Lencana Facebook

Rabu, 14 September 2016

Muhammadiyah Binjai Selatan akan dirikan SD

BINJAI SELATAN, suaramuhammadiyah.id– Beberapa waktu lalu, bertempat di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Ranting Bakti Karya Pasar IV, Keluarga Besar Muhammadiyah Binjai Selatan melaksanakan silaturrahmi, yang dihadiri oleh keluarga besar Muhammadiyah Binjai Selatan, termasuk beberapa unsur PD Aisyiyah, PC Aisyiyah Binjai Selatan, PD Naisyatul Aisyiyah dan beberapa anggota serta simpatisan.
Dalam sambutannya, Salmarudin Gultom SH ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Binjai Selatan antara lain mengingatkan kepada seluruh Pimpinan Cabang yang baru untuk mempersiapkan segala sesuatunya guna merealisasikan rencana rencana kerja yang telah disepakati dalam musyawarah cabang beberapa waktu lalu. Seperti pembukaan SD Muhammadiyah yang telah disepakati berlokasi di komplek Mesjid Taqwa Muhammadiyah Bakti Karya. Pasar IV.
Salmarudin juga mengajak kepada seluruh jemaah, warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk mempertahankan amal saleh yang telah dibudayakan selama Ramadhan. Shilaturrahim diisi tausiyah yang disampaikan oleh Azar Aswadi MA. Dalam tausiyahnya mengulas surat Ibrahim 14:40 mengingatkan bahwa sebagai warga persyarikatan, kewajiban mengajak ahli keluarga untuk menegakkan sholat adalah hal yang paling pokok. Sholat adalah amalan kunci pembuka jannah. Jannah adalah tempat idaman bagi manusia normal. Karena itulah sholat harus jadi perhatian khusus anggota dan simpatisan Muhammadiyah dan umat islam umumnya. Acara silaturrahim diakhiri dengan ramah tamah dan sholat zhuhur berjemaah (Fuad).

Sumber Suara Muhammadiyah Kamis 28-07-2016

PONDOK PESANTREN MODERN MUHAMMADIYAH LANGKAT BINJAI

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Genap berusia 25 tahun pada 15 Mei 2013, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Langkat-Binjai tetap berkomitmen untuk menjadikan santri/santriah yang beriman, beribadah, dan berakhlak. Disamping itu, mengikuti perkembangan teknologi tidak terlewatkan.
Dua sisi kebutuhan kehidupan seorang manusia yang nantinya menjadi pemimpin bangsa ini tentu harus dipersiapkan dengan keseimbangan. Konsep itu yang menjadi pegangan, sehingga memasuki milad perak, tetap eksis di tengah banyaknya pesantren yang tumbuh di Langkat bahkan di Sumut.
“Perkembangan teknologi perlu diikuti, namun harus diikuti dengan pertumbuhan iman, ibadah dan akhlak para calon pemimpin bangsa,” ujar Drs H Firmali Atma Pimpinan Bidang Administrasi Keuangan dan Kepegawaian kepada Tribun Medan, Rabu (8/5/2013).
Untuk itu, seluruh santri/santriah harus melakukan ibadah salat lima waktu secara berjamaah setiap harinya. Setiap calon santri/santriah yang akan masuk pesantren ini akan dilakukan ujian penerimaan. Yang terutama tes membaca Al-quran, ujian tulisan, dan wawancara.
Tidak tanggung-tanggung, dua tahun terakhir dengan terpaksa harus menolak sebagian pendaftar karena jumlah calon yang mendaftar lebih besar di bandingkan kapasitas pesantren.
Dengan tenaga pengajar yang kebanyakan sarjana lulusan Timur Tengah untuk tingkat Sanawiyah 30 orang guru, dan tingkat aliyah 21 orang guru. Dan total seluruh pegawai di kompleks pesantren 78 orang, mengasuh 510 santri/santriah. Yang terbagi untuk Sanawiyah 313 orang, dan sisanya aliyah. Saat ini, yang masuk pesantren dominan santriah, yang berjumlah 273 orang.
Untuk memberikan kebebasan dan keleluasaan bagi santri/santriah di pondok pesnatren ini, pengelola yayasan menghadirkan guru khusus untuk kegiatan ektrakurikuliner. Sehingga tidak tanggung-tanggung, sejumlah kegiatan perlombaan/kompetisi baik di bidang olahraga dan keislaman dijuarai santri/santriah binaan pesantren yang beralamat di Jl Tanjung Pura Km 32 Simpang Pabrik Guka Kwala Madu Desa Sidomulyo, Langkat-Binjai, Sumut.“Bahasa sehari-hari di lingkungan Pondok kita terapkan bahasa arab dan bahasa inggris, menjadi modal komunikasi santri/santriah kita untuk lebih baik,” ujar H sufriadi Hasan basri BA sebagai Pimpinan Bidang Pondok. Jika ditemukan pelanggaran, akang langsung dilakukan tindakan untuk mengingatkan akan kesalahan dan tidak diulangi kembali.
Tidak saja disitu, jika ditemukan kesalahan yang berulang dan tidak ditemukan perubahan pada setiap santri/santriah, akan dikembalikan kepada orangtua. Untuk tahun 2012 saja, ada sekitar 10 orang yang dikembalikan ke orangtuanya. Menurutnya, saat ini pesantren bukan lagi sebagai tempat anak-anak yang bandal luar biasa, melainkan lebih kepada sekolah yang memfokuskan kepada penebalan iman dan intelektual.
Yayasan yang saat ini dibawah pimpinan dr H Zulkarnaini Tala SpOG, tetap konsen dalam peningkatan mutu pendidikan. Termasuk dengan mengenalkan teknologi terkini di dunia pesnatren dan dunia masayarakat umum. Bagaimana para santri yang tinggal di pondok tidak tertinggal akan informasi dan teknologi.
Untuk tahun 2013/2014, menjawab tingginya minat masyarakat masuk ke pesantren ini. Telah dilakukan peningkatan kapasitas dengan pembangunan gedung baru. Sehingga ditargetkan akan mampu menampung santri baru 250 orang.
(afr/tribun-medan.com)
Sabtu, 11.05.2013

TARJIH HARUS MENJADI ACUAN WARGA MUHAMMADIYAH

BINJAI, suaramuhammadiyah.id– Bertempat di SD Muhammadiyah 1 Binjai, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Binjai Kota melaksanakan pengajian cabang yang diikuti oleh keluarga besar Muhammadiyah se-cabang Binjai Kota. PRM, PRA se-cabang Binjai Kota dan beberapa orang tua wali murid dan undangan lainnya. Acara dipandu oleh protokol cilik siswi SD Muhammadiyah 01, Hazwani Zahra dan Reeva dengan bahasa Inggris.
Diawali dengan atraksi Tapak Suci, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pidato berbahasa Inggris, pembacaan puisi dan tampilan da’i cilik. Demonstrasi awal di atas, semua dibawakan oleh murid-murid SD Muhammadiyah 01.
SD Muhammadiyah 1 Binjai yang saat ini dipimpin Suwardiyamsyah SAg, SThI dalam penilaian akreditasi memperoleh nilai A. Sekarang ini, menjadi sekolah favorit di kota Binjai.
Ilham Khairi, mewakili PCM Binjai Kota antara lain menyampaikan bahwa pengajian yang digelar adalah pengajian pertama diperiodesasi 2015-2020. Ilham juga mengingatkan seluruh pimpinan dan anggota se-cabang Binjai Kota, tentang program besar cabang yakni membangun gedung baru tiga lantai.
Sementara itu, Saiful Bahri dari PDM Binjai, mengingatkan ranting-ranting se-cabang Binjai Kota yang belum musyawarah segera melaksanakan musyran. Saiful juga meminta supaya PCM Binjai Kota segera melengkapi kepengurusannya dengan PPH, majelis atau lembaga. Tausiyah disampaikan oleh Mas’ul MAg wakil ketua Majelis Tarjih PWM Sumatera Utara. Sebagai muallaf di Muhammadiyah, Mas’ul menganjurkan agar warga Muhammadiyah, menjadikan tarjih sebagai acuan. Pengalamannya berkunjung ke daerah-daerah menemukan banyak warga, jamaah yang kebingungan karena dalam beberapa kasus, guru atau ustadz di kalangan Muhammadiyah sendiri kadang berbeda dalam menentukan suatu hukum.Mas’ul juga mengingatkan sebagai manusia, kejujuran harus jadi perhatian pertama dan utama. “Apa yang terjadi saat ini di negara kita adalah akibat ketidakjujuran pimpinan kita,” ujarnya. Termasuk juga kejujuran dalam beragama dan memahami agama. Di akhir acara, dilaksanakan Gerakan Amal Shaleh (GAS) yang dipandu oleh Dasril Suar.
Dalam pengantarnya, Mas’ul menyampaikan bahwa sebagai amal usaha Muhammadiyah tertua di Binjai, SD Muhammadiyah 1 sudah banyak melahirkan alumni yang menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Panitia pembangunan akan berusaha menghubungi para alumni. Dalam kegiatan Gerakan Amal Shaleh (GAS) terkumpul dana Rp 3 juta rupiah (Adek).

Sumber Suara Muhammadiyah, Adek=Fuad. Selasa 16.08.2016

SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DI PERGURUAN MUHAMMADIYAH 12 BINJAI

BINJAI. suaramuhammadiyah.com Narkoba menjadi musuh bersama. Tak hanya di tempat tertentu, narkoba sudah menjadi bahaya nasional dan masuk dalam taraf darurat. Menyikapi hal itu, kepolisian resort Binjai bersilaturahmi ke perguruan Muhammadiyah Binjai untuk melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba. Acara yang dilaksanakan di ruang belajar Perguruan Muhammadiyah Binjai diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA Muhammadiyah 12 Binjai.
Hadir dalam kesempatan itu tim Satbinmas polres Binjai, antara lain Aiptu S. Tarigan, Brigadir Sigit Arianto SE dan Franseda. Kedatangan tim Satbimmas ini diterima oleh kepala SMP Muhammadiyah 12 Binjai Dra Nilawati dan kepala SMA Muhammadiyah 12 Binjai Dra Nur’ainun serta para guru.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan visualisasi penayangan video dan ceramah yang disampaikan oleh Brigadir Sigit Arianto SE yang juga alumni salah satu perguruan Muhammadiyah di Medan diselingi joke-joke penuh humor membuat suasana sosialisasi menjadi hidup.
Dari sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan oleh jajaran Polres Binjai ini diharapkan para siswa mengetahui dan memahami bahaya narkoba serta menjauhkan diri dari benda yang membahayakan ini. (Fuad)

Sumber : Suara Muhammadiyah 19-05-2016

IMM DITUNTUT HADIR DALAM MENCERAHKAN KAUM MUDA

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BINJAI- “IMM dituntut hadir dan mecerahkan kaum muda agar dapat bergeraak menuju yang positif, apapun yang terjadi haruslah solid dan  bergandeng tangan karena umat menanti kerja nyata IMM,” ungkap Muhammad Gusti, Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara dalam acara Pelantikan Pimpinan Cabang IMM Kota Binjai pada Minggu (14/8) bertempat di Komplek Pendidikan Sekolah Muhammadiyah Kota Binjai.
Gusti juga berpesan bahwa dalam mengemban amanah serta menggelorakan gerakan dakwah Muhammadiyah tidaklah mudah. “Dibutuhkan kerja kader yang maksimal dan gigih karena tantangan pemuda saat ini semakin kompleks,” tambahnya.
Espriyanto selaku Ketua Umum terpilih PC IMM Kota Binjai dalam sambutanya mengatakan. “Kami hadir disini ingin bermitra dengan Pemerintah Kota Binjai untuk bersama mendakwahkan di gerakan Amar Ma’ruf nahi Mungkar di lingkungan pemerintah,” ungkapnya.
“Tak hanya itu IMM juga ingin bersama memajukan Kota Binjai menuju kota idaman yang sama-sama kita rindukan, maka dari itu kita siap bersinergi dalam hal apapun sebagai mitra Pemerintah,” lanjut Espriyanto.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Binjai, Arsydinata mengungkapkan. “IMM harus jadi ujung tombak perubahan kaum terdidik dimana saat ini kaum muda jauh dari nilai-nilai agama,” ungkapnya.
Lanjut Arsydinata, kader – kader muda Muhammadiyah yang tergabung di IMM merupakan sayap persyarikatan dalam menjalankan gerak dakwah di tengah– tengah umat dan sebagai ujung tombak dakwah di kalangan mahasiswa itu sendiri. “IMM nantinya diharapkan dapat memberikan contoh Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dilingkungan kampus maupun masyarakat,” lanjutnya.
“IMM terus dapat berfastabiqul khoirot dalam setiap bidang, baik pendidikan maupun kehidupan social, guna nantinya mampu menjadikan Indonesia berkemajuaan,” tutup Arsydinata. (adam)
Kontributor : Syahrul Amsar

Sumber www.muhammadiyah or.id. 16.08.2016

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops