Lencana Facebook

Minggu, 24 Juli 2011

Buya Oedin: Teman Jenderal Sudirman dari Kuraitaji

Mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa seorang putra Pariaman pernah bersahabat dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Dialah Oedin, seorang akitivis Muhammadiyah dan pernah mengemban berbagai jabatan politik di Sumatra Tengah ketika Republik ini masih muda remaja.

Buya Oedin (atau Udiang menurut pelafalan orang kampugnya) – begitu beliau biasa dipanggil di masa tuanya – lahir tahun 1906 (informasi lain menyebutkan bulan Agustus 1907) dari rahim Raalin, seorang pengurus Aisyiah yang tangguh di Kuraitaji. Masa remaja Oedin kecil dihabiskan di kampungnya. Pendidikan formalnya hanya sampai kelas 2 Sekolah Rakyat. Selanjutnya, pemuda yang sedikit ‘preman’ ini –berdasarkan cerita Buya Hamka dalam sepucuk suratnya kepada anak kelima beliau, Asdi Oedin tertanggal 11 Juli 1962 – terpilih menjadi kader Muhammadiyah selama 9 tahun di bawah gemblengan Buya A.R. Sutan Mansur, dedengkot Muhammadiyah yang kemudian terpilih menjadi ketua organisasi itu dalam kongresnya di Purwokerto tahun 1953. Berkat gemblengan A.R. Sutan Mansur, kepremanan Oedin berubah menjadi kepemimpinan.

Bersama beberapa orang rekannya, Oedin mempelopori berdirinya Cabang Muhammadiyah di Kuraitaji (yang ketiga setelah Bukittinggi dan Padang Panjang) pada 10 Oktober 1929. Muhammadiyah dibawa ke Kuraitaji oleh putra daerah ini sendiri dari Yogyakarta, yaitu H. Sd. M. Ilyas, adik ipar Buya Oedin sendiri, yang kelak menjadi mertua Dr. H.M. Tarmizi Taher, mantan Menteri Agama RI di Zaman Orde Baru. Pada tahun 1937 Oedin diangkat menjadi ketua Muhammadiyah cabang Padang Panjang.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh Sukarno-Hatta, Oedin aktif menggalang semangat pemuda di daerahnya. Beliau, yang pada waktu itu menjadi Wakil Majelis Pemuda Muhamadiyah Minangkabau, giat memberi pengertian kepada masyarakat Pariaman tentang arti dan cara mengisi kemerdekaan. Pada bulan November 1945 Oedin dan rekan-rekannya menghadiri Kongres Pemuda Indonesia I di Yogyakarta. Tujuan kongres itu adalah untuk menyatukan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka mendapat banyak rintangan di jalan karena gempuran oleh pasukan Belanda. Ketika itulah Oedin berhubungan dengan Soedirman yang waktu itu mewakili pemuda Muhammadiyah Purwakarta (Banyumas).

Balik ke Sumatra Barat, Oedin dan kawan-kawan aktif menyampaikan hasil kongres itu. Pada bulan Mei 1946 beliau dilantik oleh Residen Sumatra Barat, Dr. Jamil, menjadi Ketua Dewan Polisi Sumatra Barat. Awal Januari 1947 beliau diangkat menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mewakili Padang Pariaman. Beliau ikut dalam persidangan KNIP di Malang (1947). Ketika singgah di Yogyakarta Oedin bertemu lagi dengan Soedirman yang sudah menjadi Panglima Besar TNI. Sebagai anggota KNIP, beliau ditugaskan oleh Panglima Soedirman untuk mendapingin Mayjen Soeharjo dalam tugas-tugas kemasyarakatan. Kelak di suatu hari di Jakarta, Oedin bertemu secara tak sengaja di jalan dengan Jenderal Soedirman, yang kemudian mengajak sahabat lamanya itu mampir ke rumahnya.

Sampai tahun 1949 Oedin terlibat dalam berbagai kegiatan politik untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sumatra Barat dari rongrongan Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali. Pasca Aksi Polisionil Belanda yang gagal itu, aktifitas Oedin dalam kancah pemerintahan Sumatra Tengah cukup beragam. Beliau diangkat menjadi pegawai tinggi tingkat 2 dan kemudian patih yang diperbantukan pada Bupati Padang Pariaman (Januari 1950); patih Kabupaten Tanah Datar (Oktober 1950); Walikota Sawahlunto (Mei 1950); Bupati Kabupaten Inderagiri (Oktober 1952; Pjs Bupati Tanah Datar (Desember 1953); Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci (Oktober 1954) (sebelumnya direncanakan menjadi Bupati Kab. Tanah Datar, tapi tidak jadi).

Demikianlah kisah hidup Buya Oedein yang pernah menikah empat kali dan dikaruniai beberapa orang anak. Sewaktu bersekolah di SMP 3 Kuraitaji, saya akrab dengan salah seorang cucu beliau, Fadilah Afsar. Sering kami belajar bersama di rumah beliau di Rambai, Kurai Taji. Saya paling suka melihat-lihat koleksi buku beliau yang tersusun rapi di rak-rak di perpustakaan peribadi beliau.

Foto ini mungkin dibuat sekitar tahun 1970-an atau sebelumnya. Foto ini, beserta bahan-bahan lain untuk penulisan artikel ini bersumber dari dua keturunan beliau: Marindo Palar dan Fuad Afsar.

Buya Oedin meninggal di Jakarta pada 17 Juni 1984 dan dimakamkan di Perkuburan Tanah Kusir. Demikianlah riwayat singkat kehidupan seorang ‘pahlawan kecil’ yang telah ikut berjasa dalam mengisi kemerdekaan negeri ini. (Sumber foto: Marindo Palar, Jakarta). Suryadi – Leiden, Belanda.

Jumat, 15 Juli 2011

This is a happy family


Aku dengan ibu anak-anakku dengan kegembiraan yang lepas saat berekreasi di Hairos, Permainan Air di Medan. Mudah-mudahan keluarga ini senantiasa dalam BimbinganNya.

Inilah ibu anak-anakku, setelah aku melanglang buana dari hati ke hati, dari sayang ke sayang akhirnya Tuhan memberiku wanita yang sangat luar biasa. Sungguh suatu nikmat yang sangat sangat dan sangat patut disyukuri.


Inilah putra-putra generasi kami masa datang. Mudah-mudahan Allah swt senantiasa membimbing keluarga ini ke jalanNya dan Dia berkenan menjaga terus dan membimbing kami. Aaamieen.

Dengan ketangguhan dan kesabarannya serta kecintaannya dan kasih sayang diantara kami, mudah-mudahan Allah swt senantiasa membimbing dalam mengharungi hidup dan kehidupan yang sedang kami jalani ini.

3 women in my life



It's my mother, through me He comes on earth. Final memories with him was when he was hospitalized Pringadi Medan-North Sumatra. He "forced" Doctor to Doctor will operate upon my nose and replace it with his nose. I was a grade 4 elementary school, when he was summoned to Allah swt, owner. He is such a great woman dimataku. I love her very much.





When I was junior class II, I experienced what is called the "Falling in love". Though the story's end when the junior high, I decided. Just feeling happy, others are not. Strange, after 32 years feeling came back slowly, but surely. Not fair indeed. But here's the reality. I want to discard the feeling that this is not fair, but could not. She was a beautiful woman and very special in my view. The story of his life, into separate point for me. He is indeed remarkable.

Life is a mystery. Having friends and friends with a lot of female friends, I finally found my life partner, beloved wife. A woman who is extraordinary and very understanding. Through him, we gave birth to sons lives of our future generations. Patience in life with me, make me love her more. All my past could have been present, but being with my wife, my children, hopefully not disturbed. I love these three women with a feeling of affection which is of course different. It is not reasonable or ???????????

Jumat, 24 Juni 2011

SK/Urutan tahun pekerjaan buya Oedin

1. SK dari Bupati/Militer Padang Pariaman, 15 maret 1949 No. 2/BN/P.Pr/1949 sebagai nggota KNIP bertugas sebagai koordinator penerangan kabupaten pd.pariaman, penasehat politik pada bupati pd. pariaman
2. SK dari Gubernur Militer Sumatera Barat, 9 April 1949 No. 92/GM/Ist menguatkan SK Bupati di atas.
3. SK dari Gubernur Militer Sumatera Tengah, 12 Janyar 1950 No. UP.14/gast/K. diangkat menjadi pegawai tinggi tingkat II diperbantukan pada Bupati Pd. Pariaman
4. SK dari Gubernur Sumatera Tengah di Bukit tingi, tanggal 1 Pebruari 1950 no. UP-54/G/50 diangkat menjadi Patih yang diperbantukan pada bupati Padang Pariaman
5. SK dari Gubernur Sumatera Tengah 23 Oktober 1950 No. UP.1221/G/1950 dipindahkan jadi Patih ke kabupaten Tanah Datar.
6. SK dari Gubernur Sumatera Tengah 2 Mei 1950 diangkat menjadi walikota Sawahlunto
7. SK dari Gubernur Suatera Tengah 20 Mei 1950 No. UP332/G/PCp ????????
8. SK dari Menteri Dalam Negeri 23 Desember 1953 No. UP.23/27/26. Mewakili Bupati/Kepala Daerah Kabuoaten Tanah Datar Batu Sangkar.
9. SK dari Menteri Dalam Negeri 28 oktober 1952 No. UP. 7/13/5. diangkat menjadi Bupati/Kepala Daerah Kabupaten Inderagiri.
10. SK dari Menteri Dalam Negeri 6 oktober 1954 no. UP.7/14/34. dipindahkan menjadi Bupati/Kepala Daerah Kabupaten Tanah Datar di Batusangkar
11. SK dari Menteri Dalam Negeri 29 oktober 1954 no. UP.7/16/34. Kepindahan ke Kabupaten Tanah Datar dibatalkan, diganti ke Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci, Kawat Menteri Dalam Negeri tanggal 31 oktober 1954.

Catatan tambahan berdasarkan catatan Buya. Ditempat tugas akhir Beliau di PSK penderitaan Beliau cukup maksimal. Lebih banyak pahitnya ketimbang manisnya. Berkat pendidikan outodidak lewat tangan buya AR Sutan Mansyur Beliau tetap dapat bertahan. Persyarikatan Muhammadiyah telah menempa Beliau menjadi orang tahan banting. Di PSK pula pesta perkawinan AKBAR puteri sulung Beliau SAADAH OEDIN dengan ALI AFSAR. Disebut AKBAr karena semua masyarakat terlibat dari kelas pinggiran di kampung sampai pejabat ke pusat dan dari luar daerah turut berpartisipasi.

Jumat, 27 Mei 2011

Muhammadiyah (Kota Binjai)

Bab II

A. Gambaran Umum Masyarakat.
Masyarakat islam Binjai mempunyai sejarah panjang, karena apabila di tinjau dari sudut geografi, Binjai adalah salat satu daerah yang berada di kawasan Kabupaten Langkat, bahkan Binjai sebagai ibukotanya. Masyarakat binjai adalah masyarakat yang fanatic, patuh dan taat pada ajaran agamanya, serta kuat beribadah.
Jika ditinjau dari segi kebudayaan, maka penduduk daerah ini cenderung kepada kebuadayaan Arab, hal ini disebabkan besarnya pengaruh agama yang tertanam dalam jiwa masyarakat. Sehingga dapat dilihat pengaruh lagu-lagu Mesir dan Arab yang digemari betul di kalangan penduduk. Dalam setiap perhelatan seperti perkawinan atau khitan, kurang lengkap rasanya jika tidak disertai nyanyian qasidah dan bacaan barzanji.
Demikian juga dalam penggunaan alat music, maka alat music gambus adalah alat music utama yang mereka pergunakan karena alat tersebut didatangkan dari Arab. Biola, gitar dan alat lainnya yang didatangkan dari Barat adalah haram menurut mereka.
Kitab-kitab agama Islam, mulai dari hukum fiqh,c tassauf, ushuluddin dan sebagainya semuanya ditulis dalam tulisan Arab yang disebut dengan tulisan “Melayu” dan kitabnya disebut kitan “Jawi”. Semua itu lebih dikenal penduduk. Mereka tidak mempercayai kitab agama yang ditulis dengan huruf latin walau kitab tersebut lebuh jitu dari kitab yang ditulis dengan tulisan Arab.
Orang tua belum merasa lepas tanggung jawab kepada anaknya sebelum anaknya dapat membaca al Quran atau khatam Al quran, karena itu surau-surau, rumah-rumah penduduk selalu rmai terdengar suara anak anak membaca Al quran, sebab itulah masyarakat umumnya fasih lidahnya membaca huruf arab (al Quran).
Selanjutnya faham mereka tentangIslam menurut faham sebahagian besar pemeluknya yang penting sekali adalah untuk tuntunan akhirat, terutama tuntunan sewaktu mati dan sesudahnya. Sedikit sekali yang memahami dan mengerti, selain untuk tuntunan akhiraat, juga tuntunan untuk mencapai kehidupan dunia, apalagi sampai kepada memahami bahwa Islam sanggup menuntun umatnya dalam menyelesaikan urusan kenegaraan dan politik, karena fungsi social dalam Islam mereka artikan sangat terbatas sekali. Beginilah gambaran ringkas kondisi masyarakat Islam Binjai.
B.Kehadiran Muhammadiyah di Binjai.
Pada tahun 1929 menurut utusan kongres di Solo. Dimulai adanya Muhammadiyah daerah yang sebelumnya disebut Persatuan Muhammadiyah, kemudian diganti dengan kongres kecil daerah kemudian berganti dengan Confrentie Daerah, Tahun 1930 baru ada sebutan Muhammadiyah Daerah Pesisir Timur yang telah terdaftar cabang atau group sebanyak 12 cabang/group. Satu diantaranya adalah Binjai. Bangunnya Muhammadiyah di Binjai adalah atas usaha sdr. Abbas Hasan dengan 11 orang temannya, yang pada mulanya terpaksa menggabungkan diri sebagai anggota Muhammadiyah Cabang Medan. Telah dua kali dicoba untuk membangunkan Muhammadiyah tetapi gagal, barulah tatkala konsul sendiri Hr. M. Said datang ke Binjai yaitu pada tanggal 20 November 1930 resmilah berdirinya ranting Muhammadiyah dengan susunan pengurusnya : Ketua : Abbas Abisin, Penulis : M. Sabirin, Bendahari : Saidi Ibrahim. Pembantu St. Rajo Ameh , Ahmad Adam, Daridin st. Batuah, Muhammad Isa, Malin Kayo Jamil (Kakek Fauzi Arief), A. Manan Gadang , A. Manan Uban, Rabaini, Usman Jamil. Menurut penuturan beberapa tokoh yang sempat direkam pengajian tentang Muhammadiyah sudah ada sejak tahun 1929.
Gerak yang dilancarkan terus yaitu membangun sebuah sekolah yang bernama Wustha school yang dipimpin saudara Abbas Abisin dan Usman Kamun. Namun usia sekolah ini tidak lama, 22 Juli 1990/29 Zulhijjah 1410 H terjadi suatu peristiwa, tepatnya tanggal 9 Maret 1931 dimana Jaksa Kerapatan beserta seorang oppas memerintahkan kepada pengurus supaya sekolah Wustha Muhammadiyah ditutup.
Pada tahun 1933 dibuka pula HIS Met De Quran yang dipimpin saudara Sunedi.tanggal 28 Oktober 1936 terbitlah SK No. 596/B yang menetapkan Binjai menjadi cabang. Dan pada tahun itu juga Binjai menerima kehormatan sebagai tempat konfrensi Muhammadiyah Daerah Sumatera Timur ke VI.
Setelah konfrensi itu terasahlah gerak majunya Muhammadiyah dengan beraninya anggota berterang-terang mengakui dirinya anggota Muhammadiyah, tetapi rintangan dan cobaanpun semakin besar, sehingga peristiwa yang tidak dapat dilupakan ialah terbunuhnya seorang pencinta Muhammadiyah oleh seorang yang suka membusuk-busukan Muhammadiyah. Tetapi itupun diterima dengan rasa sabar dan tabah. Pada tahun 1936 atas inisiatip sdr.Sumowidigdo (Asisten Collecteur dan R. Admodipuro Hoofmantri O. R , dapatlah dibeli sebidang tanah, dan dibentuklah panitia yang diketuai oleh sdr. Admodipuro dan A. Yusuf dan selesai tahun 1937, tahun 1937 ini pula oleh Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dibangunlah sebuah mushalla, yang sekarang menjadi Mesjid Taqwa Muhammadiyah Cabang Binjai (tapi sejak tahun 2005 dikelola oleh Muhammadiyah Ranting Kartini, penyalin). Pembangunan ini disponsori oleh ibu Jamilah, Nurida dan Rosmah. Tak kurang jasa pemberian tanah tersebut bapak A. Yusuf yang memberikan pinjaman kepada Muhammadiyah sebagai pembayaran mula-mulanya. Pada tahun 1940, ditanah yang ada tersebut dibangunlah Sekolah Tsanawiyah. Pada waktu tersebut disamping membangun sekolah dan pendidikan, dibentuk pula Hizbul Wathan kepanduan dalam Muhammadiyah yang disponsori oleh sdr Harun St. Pamuncak dan tahun 1940 dibangun pula sekolah Muallimin/Muallimat oleh Al ustadz A. Halim Hasan, Abd. Rahim Haetamy, Zainal Arifin Abbas, HM Salim Fachri, T. Usman Husin, Rudtam Thaib dan M. Ridwan. Siswanya sebanyak +/- 200 orang. Sekolah tersebut berjalan selama 3 tahun. Pada tahun 1944 anak-anak yatim yang dipelihara PKU diserahkan kepada Al Washliyah. Selain mengembangkan amal usahanya, Muhammadiyah juga terus mengembangkan ranting-ranting. Ranting-ranting yang berdiri diantaranya
1.Ranting Bahorok dengan pimpinannya Mukmin, Husin, Dahlan Endah, Abdullah, Syuaib Ayyub.
2.Ranting Kebun Lada dengan pimpinannya Samsuddin, Thaib Jamil, Mhd. Simin, Abd. Latief, M. Saad Amin, Imong, M. Husin, Jemiran, Mansur, Jasad dan Abd. Jamil.
3.Ranting Tanjung Selamat disponsori oleh A. Rasyid dan
4.Ranting Selayang disponsori oleh Zulkahar.
Dari ranting-ranting yang berdiri, secara geografis ranting Kebun Lada,merupakan ranting terdekat dengan cabang Binjai, karenanya segala aktifitas cabang Binjai tidak dapat dipisahkan dengan Muhammadiyah Ranting Kebun Lada. Zaman pendudukan Jepang Muhammadiyah dipimpin oleh sdr. Rustam Thaib, Izuddin Qadir (orang tua Riswan Rika), A. Manan Sir, A. Gani Arsyad, Baharuddin Ali, Syahbuddin SS dan Alauddin Samah.
C.Muhammadiyah Binjai Paska Kemerdekaan
Sejak tahun 1967 , di jajaran PMW SU sudah ada 12 PMD termasuk satu diantaranya adalah Langkat/Binjai yang diketuai oleh Bachtiar Hasan. Periode ini 1968-1971. Darul arqam I tingkat wilayah diadakan 15-29 Agustus 1970 di kompleks Muhammadiyah cabang Kp. Dadap dari PMD Binjai/Langkat utusannya adalah Baharuddin Sukemi dan Taufiq Rahman Ya’cub.
Usai Muktamar Muhammadiyah ke 38 tahun 1971 di Ujung Pandang, maka Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan Musyawarah ke-4 tanggal 25-27 Desember 1971 bertempat dikompleks Muhammadiyah Cabang Binjai jalan KHA Dahlan Binjai. Musyawarah Muhammadiyah ke-4 ini dinilai lebih semarak dibandingkan dengan Musyawarah Wilayah I (Medan), II (Belawan) dan III (Padang Sidempuan). Pembukaannya diadakan di gedung bioskop RIA Binjai yang dihadiri oleh para pejabat tingkat I Sumatera Utara dan tingkat II Binjai/Langkat. Dari PP Muhammadiyah hadir Drs. M. Djasman.
Periode 1971-1974 Bachtiar Hasan masih dipercaya menjabat ketua PMD Langkat/Binjai,
PMD Langkat Binjai periode 75-78
Ketua : Bachtiar Hasan
Wakil Ketua : Arief Jamil
Wakil Ketua : H. M. Zein
Wakil Ketua : Taufiq Rahman
Sekretaris : Abd. Razak
Wakil Sek : Dasril Suar
Bendahara : NurdinHarun
Anggota : M. Zeis Parinduri
PMD Langkat Binjai periode 78-85
Ketua : Harmaini
Wakil : M. Zein
Wakil : M. Zeis Parinduri
Wakil : Taufiq Rahman
Sekretaris : Dasril Suar
Wakil : Yunis Anwar
Bendahara : Nurdin Harun
Anggota : Ismail Haryono
Tua Pohan
Dalam Musyda Langkat-Binjai Juli 1986 di Perguruan Melati Tandam Hulu (sekarang Jati Karya), terpilih sebagai ketua bapak Bakhtiar Hasan dan Eka Masarnold Yusia sebagai sekretaris. Anggota PMD lainnya adalah Taufik Rahman , Anwar Haitamy, Thamrin Ariadhi, Drs Ismail Haryono, MZ Parinduri BA, Nurdin Harun , H.Asmad Ali Akbar, Dasril Suar, A. Mukhtar Nasution , Drs A. Khaliq Arraya, Sufriadi Hasan Basri, Drs A. Khaliq , dan Syahril AY. Musyda Langkat-Binjai 1986 merupakan kelanjutan dari Muktamar ke 41 tgl 7 – 12 Desember 1985 di Surakarta dan dilanjutkan dengan Musywil Muhammadiyah ke 8 tgl 27 – 30 Mret 1986 di Kisaran.
Sedangkan pemisahan PDM Langkat dengan PDM Binjai, baru dijajaki dan dilaksanakan diakhir periode ini. Tahun 1988 dilaksanakan Musyda Langkat-Binjai di ranting Sungai Cabang, Cabang Secanggang, dan disanalah dirancang pembagian kedua Daerah, termasuk pembagian cabang-cabangnya. Pada waktu itu disepakati Daerah Langkat terdiri dari Cabang Stabat, Secanggang, Tanjung Pura dan Pangkalan Berandan. (Sekarang di Langkat sudah berdiri cabang-cabang baru seperti Padang Tualang, Besitang, Selesai dan Bahorok. Cabang Selesai mulanya masuk ke PDM Binjai dan berdiri tahun 1990, dan diserahkan ke PDM Langkat tahun 1992. Dan Cabang Bohorok berdiri tahun 2007). Sedangkan Daerah Binjai terdiri dari Cabang Binjai (Kota), Binjai Utara dan Sambirejo. (Dalam perkembangan selanjutnya berdiri cabang Binjai Timur thn dan Binjai Selatan thn ).
Musyda I (pertama) Muhammadiyah Kota Binjai dilaksanakan tahun 1989 di Cengkeh Turi. Dalam Musyda itu juga terpilih bpk Bakhtiar Hasan sebagai Ketua dan bpk As Adinata BA sebagai sekretaris. Anggota PDM lainnya adalah dr. H. Zulkarnaini Tala, Sufriadi Hasan Basri,
Musyda II PDM Kota Binjai merupakan Musyda bersama antara PDM Binjai dan PDM Langkat atau Musyda ke 7 PDM Lkt-Binjai dilaksanakan tanggal 10-11 Maret 1990 di Pangkalan Berandan, yang sekaligus juga merupakan pembagian secara resmi PDM Binjai dengan Langkat. Dalam Musyda ini tidak memilih Pimpinan, tapi hanya sebagai Musyda perpisahan. Pada Muktamar ke 42 Desember 1990 di Jogyakarta, kedua PDM sudah mengirimkan utusannya masing-masing.
Musyda III Kota Binjai dilaksanakan tanggal 26 – 28 Juli 1991 di Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai. Terpilih sebagai ketua bapak Taufik Rahman (alm) dengan sekretaris Ilham Khairi BA. Musyda III merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 42 Desember 1990 di Jogyakarta dan Musywil IX tahun 1991 di Padang Sidempuan.
Susunan PDM Kota Binjai periode 1990 – 1995 adalah :
Ketua : Taufiq Rahman
Wkl. Ketua I : Drs Ali Afsar
Wkl Ketua II : Sufriadi Hasan Basri
Wkl Ketua III : As Adinata BA
Sekretaris : Ilham Khairi BA
Wkl Sekretaris : Drs Yundiser
Wkl Sekretaris : Abdul Qodir
Bendahara : Drs H. Abdul Cholik
Anggota : Bachtiar Hasan
Nurdin Harun
A. Mukhtar Nasution
Drs Ismail Haryono
Drs A. Khaliq Arraya
Ketua-ketua majlis :
Ketua Majlis Tarjih : Bachtiar Hasan
Ketua Majlis Tabligh : A. Muchtar Nasution
Ketua Majlis Dikdasmen : Drs Ismail Haryono
Ketua Majlis Ekonomi : Nurdin Harun
Ketua Majlis MPK Sosial : Drs A. Khaliq Arraya
Ketua Majlis Pustaka : Drs Fuad Afsar
Ketua Majlis Kebudayaan : Zainal Arifin KS
Ketua Majlis MP Kesehatan : Dr HMS Gunawan
Ketua Badan Pend. Kader (BPK): Thamrin Ariadhie
Ketua LPPK (Lembaga Pemb.
Dan Pengawasan Keuangan): H. Muchtar BS
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : T. Syukri Muli
Ketua PCM Binjai Utara : M. Yusuf Bakar
Ketua PCM Sambirejo : H. Asmad Ali Akbar (alm)
Ketua PCM Selesai : Ngadimin
Musyda IV dilaksanakan 15 – 17 Maret 1996 di Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai. Terpilih sebagai sebagai ketua bpk Anwar Haitamy dan sekretarisnya Drs Yunizar Noor MPd Anggota PDM lainnya adalah As Adinata BA, H. Nurdin Harun, Ilham Khairi BA, Drs A. Khaliq Arraya, Sufriadi Hasan Basri BA, Drs Fuad Afsar, Zainal Abidin, T. Syukri Muli, Ishak Sutrisno, Abdul Rahman Ayun SH dan Drs Thamrin Ariadhie. Dalam periode ini dilakukan 3 kali resafel. Musyda IV merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 43 Juli 1995 di Banda Aceh dan Musywil IX Desember 1995 di Sibolga.
Adapun susunan PDM Kota Binjai periode 1995 – 2000 adalah :
Ketua : Drs Anwar Haitami
Wakil ketua : As Adinata BA
Wakil ketua : H. Nurdin Harun
Kordinator-kordinator :
Tajdid dan Tabligh : Ilham Khairi BA
Peng. SDM dan Kebudayaan : Ishak Sutrisno
Sosial Ekonomi : Zainal Abidin
Pendidikan : Drs A. Khaliq Arraya
Organisasi dan kelembagaan : Sufriadi Hasan Basri BA
External : Drs Thamrin Ariadhie
Sekretaris : Drs Yunizar Noor MPd
Wkl Sekretaris : Drs Fuad Afsar
Wkl Sekretaris : Abdul Rahman Ayun SH
Bendahara : Teuku Syukri Muli
Baru setahun kepengurusan ini dibulan Juni 1997 diresafel sbb :
Peng. SDM dan Kebudayaan : Zainal Abidin
Sosial Ekonomi : Drs Thamrin Ariadhie
Bendahara : Ishak Sutrisno
External : Teuku Syukri Muli
Diakhir Juli 1998 dilakukan resafel ke 2, dengan susunan sbb :
Ketua : Drs Anwar Haitami
Wakil ketua I : As Adinata BA
Wakil ketua II : Ilham Khairi BA
Wakil ketua III : H. Nurdin Harun
Wakil ketua IV : Zainal Abidin
Sekretaris : Abdul Rahman Ayun SH
Wkl Sekretaris I : Drs Yunizar Noor MPd
Wkl Sekretaris II : Drs A. Khaliq Arraya
Bendahara : Teuku Syukri Muli
Wakil Bendahara : Drs Fuad Afsar
Anggota Pimpinan : Ishak Sutrisno (alm)
Drs Thamrin Ariadhie
Sufriadi Hasan Basri BA
Resafel ke 3 dilaksanakan 8 Juni 1999
Ketua : Drs Anwar Haitami
Wakil ketua I : H. Nurdin Harun (alm)
Wakil ketua II : Sufriadi Hasan Basri BA
Sekretaris : As Adinata BA
Wkl Sekretaris I : Drs A. Khaliq Arraya
Wkl Sekretaris II : Drs Fuad Afsar
Bendahara : Teuku Syukri Muli
Anggota Pimpinan : Drs Thamrin Ariadhie
Ishak Sutrisno
Abdul Rahman Ayun SH
Ilham Khairi BA
Zainal Abidin
Drs Yunizar Noor MPd
Ketua-ketua Majlis :
1. Majlis Tarjih PPI : M. Yunus Pakih Sinaro
2. Majlis Tabligh : Drs H. Yundiser
3. Majlis Dikdasmen : Drs Abu Bakar ML, kemudian Drs HA Cholik
4. Majlis Ekonomi : H. Muhammad Hayyan
5. Majlis PKS : Drs Syahwan, kemudian mengundurkan diri dan kemudian wafat
6. Majlis Waqaf & Harbenda : Al Bukhari
7. Majlis Pustaka : Binta Maela SPd
8. Majlis Pembina Kesehatan : Dr Hj. Kamariyah, kemudian Ramli Naim BSc
9. Badan Pendidikan Kader : Sujarno BA
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : Mawardi
Ketua PCM Binjai Utara : Drs Abu Bakar ML
Ketua PCM Sambirejo : H. Asmad Ali Akbar (alm)
Ketua PCM Binjai Timur : Abdul Majid (alm)
Ketua-ketua PRM :
01. PRM Kartini (Cab. Binjai) : Irfan
02. PRM Tangsi : Syamsul Bahri
03. PRM Setia : Nazwar Anas
04. PRM Tanah Seribu : Saring
05. PRM Binjai Estate : Rakimin
06. PRM Bakti Karya : Jumingan
07. PRM Bandar Sinembah : Kasdi
08. PRM Namu Ukur Selatan : Paino
09. PRM Berngam : T.Syukri Muli
10. PRM Damai ( Binjai Utara) : Hasan Kodiran
11. PRM Jatinegara : Mukhtaruddin
12. PRM K.Lada/Pahlawan : Ali Akbar Batubara
13. PRM Tandam Hilir II : Ahmad Karsidik
14. PRM Jatikarya : Drs A. Khaliq Arraya
15. PRM Jati Makmur : Legimin Harjo
16. PRM Jati Utomo : Jemiin
17. PRM Payabakung (B Timur): Boimin Pama
18. PRM SM Rejo/Km 19 : Matnur Harahap
19. PRM Sei Semayang : Drs Dahlan Hasibuan
20. PRM Sambirejo(Cab.SbRejo): H.Nahrowi
21. PRM Kwala Begumit : Wagiman
22. PRM Sendang Rejo : Kemiran
23. PRM Cengkeh Turi : M. Siddik
24. PRM Sidomulyo : Rahmat Harahap
Musyda V dilaksanakan 27-28 Januari 2001 di ranting Bakti Karya cabang Binjai Selatan, dengan ketua terpilih bpk As Adinata BA (46 suara). Anggota lainnya adalah Sujarno BA (41), H.Nurdin Harun, alm (36), Drs Fuad Afsar (35), Sufriadi Hasan Basri BA (35), Drs Abu Bakar ML (31), Ilham Khairi BA (27), Dasril Suar (25) dan Drs H. Baharuddin R (22 suara). Musyda V merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 44 bln Juli 2000 di Jakarta dan Musywil X Desember 2000 di Binjai. Inilah Musywil yang cukup sukses, dimana Panitia beruntung sekitar Rp 10 juta. Musywil sebelumnya selalu rugi (kata PWM SU). Dalam Musywil ini juga dihadiri oleh bpk Prof DR HM Amin Rais yang waktu itu sedang berkunjung ke Sumut.
Adapun susunan PDM periode 2000 – 2005 adalah :
Ketua : As Adinata BA
Wakil ketua : H. Nurdin Harun
Wakil ketua : Drs Abu Bakar ML
Wakil ketua : Sufriadi Hasan Basri BA
Sekretaris : Dasril Suar
Wkl Sekretaris : Sujarno BA
Wkl Sekretaris : Drs Fuad Afsar
Bendahara : Drs H. Baharuddin R
Wk Bendahara : Ilham Khairi BA
Adapun para ketua Majlis adalah :
1. Majlis Tarjih PPI : M. Yunus Pakih Sinaro
2. Majlis Tabligh : Drs Anwar Haitami, kemudian diganti Ilham Khairi BA
3. Majlis Dikdasmen : Drs Hendra Jones.
4. Majlis Ekonomi : Sarbaini BM Nasir, kemudian mengundurkan diri
5. Majlis PKS : Drs Syahwan, kemudian mengundurkan diri, dan wafat thn 2004 ?
6. Majlis Waqaf & Harbenda : Binta Maela SPd
7. Majlis Pustaka :
8. Majlis Pembina Kesehatan : Dr A. Yusmadi Yusuf
9. Majlis Pendidikan Kader SDI : Drs Thamrin Ariadhie
10. Lembaga Seni dan Budaya : Muh. Arifin R
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : T. Syukri Muli
Ketua PCM Binjai Utara : Drs Abdul Khalik Arraya
Ketua PCM Sambirejo : Drs Titis Kardianto
Ketua PCM Binjai Timur : Drs H. Supono
Ketua PCM Binjai Selatan : Jumingan
Musyda VI dilaksanakan Maret 2006 di Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai, dengan ketua terpilih bpk H. Nurdin Harun dan Binta Maela SPd sebagai sekretaris. Anggota PDM lainnya adalah Hajar Aswadi MA, Drs A.Khaliq Arraya, Sufriadi Hasan Basri, Drs Niswansyah, Drs Hendra Jones, Drs Sudiono, danIlham Khairi BA. Kemudian disepakati menambah 2 pimpinan tambahan
Yaitu Khairil Anwar SPd dan Drs Syamsu Rizal. Musyda VI ini merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 45 tgl 3-8 Juli 2005 di Malang (Jatim) dan Musywil XI Desember 2005 di Pematang Siantar.
Dalam perkembangan selanjutnya karena H. Nurdin Harun meninggal dunia tanggal 2 Nopember 2007, maka dipilihlah Drs A. Khaliq Arraya sebagai Ketua.
Adapun susunan PDM periode 2005 – 2010 adalah :
Ketua : H. Nurdin Harun
Wakil ketua : Azar Aswadi MA
Wakil ketua : Drs A. Khaliq Arraya
Wakil ketua : Drs Hendra Jones
Wakil ketua : Ilham Khairi BA
Sekretaris : Binta Maela SPd
Wkl Sekretaris : Khairil Anwar SPd
Wkl Sekretaris : Syamsu Rizal SPd
Bendahara : Sudiono SE
Anggota PDM : Sufriadi Hasan Basri BA
Drs Niswansyah
Setelah wafatnya H. Nurdin Harun tanggal 2 Nopember 2007, maka diadakan resafel :
Ketua : Drs A. Khaliq Arraya
Wakil ketua : Drs Niswansyah
Wakil ketua : Drs Hendra Jones
Wakil ketua : Ilham Khairi BA
Sekretaris : Binta Maela SPd
Wkl Sekretaris : Khairil Anwar SPd
Wkl Sekretaris : Syamsu Rizal SPd
Bendahara : Sudiono SE
Anggota PDM : Azar Aswadi MA
Sufriadi Hasan Basri BA
Adapun para Ketua Majlis adalah :
1. Majlis Tarjih & Tajdid : Sufriadi Hasan Basri BA
2. Majlis Tabligh : Drs Niswansyah, kemudian diganti Nur Ahmad Farid
3. Majlis Dikdasmen : Drs H. Yundiser
4. Majlis Ekonomi : Agam Zulkarnaen SE
5. Majlis MPKM : Hj. Mahyunas
6. Majlis Waqaf & Harbenda : Drs Kasmir M.Noor
7. Majlis Pustaka : Drs Fuad Afsar
9. Majlis Pendidikan Kader SDI : Paiman, kemudian digantikan Trio Pahlawan
Ketua-ketua PCM
Ketua PCM Binjai : Nazwar Anas
Ketua PCM Binjai Utara : Fauzi Rahman
Ketua PCM Sambirejo : Satiman S.Sos
Ketua PCM Binjai Timur : Drs H. Supono
Ketua PCM Binjai Selatan : Jumingan
Musyda VII dilaksanakan tanggal 4 – 6 Maret 2011 di Komplek Muhammadiyah/Perguruan Muhammadiyah Cabang Binjai Utara. Musyda VII merupakan kelanjutan dari Muktamar Muhammadiyah ke 46 tgl 3 – 8 Juli 2010 di Jogyakarta dan Musywil XI 06 – 09 Januari 2011 di Medan. Terpilih 9 unsur Pimpinan adalah Azar Aswadi, MAg, Drs. Niswansyah, Drs. Syamsurizal, Bintamaela SPd, Ilham Khairi, SPdI, As Adinata SPdI, Sudiono SE, Fauzi Rahman Lubis, dan Trio Pahlawan ST.
Pimpinan Cabang yang sudah melaksanakan Musyawarah Cabang ada tiga (3) cabang yakni Cabang Binjai Utara, Cabang Binjai Selatan dan Cabang Binjai Timur. Terpilih sebagai Pimpinannya adalah :
1. PCM Binjai Utara
Ketua : Drs. H. Kashmir M. Nur
Anggota-amggota : Bukhari Sag
Juriadi Sag, SPdI
Tulus Sarju
Sunarto Sag
Ali Akbar Batubara
Rahmat SPd
M. Nuh
Drs. Fuad Afsar
2. PCM Binjai Timur
Ketua : Drs. H. Supono
Anggota-anggota : M. Anis Sregar
Rubianto SPd
Drs. Basiran Basri
Syahlan
Syamsul Masri
Drs. Khalidin Musa
3. PCM Binjai Selatan
Ketua : Saring
Angota-anggota :Mara Alam Siregar
Salmaruddin Gultom
Yuliardi SKM
Jumingan
Zulkarnarnaen Lubis
Syamsul Azhar
Paino
Sarifudin Lubis

Dalam usianya yang sudah memasuki 100 tahun menurut penanggalan kalender Islam/ Hijriyah, persebaran Muhammadiyah di Binjai saat ini sangat menggembirakan. Dari 5 kecamatan yang ada di Binjai, paling tidak empat
kecamatan yang disebut Cabang sudah ada di Binjai.
Tidak hanya dalam wilayah pemerintahan Binjai, Muhammadiyah Binjai juga membawahi atau membina Muhammadiyah yang daerahnya pemerintahannya masuk daerah lain seperti Langkat dan Deliserdang. Dalam pemerintahan Kabupaten Langkat, Muhammadiyah Binjai membina Muhammadiyah Cabang Sambirejo. Daerah Muhammadiyah binaannya antara lain Sendangrejo, Sambirejo, Kuala Begumit. Namu Ukur Selatan. Sedangkn daerah pemerintahan Deli Serdang, Muhammadiyah binaannya antara lain Daerah Tanjung Anom (Binaan Muhammadiyah Binjai Utara), Sementara Muhammadiyah Binjai Timur daerah biaannya yang masuk Deli Serdang antara lain Sumber Melati Diski.masing-masing Cabang memiliki amal usaha yang menjadi pendukung gerak lajunya Persyarikatan ini dan menjadi sumber pengkaderan. Untit-unit amal usaha tersebut mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah (SD, SMP, SMA) serta balai pengobatan dan rumah sakit.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops