Lencana Facebook

Senin, 08 November 2010

Kekuasaan yang menolong

Allah swt berfirman dalam Al Quran surat Al Isra’ ayat 80 yang artinya :

"Dan Katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong".
Ayat di atas senantiasa mengingatkan manusia jika mendapatkan kekuasaaan hendaknya menjadikannya sebagai doa. Kekuasaan yang menolong tentu saja kekuasaan yang membawa keberkahan, kebaikan, keselamatan dan kesejahteraan segenap warga, tidak saja yang pro, termasuk juga kepada yang kontra.
Sebuah kekuasaan yang kalau dilihat dari perspektif zaman modern ini, ia akan mengambil bentuk dalam format kekuasaan yang adil, terbuka dan demokratis. Kekuasaan yang demikianlah yang akan mampu membangkitkan harapan dan membentangkan kepercayaan yang luas dari ummat atau warga. Kekuasaan yang terjauh dari sikap arogansi, ketertutupan, kezaliman dan tirani.
Bagi setiap orang yang dikaruniai kekuasaan, hendaknya ia selalu bersikap rendah hati (tawadhu’), tahu diri (introspeksi) bahwa kekuasaan yang sedang singgah di tangannya hanyalah Amanah dari Allah swt, bukan milik pribadi. Karena itu usia sebuah kekuasaan selalu lebih pendek dari yang diperkirakan manusia.
Sungguhpun demikian, selalu saja terjadi ironi dalam kekuasaan itu, antara lain bila kekuasaan itu sudah di tangan, membuat orang yang memegangnya begitu cepat mabuk dan lupa diri. Orang lebih sering menikmati kekuasaan sebagai milik mutlak pribadinya dari pada sebagai Amanah dari Allah swt. Jika saja seseorang menyadari benar bahwa kekuasaan yang dititipkan Allah swt kepada yang bersangkutan pada hakikatnya “untuk menolong” masyarakat, tentu orang itu tidak akan mudah memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri.
Allah swt berfirman dalam Al quran surat Al Mukminun ayat 8 yang artinya :

"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya".

Dilanjutkan dengan FirmanNya disurat yang sama ayat 10-11 :

10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,

11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.

Karena itulah Nabi Muhammad saw pernah mengingatkan ummatnya supaya melihat kekuasaan sama, misalnya dengan melihat bangkai yang menjijikan. Maksudnya agar semua orang dapat bersikap ekstra hati-hati. Misalnya tidak mudah tergoda atau terpesona oleh daya tariknya sekali kekuasaan itu mengasyikan maka pada waktu yang bersamaan iapun telah siap untuk bau. Bagai bangkai di sisa hidupnya.
Karenanya tidaklah mengherankan, bia seseorang di awal kekuasaannya adil, terbuka dan demokratis, tetapi lama kelamaan justru bersikap represip, zalim dan tirani, semua itu dia lakukan tidak lain demi mempertahankan kekuasaan agar yang sedang digenggam itu tidak jatuh ke tangan orang lain. Sejarah kekuasaan di planet bumi ini selalu seperti itu, yakni pola mempertahankan diri di menara gading kekuasaan.
Andai setiap orang yang memegang kwkuasaan menyadari hakekat kekuasaan semata-mata bagaikan mandi di pancuran, bergiliran, tidak akan ada yang berdusta, berbohong atau sampai menggunakan meriam, tank atau bom atau bahkan mengerahkan pasukan berani mati demi mempertahankan kekuasaannya. Jika memperolehnya secara illegal, begitu pula menggunakannya serta mempertahankannya, alangkah nistanya harga diri seorang penguasa.


Kekuasaan itu betapapun kuat dan hebatnya, pasti akan hancur juga seiring dengan perputaran zaman, dan selalu akan digantikan oleh kekuasaan lainnya. Bias lebih baik dari pendahulunya dan itulah doa dan harapan kita. Tak ada salahnya bila orang orang tua berpesan dengan sangat sederhana, “jika ingin jatuh, jatuhhlah seperti kueni, tidak seperti nangka”.
Jadi kalau sadar akan hal ini, semestinya setiap penguasa siapapun dia, pasti akan berlomba-lomba memaknai kekuasaannya sebagai bagian dari tanggung jawab keimanannya kepada Allah swt untuk menolong ummat manusia dan warga. Kekuasaan yang mampu memberikan kepada mereka apa yang menjadi hak-hak mereka dan menahan dari mereka apa-apa yang bukan hak dan beban mereka. Itu sajalah kekuasaan yang dapat menolong. Selebihnya…………..?. Justru akan menjadi beban, baik sekarang maupun akan datang.
Allah swt berfirman dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 26 :
26. Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Pada akhirnya, mengupayakan sebuah kekuasaan yang dapat menolong adalah sebuah keharusan. Keharusan mana baru akan klop dan tercapai jika ada pula pihak yang dengan suka rela menolong, berarti sama dengan menyelamatkan sebuah upaya penyelamatan kemanusiaan yang dimiliki para warga. Disinilah letak tanggung jawab seorang yang memiliki nurani murni, bukan karena memberi sedikit dan mengharap banyak. Sesuatu yang berawal dari keikhlasan maka iapun akan bermuara pada kedamaian dan ketentraman bagi smua. Insya allah.

Binjai, Zulkaedah 431 H

Minggu, 07 November 2010

Bonus dari Sunnah

Suatu ketika Rasulullah saw sedang duduk bareng dengan sahabat, tiba-tiba muncul serombongan suku Mudhor dengan penampilan yang memprihatinkan, pakaian compang camping, wajah lesu tak memiliki gairah hidup, gambaran dari kepapaan dan kemiskinan. Setelah menerima kehadiran kafilah tadi, maka Rasulpun mengajak sahabat duduk untuk mengumpulkan bantuan bagi meringankan beban serta penderitaan sesama Muslim. Sampai akhirnya tidak seorangpun yang tidak terlibat dalam acara gerakan amal saleh (gas) itu.
Dengan wajah berseri, Rasul saw kemudian memberi arahan “Siapa saja yang memberi contoh prilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapat pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala dari sejumlah orang yang meniru perbuatannya itu tanpa mengurangi pahala bagian si peniru. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh prilaku yang jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu, sekaligus juga akan menuai dosa tambahandari setiap peniru perbuatannya”. Hadits riwayat Muslim dari Jarir bin Abdullah. Kalimat asli dari uraian itu adalah “Man sanna fil islami sunnatan hasanatan”. Sanna bermakna kebiasaan, tradisi, pelaku pertama. Kemudian dalam keseharian sering kita mendengar kata Sunnat dan Sunnah.
Kata Sunat dalam perbendaharaan kita biasa difahami sunat Rasul atau khitan dan bisa juga hukum pelaksanaan dari suatu ibadah/ kebaikan. Sementara “Sunnah” perlakuan yang dianggap baik oleh Nabi saw dan kemudian dijadikan Beliau sebagai perilaku di sepanjang hayatnya. Kata Sunnah itu kemudian difahami secara sderhana dengan tradisi hidup Nabi saw.
Tentang tawsiyah “Siapa saja yang memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam” mengandung makna, penggagas suatu aktifitas yang belum ada sebelumnya, tidak bertentangan dengan roh ajaran Islam dan penggagas itu adalah Muslim, bukan yang berkaitan dengan suatu Ibadah yang telah memiliki acuan yang pasti. Rasanya kita perlu bertanya, siapakah penemu tempe, tahu, tape, peternakan lebah, system okulasi, system pen cangkokan dan seterusnya dimana penemuan mereka sudah banyak memberi manfaat dan mashlahat bagi kehidupan umat. Disamping mereka sendiri sudah mengambil manfaat dari penemuannya, nereka juga akan menuai pahala dari generasi pelestari dan pemanfaatnya.
Firman Allah dalam Al Quran surat An Nahl ayat 97 yang artinya:

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[ dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".

Sayang sekali jika penemu itu tidak seorang Muslim yang ia dapati hanya “Nama” tanpa lampiran pahala. Selanjutnya “Waman sanaa fil Islami sunnatan sayyiatan” dan siapa saja yang pertama kali memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, orang yang pertama menggagas sesuatu yang menurut Islam dilarang, maka dosa yang akan ia terima termasuk dosa “bonus” dari para pelaku yang meniru hingga hari akhir.
Jika misalnya seseorang perancang pakaian “orang miskin” yang jelas-jelas pemakainya berpakaian tapi seolah tidak berbusana, kemudian disukai oleh para yang suka, lantas siperancang memahami bahwa rancangannya salah lalu ia bertobat dan menyesal maka dosanya waktu merancang telah dimaafkan Allah swt. Tapi bagaimana dengan hasil karya yang terlanjur bertabur di masyarakat ? Sipenggagas belum sempat bertaubat ?. Bagaimana pula dengan perancang tarian erotis, goyang gergaji, goyang ngebor misalnya. Begitu pula dengan seorang tokoh agama yang bersalah mengeluarkan fatwa, mengatakan halal padahal ada dalil mengharamkan, mengatakan khilafiyah, padahal tidak ada dalil. Sebab maksud khilafiyah itu adalah suatu dalil apakah itu ayat atau hadist yang penafsirannya sangat memungkinkan untuk lebih dari satu. Hal ini sangat dimungkinkan karena kekayaan dari makna bahasa Arab itu sendiri. Tapi sesuatu yang tidak punya dalil, kemudian dikatakan khilafiyah, tentu akibatnya sangat runyam.
Bila seorang ahli kesehatan, apakah itu alumni sekolahan atau hanya sekedar tradisionil.salah praktek, maka resikonya hanya mengakibatkan cacat seumur hidup atau meninggal. Namun jika seorang penggagas tradisi salah, maka yang akan dipanennya adalah murka Allah swt.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan :
1. Betapa Islam sangat menghargai seorang penggagas sesuatu yang bermanfaat bagi kemashlahatan umat dan betapa pula Islam mencela seseorang yang mengaku Ihsan, namun hanya berpikiran sesaat.
2. Betapa Islam “memanjakan” fikiran seseorang manusia dalam merenung mencari ide dan kenyataannya itu tidak keluar dari jalur yang telah ditetapkan oleh pencipta manusia itu sendiri.
3. Sudahkan ada gagasan yang kita lahirkan sepanjang perjalanan hidup kita baik dalam ruang lingkup yang paling kecil sekalipun, misalkan untuk putra putrid kita.
4. Termasuk manusia yang paling baik, jika orang lain dapat merasakan makna kehadirannya dalam hidup ini, dan makna itu akan tetap pula dinikmati meski jasad dan roh telah kembali ke asalnya.
5. Betapa Allah swt dan RasulNyua memandu kita untuk berbuat lebih lama dan lebih panjang dari jatah usia kita sendiri. Hendaknya kearah ini kita berpacu.


Binjai, awal Zulkaedah 1431 H
Drs. Fuad
Guru SMP Muhammadiyah 12 Binjai.
Email : Adek_Afsar@yahoo.com

Jumat, 05 November 2010

Din Syamsuddin dan Buya Risman Mukhtar, di Binjai


Beberapa waktu lalu, Ketua PP Muhammadiyah Bapak Prof. Dr. H. Dien Syamsuddin, MA berkenan singgah ke Komplek Gedung Dakwah PDM Kota Binjai da- lam rangka shilaturrahiem dengan keluarga besar Muhammadiyah Kota Binjai. Dalam tausiyah singkatnya, Beliau menyatakan rasa syukurnya dapat hadir di tengah-tengah warga Muhammadiyah kota Binjai mengingatkan sudah 2 kali PDM Binjai mengharap kan kehadiran Beliau tapi baru kali ini dapat terwujud. Beliau juga mengingatkan seluruh warga Muhammadiyah untuk tetap istiqamah bermuhammadiyah dan siap meramaikan Yogyakarta dalam rangka Muktamar 1 Abad Muhammadiyah. Dalam tausiyah lainnya, Pak Dien juga memperkenalkan kepada warga Muhammadiyah kota Binjai, adik Beliau yang akan maju dalam Pemilu kada Binjai, yakni Ir. H. Meutya Viada Hafid, mantan reporter Metro TV. Beliau juga mengingatkan bahwa secara organisasi Muhammadiyah haram hukumnya dukung mendukung calon. Setelah sholat jum’at di mesjid taqwa muhammadiyah di ranting cengkehturi, Beliau masih menyempatkan beramah tamah dengan pengurus PD Muhammadiyah Kota Binjai di rumah Ir. Irwan Yusuf, Ketua DPD PAN Binjai yang juga mantan ketua PD Pemuda Muhammadiyah Binjai..
Kehadiran Bapak Prof. Dr. H. Dien Syamsuddin, MA ke Binjai atas undangan Panitia Pelaksana Tabligh Akbar yang di panitiai oleh Angkatan Muda Muhammadiyah khususnya PD Pemuda Muhammadiyah bekerja sama dengan Pasangan Calon Walikota Binjai H. Dhani Setiawan Isma, S.Sos dan Ir. Hj. Meutya Viada Hafid. Tabligh akbar bertema Pererat Ukhuwah, Wujudkan Pemilukada Binjai Tahun 2010 Secara Damai dilaksanakan Bakda Jumat bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Binjai. Dalam bagian tausiyahnya Beliau mengajak seluruh yang berhadir, khusunya warga dan simpatisan per syarikatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam rangka Pemilukada Binjai tersebut. Acara yang digelar pada hari jumat tersebut cukup mendapat antusias masyarakat khusus nya dari warga Persyarikatan.
Besok malamnya, Buya Risman Mukhtar berkenan pula hadir ke Binjai. Kehadir an Beliau di Binjai disela-sela Muktamar Partai Bulan Bintang III di Hotel Tiara Medan selaku peninjau. Buya Risman Mukhtar sekretaris MTDK PP Muhammadiyah dalam tausiyah silaturahimnya menyatakan rasa syukurnya karena dapat hadir di tengah-tengah warga Persyarikatan dan mengingatkan perlunya meningkatkan komitmen bermuhammadiyah secara ikhlas. Muhammadiyah adalah ladang beramal. Semua warga persyarikatan wajib mengawal Muhammadiyah yang sudah berusia 100 tahun dari rongrongan faham-faham yang menyalahi garis aturan yang telah baku di Persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tabligh Beliau juga mengingatkan bahwa kehadiran majalah Tabligh bertujuan hanya dua, membendung ghazwul fikri dan membuka kedok-kedok kristenisasi. Dari manapun datangnya penyimpangan pola pikir yang tidak sesuai dengan garisan Persyarikatan, majalah Tabligh akan meluruskannya. Ketegasan tersebut Beliau sampaikan menjawab pertanyaan salah seorang audiens yakni Bp. As Adinata S.PdI, Beliau wakil ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara yang berdomisili di Binjai. Acara yang digelar bakda maqrib dan diteruskan bakda isya, membawa wawasan baru, pencerahan bagi warga persyarikatan. Beliau juga mengingatkan utusan Muktamar 1 Abad Muhammadiyah untuk turut mengawal Muhammadiyah dengan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas, dengan tidak memilih orang-orang berfaham liberal. Karena ada indikasi di kalangan Persyarikatan untuk menyederhanakan masalah faham liberal ini.

Minggu, 31 Oktober 2010

Kalau Allah yang Membalas

Firman Allah swt, “Hal jaza ul ihsani illal ihsan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula”. Pernyataan itu tercantum dalam al quran surat Ar Rahman ayat 60. sementara Rasulullah saw bersabda yang artinya “Dan Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba itu menolong saudaranya”. Hadits ini diriwayat

Kan oleh Imam Muslim.

Kedua potongan landasan keislaman di atas telah dapat dirasakan oleh pak Shodiq. Orang yang dari masa muda telah aktip pada Remaja Mesjid berlanjut pada pengkaderan organisasi kepemudaan lainnya yang pada akhirnya melemparkannya kepada beberapa posisi, bahkan antar Departemen di Republok tercinta ini, meski tidak dipertanggung jawabkan oleh kas Negara, malah ia yang ikut berpartisipasi mengisi kas Negara.

Betapa tidak. Pak Sodiq dengan modal sedikit pendidikan agama, di lingkungan dimana ia tinggal diangkat sebagai tuan kadi, ketua stm, ketua bkm, sementara di sisi lain iapun menjabat sebagai kepala lingkungan yang sekaligus profesi hariannya sebagai supir beca mesin. Pak sodiq dengan demikian telah berkiprah pada Departemen Agama, Departemen Dalam Negeri dan juga sekaligus Departemen Perhubungan.

Posisinya itu lebih banyak fungsi sosial ketimbang keuntungan material, namun itu ia tekuni dengan aneka dukalaranya. Sementara sang isteri tercinta bertugas sebagai guru SD sekaligus Kepala pda Perguruan Swasta yang mesti masuk setiap hari, dengan motto,anak sakit ditinggalkan, tapi jika murid sakit diantarkan baik ke puskesmas maupun ke rumah orang tuanya.

Lima belas tahun sejak jabatanya yang tumpang tindih ia jalani, kini ia telah mengecap hasilnya. Anak pertama sebagai alumni dari fakultas tehnik pada perguruan tinggi negeri, begitu tiga bulan masa percobaan dari sebuah perusahaan telekomunikasi , diberikan satu unit kenderaan roda empat sebagai kenderaan dinas. Anak kedua yang mengikuti jejak ibunya sebagai guru, baru dua minggu diwisuda, karena jiran guru yang naik haji, maka sang anak diminta sebagai pengganti. Dengan janji kelak si anak diusulkan untuk memegang bidang studi sang ibu hajjah sebagian. Anak ketiga dengan modal hamper nol rupiah, dapat mengikuti akademi salah satu angkatan, dimana dalam waktu dekat sudah pula akan diwisuda. Dari empat orang zuriyatnya, hanya tinggal satu lagi puteri yang masih duduk pada jenjang SMA.

Apa yang dapat kita petik dari pergultan nasib Pak Sodiq. Untuk masa sekarang ini, di masyarakat lingkungan ia termasuk diacungi jempol dalam urusan keberhasilan mendidik anak, apalagi bila dikaitkan dengan penghasilan perbulannya yang bertugas pada tiga departemen sekaligus, namun tidak satupun yang dapat memberi penghasilam secara pasti, baik tanggal maupun nominal.

Dari kacamata agama, dua dalil di atas akan tetap bias dipakai sampai dunia ini kembali digulung pemiliknya. Bahwa siapa yang menabur benih dengan penuh ke ikhlasan, dia pasti akan menuaipanen di luar perkiraan. Bahwa siapa yang bergerak membantu serta memikirkan nasib orang banyak, maka yang punya orang banyak itu, yakni Allah swt pasti pula akan menolong.

Kenyataan yang dirasakan Pak Sodiq saat ini adalah perpaduan antara ayat-ayat qur’aniyah dengan ayat-ayat kauniyah (fakta alamiyah). Dari zaman dahulu hukum itu telah berlaku, sampai kini dan nanti. Hanya saja diperlukan sebuah keyakinan dan tekad, hal mana saat ini agak susah kita dapat. Kita saat sekarang ini lebih banyak berniat serta bertekad berdasarkan kepentingan. Menolong mendekat karena telah ditanam niat akan beroleh sesuatu dalam waktu dekat. Padahal yang kita tolong belum tentu ingat, apalagi merasa berhutang keringat.

Ketika sebuah niat dan tekad kita awali , bahwa harus memang berbuat sedemikian rupa, Yang Maha Kuasalah penilainya dan dari Dia jugalah pemberi imbalannya, karena Dia Maha Kaya, maka bias saja ia membei imbalan dari berbagai jalan yang tidak pernah kita bayangkan. Berani coba……….?

Binjai, Oktober 2010

Kebusukan-kebusukan Yahudi

Jika dilihat dari silsilah garis keturunan bangsa Yahudi berasal dari nabi Ibrahim as (menurut literature sejarah) Bapak Bangsa. Moyang suku-suku bani Israil adalah Nabi Ibrahim as, Ishak as, Ya’kub as beserta ke duabelas puteranya. Dalam kitab suci perjanjian lama atau bible, Ibrahim berarti bapak bangsa berasal dari Ur Chaldaim (Mesopotania, Irak), dipanggil oleh Tuhan (Kejadian 12), agar pindah ke Palestina beserta isterinya Sarah. Ibrahim berputera dua orang yakni Ishaq dan Ismail. Ishak dalam kitab perjanjian lama disebut juga Isaak dikenal sebagai bapak bangsa kedua berputera dua orang yakni Esau (Edom) dan Ya’kub yang memiliki putera 12 orang tercatat sebagai 12 suku bangsa Yahudi atau Israel. Perihal Ishak putera Ibrahim dari Sarah dan Ishak berputera Ya’kub termaktub dalam al qur’an :



71. dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu Dia tersenyum, Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.

Nama Yahudi tepatnya diambil dari nama putera keempat Ya’kub as yakni Jehuda. Dalam literature al qur’an banyak dijumpai kebusukan-kebusukan Yahudi. Secara ringkas kebusukan Yahudi antara lain :

1. Yahudi senantiasa menyalahi janji. Hal ini diisyaratkan dalam al quran surat Al Baqarah 83


83. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dari ayat tersebut dapat difahami bahwa salah satu tabiat sebagian besar Yahudi adalah menyalahi janji, baik janji kepada Allah swt, maupun janji kepada Nabi/Rasul dan janji kepada sesame manusia.

2. Yahudi selalu melanggar peraturan, menghalalkan yang haram, hal ini diisyaratkan dalam al quran surat Al A’raf 163


163. dan Tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka Berlaku fasik.


Menurut mufassirin, hari Sabtu adalah hari larangan bagi orang-orang Yahudi untuk beraktifitas, karena cobaan banyaknya ikan, perjanjian yang telah disepakati mereka langgar dan mereka menganggap hal itu adalah hal yang lumrah jadi halal. Dari uraian ayat diatas kelihatan jelas bahwa bangsa Yahudi sebahagian besar menyalahi janji yang telah disepakati.

3. Yahudi senantiasa mengengkari yang benar (Al Haq), egoistis dan dengki, hal ini diisyaratkan oleh Al Quran surat Al Baqarah 89-90.



89. dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la'nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
90. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

Dari ayat di atas jelas bahwa kedatangan Rasulullah saw seperti yang disinyalir ayat di atas diengkari oleh orang-orang yahudi walaupu isyarat demikian telah mereka ketahui lewat kitab sucinya, Taurat. Hal ini disebabkan karena mereka merasa benar sendiri, dengki (hasad) terhadap kelebihan-kelebihan orang lain


4. Yahudi menentang kitab Allah, mengerjakan sihir dan diombang-ambingkan syaitan. Hal ini dapat dipahami dari firman Allah dalam surat Al Baqarah 101-102


101. dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
102. dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.


5. Yahudi dipengaruhi oleh kehidupan dunia, cinta harta benda dan enggan berjuang. Hal ini diisyaratkan oleh Firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah 96.

96. dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.

6. Yahudi memiliki kelakuan sangat buruk terhadap Allah sekalipun, memusuhi malaikat dan membunuh para nabi. Hal ini diisyaratkan oledalam al quran surat Ali Imran 181-182.

181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan Kami kaya". Kami akan mencatat Perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar".
182. (azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak Menganiaya hamba-hamba-Nya.

Dari beberapa kebusukan Yahudi yang disinyalir alquran di atas, apa yang dialami oleh bangsa Yahudi dapat dimbil pelajaran yang tersirat. Literature sejarah mencatat keberadaan Yahudi kembali terkuak masa Firaun memerintah Mesir. Khususnya masa-masa mendekati nabi Musa as. Ahli nujum Firaun memberikan sinyal bahwa kejayaannya kelak akan berakhir ditangan lelaki keturunan Bani Israil. Firaun yang yakin akan isyarat ahli nujumnya menginstruksikan setiap bayi laki-laki yang baru lahir wajib dibunuh. Tercatat 6000 bayi bani israil yang tidak tahu apa-apa harus mati demi kelanggengan kerajaan Firaun. Karena kezhaliman Fiiraun bumi kita terbebas dari manusia-manusia yang busuk seperti yang disinyalir oleh ayat-ayat al quran di atas. 6000 bayi yang dibunuh Firaun menjadi penghuni syurga. Musa sendiri mengalami peristiwa yang diluar jangkauan otaknya ketika Musa berguru kepada Nabi Khaidir as. Hal ini tercantum dengan jelas dalam al quran surat Al Kahfi 74 disusul dengan ayat 80-81.


74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, Maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena Dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".



80. dan Adapun anak muda itu, Maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan Kami khawatir bahwa Dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
81. dan Kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

Kearifan dalam literature sejarah dapat dilihat masa Hitler berkuasa di Jerman. Tidak kurang 5 sampai 6 juta Yahudi harus kehilangan nyawanya. Bagaimana jika sejarah tidak melahirkan Hitler ??. Masa sekarang, akibat ulah seorang turunan Yahudi George Soros dunia sudah dibuat pusing 13 keliling. Khususnya negara-negara Asia termasuk Indonesia. Jika Hitler tidak terlahir dalam literature sejarah 5 sampai 6 juta jiwa yang hidup berkembang biak, bagaimana dunia ini. Al quran sudah mengisyaratkan kebusukan mereka.
Anugerah yang diberikan Allah swt atas orang-orang Yahudi memang luar biasa. Plus minusnya diisysaratkan dalam al quran. Keturunan nabi, pintar-pintar. Satu diantaranya Albert Einstein. Peristiwa terakhir yang menimpa Bani Israil ini ulah mereka memborbardir Palestina. Dari sekian banyak korban yang yang tewas, sebahagian adalah anak-anak remaja yang memang menjadi target zionis. Zionis Israel khawatir kedepan anak-anak ini menjadi peghambat gerak mereka, karena tak lama sesudah Ramadhan tahun lalu pimpinan Hamas di Palestina Ismail Haniya baru saja mewisuda ratusan anak-anak remaja yang hafiz al quran 30 juz. Masa remaja saja sudah hafiz al quran 30 juz bagaimana 20 tahun kedepan ?. Ketakutan dan kekhawatiran itulah menjadi salah satu penyebab mengapa Zionis sangat khawatir yang akhirnya melahirkan ambisi agar kedepan yang mati tidak menjadi batu sandungan. Bagaimanapuin Allah swt yang lebih mengetahui sementara kita tidak tahu apa-apa. Firmannya dalam al quran surat al Baqarah 216 menegaskan :


216. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Binjai, Akhir Oktober 2010

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops