinan itu mulai dari berdirinya pada tanggal 20 Desember 1912 M sampai pada 23 Pebruari 1923".
A. Arti dan Nama Muhammadiyah
KHA.Dahlan menamakan gerakannya dengan Muhammadiyah, mempunyai maksud-maksud tertentu, serta harapan yang jauh dan sangat luhur. Dan dengan nama tersebut dapat mencerminkan secara ringkas dan padat tentang hakekat dan bentuk gerakan yang sesungguhnya. Dengan nama itu pula akan memberi ciri dan corak yang tersendiri bagi gerakan Muhammadiyah ditengah-tengah kebangkitan bangsa dan ummat Islam dimana-mana.
Sedang arti Muhammadiyah sendiri dapat ditinjau¬ dari segi bahasa dan segi istilah.
1. Dari segi bahasa ;
Muhammadiyah berarti "ummat Muhammad" atau "Pengikut Muhammad", yaitu semua orang yang beragama Isl¬am dan meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan pesuruh Allah yang terakhir. Dengan kata lain, si apa saja yang mengaku beragama Islam yang dibawa Nabi Muhammad, sesungguhnya dia adalah orang Muhammadiyah, tanpa dibatasi oleh adanya perbedaan golongan dalam masyarakat dan kedudukan kewarganegaraannya.

2. Dari segi Istilah ;
Muhammadiyah ialah "Gerakan Islam yang didirikan oleh KHA. Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 Nopember 1912 M di Yogyakarta".
Gerakan ini diberi nama oleh pendirinya Muhammadiyah, karena dengan nama itu berharap atau bertafalul¬agar dapat mencontoh segala jejak perjuangan dan pengabdian Nabi Muhammad saw. Juga dimaksudkan agar semua anggota Muhammadiyah benar-benar menjadi seorang mus¬lim yang penuh pengabdian dan tanggung jawab terhadap agamanya serta merasa bangga dengan ke Islaman-nya.
B. Sebab-sebab Muhammadiyah didirikan
Bahwa Usaha Muhammadiyah telah dirintis sendiri¬oleh KHA. Dahlan sejak tahun 1905, dan enam tahun kemu¬dian mendirikan sekolah Muhammadiyah yang bercorak modren. Dan satu tahun kemudian KHA. Dahlan yang dengan bantuan beberapa orang murid dan sahabatnya, mendirikan ¬pergerakan Muhammadiyah.
Pada dasar utama sebab utama Muhammadiyah didirikan adalah ; Pendalaman KHA. Dahlan terhadap isi al-Qur'an dan Sunnah terutama sekali surat Ali Imron ayat 104 yang artinya : "Adakanlah diantaramu sekalian golongan umat yang mengajak kepada Islam, memerintahkan kebajikan da n mencegah kemungkaran. Dan mereka itulah orang-orang¬ yang mendapat kebahagiaan".
Selain sebab utama tersebut, masih terdapat beberapa sebab lagi yang mendorong KHA. Dahlan yaitu ;
1. Ketidak murnian Islam, akibat pengaruh tradisi tradisi yang bukan Islam. Banyak sekali bid'ah dan khuragat yang merusak kemurnian aqidah dan ibadah dalam Islam diperaktekkan serta menjadi kebiasaan kaum muslimin, seolah-olah semua itu merupakan perintah agama.
2. Lembaga-lembaga pendidikan yang ada perlu penyempurnaan bentuk dan isi sehingga lebih sesuai de¬ngan tujuan yang hendak dicapai.
Lembaga-lembaga pendidikan pada masa itu terbagi dalam dua bentuk ;
a. Pendidikan yang bersifat pondok pesantren,
Sistem pendidikan ini umumnya dijalankan oleh ummat Islam dan merupakan sistem pendidikan yang sudah tua umurnya dan merupakan satu-satunya sistem pendidikan yang ada pada waktu itu dengan hanya mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan saja, dan tidak diajarkan ilmu pengetahuan umum dan cara pengajarannya banyak mempergunakan metode ceramah¬ dan metode sorogan. Sudah tentu sistem pendidik¬an ini mempunyai arti dan hasil tersendiri yang tak kurang manfaatnya. Akan tetapi dilihat dari segi pendidikan secara keseluruhan, masih memer¬lukan penyempurnaan terutama segi-segi yang bersifat umum dan kecakapan-kecakapan praktis lain¬nya
b. Pendidikan yang bersistem Sekolah
Sistem pendidikan ini terutama sekali dijalan kan oleh kolonial Belanda, dengan hanya mengajar kan ilmu pengetahuan umum., tanpa memasukan keda¬lamnya pendidikan agama. Sekalipun metode dan alat-alat pendidikan dan pengajarannya cukup leng¬kap akan tetapi masih terdapat kekurangan pokok, yaitu lemahnya pendidikan moral dan agama.
3. Usaha mempertahankan Islam dari Pengaruh dan serangan dari luar.
a. Adanya pengaruh kebudayaan dan peradaban Barat terutama kebiasaan buruk mereka, banyak seka¬li merugikan Islam. Banyak kaum terpelajar Indonesia terkena pengaruh buruk tersebut, seperti sikap acuh, memusuhi dan menjauhi ajaran agama. Karena agama dipandang sebagai penghambat kemajuan.
b. Giatnya kaum Kristen-Katolik dengan usaha mi¬si keagamaannya. Hal ini-menyadarkan KHA. Dahlan untuk membangun sebuah organisasi dakwah yang kuat dan tertib, sehingga dengan organisasi tersebut bisa mengimbangi dan melebihi usaha-usaha Kristenisasi-pengkristenan ummat Islam di Indonesia.
c. Adanya penjajahan Belanda yang berabad-abad lamanya dan mengakibatkan penderitaan yang tak kunjung habis bagi bangsa Indonesia yang mayori¬tas beragama Islam. Maka banyak perjuangan yang telah didarmabaktikan oleh Muhammadiyah kepada bangsa dan tanah air Indonesia, terutama pada saat-saat perjuangan kemerdekaan. Dan untuk menghargai perjuangan Muhammadiyah pemerintah Indonesia menetapkan KHA. Dahlan dan beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
4. Pengaruh dan dorongan gerakan Pembaharuan dalam dunia Islam.
Sebagaimana telah diketahui bahwa KHA. Dahlan sa¬ngat gemar menelaah dan sangat pandas menafsirkan al-Qur'an. Beliau banyak membaca terutama tafsir al-Mahar susunan Muhammad Abduh dan Rasyid¬ Ridha dan sangat terkesan kepada isi dan cara penguraiannya. Maka tidaklah berlebihan dalam beberapa hal KHA. Dahlan mendapat dorongan dari padanya. Dan apa yang dicita-citakan serta yang men¬jadi renungannya dengan membandingkan tafsir tersebut seolah-olah mendapatkan kawan seiring sejalan dan mendapatkan tenaga bantuan moril yang tidak kecil.
C. Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
Segala hal Yang dikerjakan Muhammadiyah, didahu¬lui dengan adanya maksud dan tujuan tertentu. Dan dengan maksud dan tujuan itu pula yang akan mengarahkan gerak perjuangan, menentukan besar kecilnya kegiatan serta macam-macam amal usaha Muhammadiyah.
Maksud dan tujuan Muhammadiyah telah mengalamai beberapa kali perobahan disesuaikan dengan situasi dan perkembangan negara Republ¬ik Indonesia, antara lain :
Pertama : Pada awal berdirinya dirumuskan sebagai beri¬kut
• Menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhamm¬ad saw kepada penduduk bumi putera, didalam ¬residensi Yogyakarta.
• Memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya.
Kedua : Sesudah Muhammadiyah meluas keluar daerah Yogyakarta, berbunyi
• Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan Pelajaran Agama Islam di Hindia Belanda dan
• Memajukan dan menggembirakan hidup sepanja¬ng kemauan Agama Islam kepada sekutu-sekutu nya.
Ketiga : Dimasa Penjajahan Jepang (1942 - 1945)
Sesuai dengan kepercayaan untuk mendirikan kemakmuran bersama seluruh Asia limur Raya dibawah pimpinan Dai Nippon dan memang diperintah kan oleh Tuhan Allah, maka perkumpulan ini :
• Hendak menyiarkan agama Islam serta melatihkan hidup yang selaras dengan tuntunannya;
• Hendak melakukan pekerjaan kebaikan umum
• Hendak memajukan pengetahuan dan kepandaian serta budi pekerti yang baik kepada anggota anggotanya.
• Kesemuanya itu ditujukan untuk berjasa mend¬idik masyarakat ramai.
Keempat : Diputuskan di Mu' tamar ke 31 di Yogyakarta tahun 1950 ;
• Maksud dan tujuan Persyarikatan ialah menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam se¬hingga dapat mewujudkan masyarakat Islam ya ng sebenar-benarnya".
Kelima : Diputuskan dalam Multamar ke 34 tahun 1959 - di Yogyakarta ;
• Maksud dan Tujuan Persyarikatan ialah menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga "terwujud" masyarakat Islam yang sebenar-benarnya".
Keenam : Diputuskan dalam Mu'tamar ke 41 tahun 1985 di Surakarta (Solo) ;
• Maksud dan Tujuan Persyarikatan ialah, menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama adil dan makmur yang diridloi Allah SWT".
Terakhir : Dalam Keputusan Muktamar Muhammadiyah tahun 2005 di Malang ditegaskan bahwa tujuan Persyarikatan ini adalah :
 Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Untuk mencapai kebutuhannya tersebut, dalam strukturisasi kepemimpinan Muhammadiyah ada yang Disebut Majelis/ Lembaga yang bertugas sebagai pembantu pimpinan. Dalam birokrasi Pemerintahan dikenal seperti Menteri kalau di Pusat, dibawahnya Kepala Kantor/Kepala Kanwil/Kepala Dinas. Dalam uraian berikut, terlihat bahwa Muhammadiyah Binjai memiliki beberapa Majelis/Lembaga yang dipandang berperan aktif dalam memyelenggarakan berbagai amal usaha untuk lebih memasyarakatkan Muhammadiyah di kota Binjai.
Dibidang pendidikan, Muhammadiyah memiliki Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, amal usaha yang ditanganinya adalah sekolah-sekolah mulai dari SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, sampai Perguruan tinggi. Sedangkan untuk Taman Kanak Kanak adalah wilayah Muhammadiyah Perempuan atau dikenal Aisyiyah. Sementara di bidang Kesehatan ada Majelis Pembina Kesehatan dengan amal usahanya Rumah Sakit, Balai Pengobatan. Dibidang Tabligh, ada Mesjid, Mushollah dan lain sebagainya.
Ada juga apa yang disebut dengan Ortom atau Organisasi Otonom. Seperti Aisyiyah, Ortom Khusus dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang khusus bergerak dibidang kewanitaan, ada juga Pemuda Muhammadiyah, khusus Pemuda, IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) yang bergerak khusus di kalangan Pelajar, Ada IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) wadah untuk para Mahasiswa, TSPM (Tapak Suci Putera Muhammadiyah) di kalangan olahraga bela diri, khususnyaSilat, ada juga HW (Hizbul Wathan) kepanduan atau pramukanya di kalangan Persyarikatan Muhammadiyah. Bapak TNI, Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah alumni HW ini. Ada juga NA (Nasyiatul Aisyiyah), khusus bergerak di bidang keputrian.

Sabtu, 21 Mei 2011

Makna Sepotong Daging

Seorang gadis mungil mendatangi Rasulullah saw sendirian. Ia hendak mengadukan perihal tangan kanannya yang sejak beberapa hari belakangan terasa kebas. “Ya Rasulullah doakanlah saya kepada Allah, sehingga tangan saya ini dikembalikannya sebagai mana semula”. Rasul bertanya : “Apa yang menyebabkan tangan kananmu itu bisa seperti itu ?”. gadis kecil itu memulai ceritanya: “Ayah dan ibu saya telah lama meninggal dunia. Saya dirumah tinggal sebatangkara tanpa sanak saudara. Beberapa malam yang lalu, saya bermimpi bahwa kiamat telah terjadi. Saya melihat dalam mimpi itu, Neraka jahim telah dibuka dan penuh dengan penghuninya. Begitu juga dengan surge telah pula terbuka lebar pintunya dan telah mulai dimasuki mereka yang telah lama merindukannya . disatu lembah neraka yang paling ngeri dan dalam, samar-samar saya memandang dari jauh ibu saya. Dan ditangan kanannya tergenggam sepotong daging, sementara tangan kirinya memegang dengan erat selembar kain perca. Setiap kali api neraka datang menjilat, jika sebelah kanan ia tolak dengan potongan daging, tapi bila muncul menyala dan membara dari arah kiri, maka iapun seolah menahannya dengan kain perca tersebut. Setelah saya semakin dekat dan sudah memungkinkan suara saya dapat didengarnya dalam kesibukannya menepis jilatan api neraka itu, maka sayapun bertanya, “Kenapa bias terjadi seperti ini wahai Ibunda ?”. Sedangkan dulunya ibu cukup patuh dalam beribadah kepada Allah dan sangat sayang pada ayahanda sebagai suami, dan bahkan saya tau, bahwa ayah sangat sayang dan reda kepada ibu. Dengan kondisi tubuh lunglai, keringat mengucur sekujur tubuh sementara pakaian nyaris habis terbakar, ibundanya menjawab, “Anakku !, ibumu yang malang ini saat di dunia adalah tergolong manusia pelit, dan di sini, ditempat yang kau lihat ini, inilah tempat ibu dan kawan-kawan seperti ibumu, Muslim yang pelit”. Saya bertanya lagi, “Jadi kedua benda yang ditangan ibu itu yang ibu jadikan perisai, apa dan dari mana gerangan ?”. ini adalah potongan daging dan perca kain, hanya ini sajalah sedekah ibu sepanjang umur yang berpuluh tahun didunia. Kedua benda ini diserahkan kepada ibu disaat usai penghisaban amal. Dan kedua benda sederhana inilah yang ibu jadikan penghalang api manakala ia datang berkobar hendak membakar ibu” . Saya bertanya selanjutnya : “Ayah dimana ibu ?”. “Oh anakku, ia berada di tempat yang sama dengan para dermawan di syurga, yang cukup jauh dari tempat ini. Maka akupun berusaha mencari arah jalan ke tempat ayahku. Tiba-tiba ia kulihat tegak di tepi Haudmu (Telaga Ya Rasul. Ayah saya sibuk dengan senang hati melayani para tetamu. Ia meraih gelas dari tangan Ali, Ali dari tangan Usman, dan Usman dari tangan umar, sementara Umar dari tangan Abu Bakar. Dan Umar menerimanya dari tanganmu ya Rasul”. Disela kesibukan ayah saya, saya sempatkan mengadu perihal ibu, sembari memohon segelas air buat ibu. Ayah saya menjawab, bahwa ibumu itu penghuni Kamar Pelit., yang senang berbuat maksiat, sementara dosanyapun lumayan. “Anakku, air telaga Nabi haram bagi ibumu dan mereka yang sama dengannya. Aku tak perduli. Kuuambil gelas dan kupenuhi isinya, lantas aku berlari menuju ibu, kemudian kuserahkan kepadanya. Namun, baru saja ibu hendak meminum segelas air tadi, aku terbangun, namun sebelum sadar betul, namun masih sempat saya mendengar suara yang cukup kuat, mudah-mudahan tanganmu itu akan sakit, karena telah berani melanggar aturan yang berlaku, bahwa air ini hanya akan diberikan kepada mereka yang tergolong memiliki kesalehan individual dan kesalehan social. Benar saja ya Rasul, begitu saya sadar dari mimpi dan tidur itu, sampai sekarang tanganku bukan main kebasnya”.
Setelah selesai gadis itu curhat, Nabi saw berkomentar ;”Dirimu telah turut kebagian resiko dari sifat bakhil ibumu, bagaimana pula resiko yang diterima langsung oleh sipelaku. Sigadis terrmenung. Pipinya basah oleh air mata yang menetes, disela isak dan tangis, ia mempertegas permohonannya, “Tolonglah doakan agar tangan saya kembali pulih seperti semula, Ya Rasul”. Rasul kemudian menyuruh sigadis mengangkat tangannya, bersamaan dengan itu tongkat Rasul diletakkan diatas tangan itu, sembari berdoa, “Ya Allah, berdasarkan mimpi yang diceritakannya kepada saya, tolonglah sembuhkan tangannya Ya Allah”. Dengan doa Rasul saw, kesembuhan diberikan oleh Allah swt saat itu juga.
Dari kisah ini, dapatlah dipahami bahwa ternyata sepotong daging dan selembar perca yang pernah disedekahkan di jalan Allah, ikhlas bias member perlindungan bagi kita nanti dari jilatan api neraka. Apalagi bila lebih dari itu. Berbahagialah mereka yang punya kelebihan harta dan digunakannya bukan sekedar pemuas selera, tetapi juga melimpah kepada orang yang susah dan memerlukannya. Beberapa hadits tentang keutamaan Pemberian itu sebelum digunakan oleh sipenerima, akan berbicara dengan lima hal yakni :
1. Dulu jumlah saya sedikit kini bertambah banyak.
2. Dulu aku adalah musuhmu jika salah menggunakan, namun kini aku adalah kekasihmu.
3. Dulu aku adalah yang musnah (jika dimakan akan jadi kotoran, jika dipakai akan using), kini aku menjadi abadi.
4. Dulu aku selalu dijaga, karena takut hilang.
5. Namun sekarang akulah yang menjagamu.
Dalam bentuk lain, Rasulullah bersabda,
- “Pemberian itu bias menutup tujuh puluh pintu bala”.
- “Obatilah penyakitmu dan penyakit keluargamu dengan banyak member/bersedekah”.
-“ Siapa yang merasakan hatinya kasar atau keras seolah tak perduli keadaan orang lain, maka lunakkanlah dengan memberi sedekah”.
-“ Sedekah itu bisa memadamkan amarah Allah”.
-“ Sedekah itu juga tergolong hadiah. Saling member hadiahlah kamu sebagai perekat kasih sayang”.
-“Pagarilah hartamu dengan bersedekah”.
-“Sedekah itu bias menolak cobaan yang akan muncul dan juga menambah berkah umur”
Tak pernah kita menduga, apa yang telah kita beri ternyata balasannya berlipat ganda, padahal dengan yang sudah ada sekarang ini saja sudah dirasa cukup, konon pula ditambah. Subhanallaah.


Binjai, April 2011
Drs. Fuad
Guru PAI, SMP Muhammadiyah 12 Binjai

Kajian tentang scholastic

Scholastic (pengetahuan abad pertengahan), bertujuan untuk membuktikan kekebalan ajaran gereja. Uraian lengkapnya, scholastic adalah ilmu yang diajarkan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas di Eropa zaman pertengahan abad ke-9 sampai abad ke-16. Filsafat ini tidak dapat disebut dengan apa yangdisebut filsafat sekarang. Dizaman pertengahan filsafat ini merupakan “ilmu pengetahuan” yang dalam segala-galanya tunduk kepada gereja katholik, ia tak henti-hentinya dikontrol oleh theology tersebut dan kerjanyapun cuma menyelenggarakan dasar-dasar yang perlu bagi dogma-dogma dan ajaran-ajaran gereja Katholik itu. Karena itu filsafat scholastic biasanya disebut ancill theologiae (budak suruhan theology).
Filsafat scholastic ini berdasarkan ajaran Aristoteles dan jagonya yang paling terkenal adalah Thomas dari Aquino. Pandangan Aristoteles menurut apa yang disampaikan oleh orang Islam kepada mereka dan kemudian dimasukan dalam ajaran gereja Nasrani oleh Thomas Aquino. Apa yang terdapat dalam ajaran itu dianggap benar, itulah yang benar, yang menyimpang pasti salah. Mereka yang menyimpang dari ajaran yang benar atau berpegang pada ajaran yang salah disebut bid’ah. Zaman ini adalah zaman rasa haru terhadap agama. Banyak orang yang meniru Agustinus salah seorang imam gereja yang terkenal yang memandang sejarah sebagai suatu drama kesejahteraan. Karena perbuatan malaikan Lucifer yang telah jatuh itu, maka tak lama setelah alam diciptakan Tuhan, mausia jatuh ke lembah dosa. Pada dasrnya manusia tertolong, karena Tuhan mengorbankan satu satunya putranya yakni Kristus. Tak lain agar orang terlepas dari dosa-dosa itu. Orang menanti kedatangan kembali Yesus Kristus yang akan mengusir iblis dari dunia ini dan mendirikan kerajaan cinta seribu tahun yang suci, mendesak Civitas Mundi (kerajaan duniawi) dan menggantikannya dengan Civitas Dei (kerajaan Tuhan). Segala yang bersifat duniawi pada dasarnya, termasuk dalam negara yang dikuasai iblis, sebab itu jahat.
Sebelum mengkaji lebih jauh, ada baiknya dikaji dulu orang yang menyebarkan ‘ilmu’ yang kemudian ‘ilmu’ itu menjadi dasar lahirnya scholastic, karena seperti diuraikan sebelumnya, scholastic lahir berdasarkan ajaran Aristoteles. Aristoteles berasal dari Stagira (384-322 SM), termasuk salah seorang Filsuf terbesar. +/- 366 SM ia belajar ke Athena dan berguru pada Plato dan mengajari Raja Iskandar, Raja Macedonia. Tahun 334 SM ia kembali ke Athena dan mendirikan sekolah. Ia terpaksa melarikan diri setelah 12 tahun kemudian karena dituduh mengengkari dewa-dewa. Dia pula yang pertama sekali menulis suatu uraian tentang logika dan menyusul karangannya yang lain Filsafat pertama yang belakangan disebut ‘Metafisika’ (pengetahuan tentang hakekat dari benda-benda yang kita alami dalam dunia nyata yang bersifat transenden (artinya mengatasi kesanggupan manusia untuk mengalaminya, tidak dapat dialami oleh manusia, seperti hakekat dari suatu benda (hal)). Menurut Kant dan pengikut-pengikut positivism (aliran filsafat yang didasarkan oleh A. Comte seorang bangsa Prancis yang membagi 3 (tiga) tingkatan, seperti theology, metaphysic dan positif), bahwa segala mcam pengetahuan mengenai hal-hal yang mengatasi pengalaman kita (pengetahuan tentang hakekat sesuatu, misalnya) adalah spekulasi belaka. Manusia hanya dapat mengetahui apa yang dialaminya. Hakekat dari suatu benda mengatasi pengalaman kita, karena itu menurut Kant, metefisika menurut ilmu Aristoteles adalah mustahil. Metafisika yang dimaksud adalah metafisika yang bercorak objektif, sejak abad 20 timbul pula metafisika yang bersifat subjektif.
Metafisika ini merupakan filsafat yang berdasarkan pada seluruh pribadi orang yang melakukannya., jadi tidak saja akal atau rasionya yang dipakai untuk berfilsafat , tapi juga perasaan dan kemauan, pendek kata seluruh pribadinya berusaha untuk menyelesaikan soal-soal yang dihadapinya. Yang hendak diketahui oleh Metafisika ini ialah kenyataan mutlak (absolute wirklichkei). Metafisika semacam ini sering disebut-sebut dikalangan existensialisme, suatu kalangan yang bertolak belakang dengan kemajuan (evolusionisme) dan filsafat idealism yang memberikan kepastian dan ketenteraman pada umat manusia yang mabuk akan optimisme ketika itu atau tidur pada suasana yang serba memuaskan itu. Hal itu pulalah penyebab salah satu timbulnyaperang dunia pertama. Terakhir baru mereka menyadari. Padahal sejak dini sudah ada filsuf-filsuf seperti Nietsche, Kieekegaard,dan Dostojewski. Sejak itu pula hilangnya kepercayaan orang pada kebenaran abstrak dan umum yang dianjurkan evolusionisme dan idealism dan bangkitnya keinginan untuk mengenal keadaan dalam bentuk sekonkrit-konkritnya.
Keuntungan pertama yang dapat diambil dari hal itu adalah kembalinya sifilsuf ke tengah-tengah masyarakat/ penghidupan. Dengan kata lain, ia tidak lagi sebagai penonton. Sungguhpun Kant memustahilkan Metafisikanya Aristoteles yangdidahului oleh fisikanya, uraian ini sebenarnya jauh lebih besar nilai logosnyadari pada logikanya tadi. Tapi perkembangan ilmu pengetahuan zaman modern saat ini banyak dipengaruhi oleh pikiran-pikiran maupun pendapat Aristoteles.
Orang top yang menghidupkan scholastic adalah Thomas dari Aquino (1225-1274), orang suci dan pujangga gereja bangsa Itali, salah seorang anggota Tarekat Dominikan (ajaran yang memerangi faham-faham salah/bid’ah) di Prancis Selatan. Thomas juga seorang ahli theology Katholik terbesar. Dia pula yang menyesuaikan filsafat Aristoteles dan ajaran Katholik tentang iman dan kesusilaan. Bukunya tentang penyesuaian kedua ini ditulisnya dalam “Summa Theologica” yang termashur. Sebagai peringatan atas jasanya, diadakan hari peringatan mengenang Thomas Aquino, setiap tanggal 07 Maret.
Seperti kebanyakan ilmu-ilmu lain yang memiliki cabang,scholastikpun demikian. Salah satu cabang scholastic adalah Realisme., suatu faham bahwa pengertian-pengertian umum berdasarkan realitet (kenyataan). Apa yang ada didunia luar, sesuatu yang adanya (wujudnya) tidak tergantung pada manusia, realitet seperti ini dinamakan realitet objektif (tidak tergantung pada subjek). Ada juga realitet yang yang merupakan kenyataan dalam cita-cita, ingatan atau pikiran manusia yang disebut realitet subjektif. Lawan dari realitet adalah nominalisme. Nominalisme (dari bahasa Latin, nomen, nama), mengajarkan bahwa pengertian umum itu (seperti manusia,, binatang dan sebagainya) sekali kali tidak berdasarkan realitet (tidak berwujud). Menurut Nominalisme pengertian pengertian umum tersebut hanya merupakan nama (nomina rerum)bagi hal-hal yang kita hadapi. Bagi realism dunia luar (kenyataan, realitet), sungguh-sungguh berwujud, lawannya adalah idealism. Filafat idealism mengajarkan segala yang kita alami dan kita ketahui pada hakekatnya berwujud dalam kesadaran manusia. Idealism mengajarkan bahwa dasar dari segala –gala yang ada adalah ide belaka. Dalam filsafat Plato, ide ialah pengertian pengertian umum yang yang menyatakan hakekat dari benda-benda dan hal-hal yang kita jumpai dalam hidup kita, hakekat dari benda-benda dan hal-hal yang kita jumpai dalam hidup kita bersifat inteligibel artinya hanya dapat dipahami dengan akal, hanya dapat diketahui dengan intelek.
Menurut Kant, suatu hal atau benda disebut inteligibel, jika hal (benda) tersebut dapat ditangkap dengan akal dan tidak dapat dialami dengan panca indera. Menurut Decrates, ide adalah bayangan dari suatu benda atau hal, yakni bayangan dalam kesadaran (pikiran) manusia. Menurut filsafat Kant, ide adalah suatu pengertian yang hanya berdasarkan akal manusia dansekali-sekali ttidak mengenai suatu kenyataan. Jadi tidak objektif. Dalam filsafat ini ide berfungsi untuk mengatur dan memimpin cara manusia berfikir. Dalam bahasa sehari-hari idelisme artinya pendirian atau kelakuan yang berdasarkan pada sesuatu atau cita-cita yang luhur.
Dalam filsafat modern, realism dibedakan pada 3 macam, yakni :
1. Realisme Naif, menurut Realime inikeadaan dunia luar (realitet) itu adalah seperti yang kita alami dengan panca indera kita.
2. Realism Transedental, realism ini kelihatan pada ajaran filsafat Kant. Menurut Realisme ini yang kita alami dan ketahui itu adalah “Erscheinung” (penjelmaan) belaka dari dunia luar, Realitetan sich.
3. Realisme Kritis. Menurut Realisme Kritis ini pengalaman-pengalaman kita mengenai dunia luar itu belum lagi melukiskan bagaimana keadaan realitet sebenarnya, tapi karena akal kita, dapatlah kita menyelami segala rahasia tersebut, dengan demikian secara berangsur-angsur akhirnya segala realitet itu kita ketahui.

Realisme boleh disebut hampir bersamaan dengan Fenomenalisme, sebutan untuk pendirian, bahwa yang dapat diketahui manusia bukan benda an sich tapi hanya fenomen (fenomenon), atau penjelmaan dari sesuatu benda atau hal. Jelasnya pendirian ini berpendapat , bahwa segala pengetahuan manusia hanya berdasarkan pengalamannya, jadi hanya mengenai pengalamannya tentang sesuatu benda atau hal. Jadi segala apa yang menguasai (mengatasi) pegalaman tidak mungkin dikenal manusia. Fenomena yang terkenal adalah pendirian Kant. Sementara Neo Realisme, sebutan dari filsafat Inggeris menentang Hegelianisme dan Neohegelianisme yang bercorak spekulatif dan mengemukakan metode yang lazim dipakai dalam ilmu-ilmu alam.
Kesimpulan :
- Scholastic adalah filsafat yang beda jauh dengan filsafat yang ada saat ini. Tepatnya sesudah abad ke-16.
- Scholastic sebagai suatu ilmu/filsafat tidak mengenal experiment/penyelidikan. Orang yang menganut faham scholastic adalah orang yang lebih mengutmakan perasaan ketimbang akal.
- Scholastic adalah ajaran Aristoteles yang dikembang dan disempurnakan oleh Thomas dari Aquino.
- Aliran dalam scholastic, antara lain Realisme yang berlawanan dengan Nominalisme dan Idealisme.

Senin, 09 Mei 2011

Cara berfikir Primitif orang-orang Kristen

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ ٣:٥٩
Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. QS Ali Imran ayat 59

maaf mau sedikit membahas ayat ini. waktu diskusi di Utan kayu sama seorang pendeta yang jadi atheis. dia memaparkan soal penelitian yg mengatakan bahwa Yesus sebenarnya lahir akibat dari perkosaan seorang tentara Romawi yang bernama Panthera kepada Maria. Dia bahkan sampe menyatakan bahwa ilmuwan akan mengetes DNA yang ada dikuburan Panthera dan kuburan Yesus agar bisa dicocokkan.

Sebenarnya cara berfikir atheis ini adalah cara berfikir yang melanjutkan keprimitifan cara berfikir waktu dia masih beragama Kristen. Bila memang ilmuwan mau ngetes DNA Panthera dan Yesus, tentu ilmuwan harus juga harus membandingkan DNA keturunan panthera dan Yesus yang ada sekarang untuk memastikan bahwa DNA yang ditest itu benar-benar mayat Panthera dan Yesus. tentu bisa dibilang ini kerjaan yang tidak mungkin. Para ilmuwan atheis itu mencoba menolak ketuhanan Yesus dengan cara-cara yang mustahil.

Mengapa para atheis sampai membuat sebuah argumen bahwa Yesus lahir dari akibat perkosaan?? karena menurut mereka, kalo Yesus lahir tanpa adanya campur tangan seorang lelaki maka itu kejadian yang sudah melanggar hukum alam, dan sesuatu yang terjadi dialam ini tidak mungkin keluar dari hukum alam. ternyata mereka juga berfikir sama dengan orang-orang Kristen yang menganggap kelahiran Yesus tanpa bapak adalah sebuah kejadian Ilahiah yang melanggar hukum alam sehingga dibuatlah doktrin bahwa benih Yesus itu berasal dari Allah dan akhirnya Yesus disetararakan dengan Allah. Padahal menurut ayat Al-Qur’an diatas bahwa kelahiran Yesus yang tanpa bapak itu adalah bukan kejadian Ilahiah dan tidak melanggar hukum alam karena adam sendiri diciptakan dari tanah, tanpa bapak dan ibu. jadi tidak ada alasan untuk menuhankan Yesus. banyak diantara makhluk Allah yg bisa melahirkan tanpa bapak, nih contohnya Hiu punya anak tanpa kawin? . Bahkan para atheis tersebut lupa kalau ternyata sekarang sedang berkembang “kloning” yang hanya dengan DNA saja sudah bisa membuat makhluk hidup.

Jadi, apakah hanya karena Yesus lahir tanpa ayah berarti dia pantas diTuhankan?? ternyata pendeta yang menjadi atheis tersebut hanya melanjutkan keprimitifan cara berfikir sewaktu dia masih menjadi pendeta.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops