Lencana Facebook

Minggu, 12 Desember 2010

Prpolis VS Kanker

Berdasarkan riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,‘ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.

Propolis vs TBC

Berdasarkan riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat. Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), misalnya, membuktikan Propolis itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis – bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).

Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon ? . Interferon ? berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC. Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.

Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri. ‘Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu Propolis memiliki kemampuan antikanker,’ tutur Eko.

Prpolis vs Diabetes

“Propolis memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah.”

Mengunjungi kerabat dekat pada pertengahan 2006 berakibat fatal bagi Yatinah. Dengan Kadar gula darah 423 mg/l kakinya tak merasakan kap mesin angkutan kota yang panas. Sesampai di rumah punggung kaki melepuh.

Luka melepuh itu kemudian membengkak berisi cairan. Karena bengkak kian membesar, perempuan berusia 61 tahun itu lantas dibawa ke rumahsakit di Bekasi. Dokter menyayat dan mengeluarkan cairan lalu menjahitnya. Luka sayatan itulah awal derita. Penyakit gula membuat luka tak kunjung menutup. Dalam 3 bulan, luka itu semakin lebar dan dalam.

Meski setiap hari dicuci dengan air hangat dan dikompres, luka tak juga mengecil. Di bulan kelima, lukanya malah mulai bernanah dan menguarkan bau tak sedap. Puncaknya pada awal 2007 luka tembus sampai telapak kaki dan menjadi ganren. Ia pun tak lagi mampu berdiri, apalagi berjalan. Mobilitas perempuan 9 anak itu bergantung pada kursi roda.

Yatinah kerap bolak-balik ke klinik dan rumahsakit untuk memeriksakan lukanya. Perempuan yang hidupnya hanya mengandalkan warung makanan kecil di depan rumah itu mesti merogoh kocek Rp250.000—Rp500.000 setiap periksa. Meski demikian, ganren terus menjalar sampai kulit di sekitarnya lebam menghitam. Maret 2007, lebam kehitaman itu menjalar mendekati pergelangan kaki. “Jika sudah sampai pergelangan kaki harus di amputasi,” kata Yatinah menirukan ucapan dokter. Ia pun hanya bisa pasrah sambil terus mengkonsumsi obat dari dokter.

Propolis Sembuhkan luka diabetes

Pada April 2007, disarankan mengkonsumsi propolis. Yatinah menurut walau ragu. “Dokter di klinik dan rumahsakit dengan obat buatan pabrik terkenal saja tidak bisa menyembuhkan, apalagi suplemen biasa,” katanya. Selama 3 hari ia mengkonsumsi propolis pada pagi, siang, dan malam sebelum tidur. Menurut Yatinah, konsumsi awal rendah itu untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi.

Setelah 3 hari konsumsi, Yatinah merasakan tidak ada reaksi penolakan dari tubuh dan baunya berkurang. Saat itulah ia merasakan lukanya berdenyut, pertanda saraf perasa kembali aktif. Konsumsi pun ditingkatkan konsumsi propolis setiap minum dengan frekuensi tetap. Dua minggu mengkonsumsi, nanah berhenti keluar. Bau tidak sedap pun tidak lagi tercium. Luka di telapak mulai mengering, sedangkan luka di punggung kaki menyempit. Lebam kehitaman di sekitar luka memudar.

Saat itu konsumsi propolis masih dibarengi obat kimia. Setelah obat dokter habis, Yatinah melanjutkan pengobatan hanya dengan propolis. Sebulan setelah konsumsi, giliran luka di punggung kaki mengering bersamaan menutupnya luka di telapak. Dua bulan mengkonsumsi, nenek 17 cucu itu bisa lepas dari kursi roda. Ia kembali bisa berjalan meski agak tertatih. Tak sampai 3 bulan mengkonsumsi, luka mengerikan itu sudah lenyap.

Bukan cuma mengkonsumsi propolis secara oral, Yatinah juga menggunakan salep untuk obat luar. Ia mengoleskan salep mengandung propolis pada ganren di kakinya. Sebelumnya luka dicuci 2—3 kali dengan cairan infus. Cairan infus dipilih lantaran steril. Setelah dibilas dengan cairan madu, barulah salep dioleskan. Cairan madu menggantikan alkohol yang meskipun ampuh mengeringkan luka tapi sakitnya tidak tertahankan.

Propolis bekerja di Dalam dan luar

Menurut dr Hafuan Lutfie, dokter yang meresepkan propolis sejak 2002, propolis bisa bekerja di dalam dan di luar tubuh. Jika dikonsumsi oral, propolis memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah. “Tapi dengan catatan kelenjar pankreas masih berfungsi dan belum rusak total,” katanya. Selain membantu penyembuhan, propolis juga memberi nutrisi sehingga sel bisa beregenerasi. Fungsi itulah yang tidak bisa digantikan obat-obatan medis.

Jika digunakan di luar tubuh, misalnya dioleskan sebagai salep, propolis bisa menyembuhkan ganren dan menghilangkan nanah serta bau. Pasalnya, lem lebah itu bersifat antibakteri. Menurut Hafuan, nanah dan bau adalah sisa pertempuran antara sel darah putih dan bakteri patogen dari udara. Jika bakteri sudah dikalahkan oleh propolis, tidak ada lagi nanah penyebab bau yang terbentuk. Sifat lain propolis dan produk perlebahan lain secara umum adalah membantu pengeringan sehingga tidak dihinggapi bakteri patogen.

Daya menyembuhkan propolis tergantung kepada kadar yang dikonsumsi. Semakin tinggi kadar, semakin ampuh daya menyembuhkannya. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi—misal melebihi 60%—zat itu tidak bisa tercerna tubuh lantaran sifatnya yang liat dan keras. Sebagai produk nonkimiawi, propolis aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping. Toh, Hafuan mengingatkan, selain asupan propolis, penderita diabetes tetap harus menjaga pola makan dan menghindari konsumsi tinggi glukosa serta karbohidrat.

Propolis sebagai Antibakteri

Propolis ampuh memberangus diabetes melitus dan efek sampingnya lantaran kandungan CAPE alias asam kafeat fenetil ester. Penelitian Fuliang dari Universitas Zhejiang, Hangzhou, China, dan Hepburn dari Universitas Rhodes, Grahamstown, Afrika Selatan, membuktikan ekstrak propolis menurunkan kadar glukosa, fruktosamin, malonaldehida, oksida nitrat, oksida nitrat sintetase, trigliserida, sampai kolesterol total dalam darah.

Sementara hasil pengujian Propolis di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menemukan propolis kaya alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan kuersetin, yang semuanya bersifat antioksidan.

Terapi dg Propolis

Anda menginginkan obat atau ramuan penjaga kesehatan yang lezat? Apiterahy pilihan tepat untuk hal tersebut. Mengkonsumsi madu, royal jelly, propolis dan poleh secara rutin, berarti secara tidak sadar Anda telah menjalani apitherapy. Sementara itu, kadar antibodi di dalam tubuh juga bisa dipacu dengan bee acupuncture.



Aman & berefek samping kecil

“Prinsip dasar apiterapy adalah menstimulus pembentukan zat antibodi. Tubuh memiliki kemampuan menyembuhkan dirisediri berkat terbentuknya zat antibodi. Jadi metoda terapi ini sangat aman. Sebab tidak melalui proses pemasukkan zat-zat beracun yang bisa tertimbun di dalam tubuh,”Papar Wima, ahli apiteraphy di Jakarta Timur.

Konsumsi madu, royal jelly, polen dan propolis secara rutin bisa meningkankan zat antibodi di dalam tubuh. Zat inilah yang bertugas menangkis serangan berbagai penyakit yang siap menggerogoti kesehatan Anda.

Peluang munculnya efeksamping akibat menjalani apitherapy sangat kecil. Menurut Wima, kemungkinan tersebut tidak lebih dari 1%. Efek samping hanya dialami oleh seseorang yang sensitif atau memiliki alergi. Itupun tidak berkibat fatal, mudah diatasi dan bisa tetap menjalani apiterphy.



Hasil racikan si Belang

Selama mempraktekkan apitherapy, Anda tak perlu repot-repot meracik ramuan. Semua bahan berkasiat yang Anda butuhkan telah diramu oleh si Belang. Lebah mengemas zat berkhasiat menjadi beberapa macam produk olahan.

Madu adalah bahan hasil racikan lebah yang terbuat dari nektar bunga. Sedangkan propolis dibuat dari beraneka getah tanaman. Royal jeli dihasilkan oleh kelenjar lebah pekerja yang masih muda. Sementara itu, bee polen merupakan produk yang dibuat dari kumpulan bermacam-macam serbuk sari bunga. Lebah juga menghasilkan racun berkhasiat. Racun itu bersumber dari kelenjar yang berada di sengatnya.

Berbagai bahan atau ramuan hasil cetakan lebah tersebut di atas memiliki khasiat berlainan. Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Atau, bisa meramu beberapa bahan menjadi satu agar lebih komplit dan memberikan hasil yang optimal serta seimbang terhadap kesehatan Anda.

Madu adalah bahan berkhasiat paling populer. Cairan kental menyerupai minyak goreng ini mengandung gula, vitamin B6, tiamin, riboflavin, kalsium, asam patogenik, tembaga, magnesium, mangan, besi, fosfor, potasium, sodium, seng, asam amino dan antioksidan.

Ramuan buah tangan lebah yang lain yaitu propolis. Bahan ini tidak begitu populer. Bersifat antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, dan antiinflamantory. Propolis dapat menyembuhkan alergi, luka yang memborok, penyakit kulit, kanker, flu,bronchitis, gangguan telinga, dan sakit kepala.

Produk berkhasiat lain yang dihasilakan oleh lebah yaitu royal jeli. Wujudnya menyerupai susu. Sehingga sering juga disebut sebagai susu lebah. Cairan ini dihasilkan oleh kelenjar saliva yang dimiliki oleh lebah pekerja.

Royal jeli memiliki kemampuan mencegah dan mengobati kelelahan. Selain itu, cairan ini juga berkhasiat meredam asma serta menurunkan kandungan kolesterol dalam darah. Susu lebah juga sering dimanfaatkan sebagai salahsatu bahan peramu kosmetik. Terutama krim pengencang kulit.

Tawaran jasa baik lain dari lebah adalah polen. Benda mungil ini sering dimanfaatkan sebagai obat kuat. Para atlet olahraga sangat dianjurkan mengonsumsi polen sebagai nutrisi pendongkrak kekuatan. Polen juga memiliki kemampuan melancarkan metabolisme, membantu pencernaan, sebagai antioksidan dan ampuh menangkis kanker.



Masih Jarang Dianut

Apitherapy sebenarnya telah dikenal beribu-ribu tahun lalu. Bangsa Mesir telah menggunakan berbagai hasil sekresi lebah sebagai sarana penunjang kesehatan mereka. Semisal Madu. Raja-raja Mesir mempercayai bahwa cairan kental berwarna cokelat keemasan ini mengandung banyak manfaat serta berjuta khasiat.

Di negara kita, terapi lebah belum begitu populer. Terbukti dengan masih minimnya jumlah literatur serta hasil penelitian di bidang perlebahan. Obat-obat yang bersumber dari komponen-komponen lebah hanya dijajakan sebatas oleh pedagang obat tradisional. Padahal aneka hasil sekresi lebah telah banyak diteliti di luar negeri.

Proses produksi farmasi berbahan baku lebah di luar negeri sudah menjadi sebuah bidang industri besar. Bahkan, bidang kedokteran pun telah melegalkan terapi lebah sebagai salah satu teknik pengobatan. Negara terbesar pengembang terapi lebah adalah Cina. Di negara itu telah memiliki rumah sakit khusus terapi lebah. Saat ini WHO pun sudah mengakui bahwa serangga bersengat ini memiliki beragam zat yang bisa mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit. Diantaranya diabetes, kanker, dan stroke.

Meski Indonesia telah memiliki rumah sakit khusus terapi lebah, namun keberadaannya masih sangat terbatas. Gaung apitherapy di dalam masyarakat masih terasa kalah dengan isu terapi alami yang dilakukan metoda metoda lain.

Manfaat dan Fungsi Propolis

JIKA anda mengenal lebah hanya seekor binatang yang dapat menggigit, menyengat, membuat sarang di rumah, ternyata lebah dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit radang sendi. Bahkan beberapa rumah sakit telah menggunakan binatang ini secara teratur untuk pengobatan.Selain menghasilkan madu, lebah juga terbukti baik untuk kesehatan kita dalam cara-cara terntentu, antara lain:



* Arthritis

Ada sejumlah bukti anekdot yang berkembang di masyarakat dimana sengatan lebah membantu menyembuhkan sakit akibat radang sendi. Dan ternyata hal ini dibenarkan Jade Tadman, seorang juru bicara Arthritis Research Campaign, yang mengatakan beberapa penderita menemukan sengatan lebah sangat membantu.

Para ahli meyakini bahwa sengatan lebah dapat merangsang tubuh untuk memproduksi hormon yang disebut cortisol. Ini adalah hormon anti-inflammatory yang dapat menyembuhkan rasa sakit setelah disengat.



* Sklerosis

Sejumlah penderita sclerosis di Amerika mengklaim sengatan lebah dapat membantu mereka mengontrol dan bahkan mengembalikkan kondisi mereka. Untuk mencoba dan menemukan rahasia sengatan lebah ini, suatu penelitian kecil mengenai pengaruh sengatan lebah pada penderita sclerosis tengah dilakukan oleh Georgetown Univeristy di Washington.



* Alergi terhadap sengatan lebah

Satu bagian yang telah terbukti bahwa lebah berguna bagi kesehatan adalah penggunaan sengat lebah untuk menyembuhkan orang yang alergi terhadap sengatan lebah. Pengobatan ini dikenal dengan immunotherphy. Pasien akan menerima suntikan setiap minggu selama delapan minggu untuk membentuk kekebalan.



* Madu

Lenah ada;ah penghasil madu terbaik yang memiliki keuntungan kesehatan luar biasa. Madu yang dikenal sebagai anti inflammantory sering digunakan untuk menyembuhkan sakit tengorokan.

Para peneliti yakin madu dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai luka termasuk luka bakar, bisul-bisul kaki dan luka setelah operasi karena madu mengandung hydrogen peroxide yang dapat membunuh kuman dan mencegah yang lain berkembang




Manfaat Propolis

Penggunaan propolis sebagai bahan alami untuk kesehatan manusia masih terus dipakai hingga saat ini dan menunjukan peningkatan yang luar biasa sejalan dengan Ilmu Pengetahuan hasil riset para ilmuwan tentang kegunaan Propolis sebagai bahan campuran obat di dunia kedokteran.

Sama seperti bagi para lebah, Propolis digunakan pula oleh manusia dalam melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri, virus dan jamur. Kecepatan kerja dan keaktifan dari propolis dalam bereaksi menahan serangan kuman merupakan keunggulan dari propolis dibandingkan dengan bahan alami serupa lainnya. Efek perlindungan akan segera terasa sesaat setelah mengkonsum propolis.

Kegunaan propolis yang telah diketahui dari penelitian para ilmuwan biologi a.l:

1. Anti virus dan anti bakteri
2. Anti parasit- aktif dalam melawan Giardia sp. Dan Trichomonas sp.
3. Anti peradangan-menyembuhkan dan regenerasi
4. Anti oksidant- aktif mencegah penuaan dini
5. Anti tumor dan perlindungan terhadap radiasi
6. Meningkatkan imunitas tubuh- menstimulir produksi anti bodi

Studi ilmiah menyimpulkan bahwa propolis memerangi parasit Giardia sp yang menjadi penyebab gangguan dalam pencernaan pada anak2 dan gangguan di usus 12 jari pada orang dewasa. Propolis juga memerangi Trichomonas sp. Yang menjadi penyebab peradangan vaginal dan saluran kemih pada wanita.

Fungsi penting dari propolis adalah menstimulir sistim imunitas tubuh dalam melawan penyakit. Hal ini sangat penting terutama bagi orang yang memiliki daya imunitas rendah atau mengalami penurunan jumlah lekosit dalam tubuh.

Anak anak dengan daya tahan tubuh rendah ditandai dengan mudah terserang penyakit pernafasan. Setelah menggunakan propolis daya tahan tubuh mereka akan meningkat dan menjadi solusi bagi masalah gangguan saluran pernafasan yang terus berulang. Propolis sangat efektif dalam penyembuhan radang amandel, sunisitis dan influenza.

Secara umum manusia mendapatkan manfaat yang sangat besar dengan adanya Propolis. Sangat sedikit orang yang memiliki alergi terhadap keajaiban alam ini.



Propolis mampu mengeluarkan berbagai racun yang sudah lama mengendap di dalam tubuh dengan cepat. saat proses pengeluaran racun berlangsung akan terjadi sedikit “gangguan” dan kondisi tersebut dinamakan sebagai ” tanggapan baik”. Atau tindak balas.

Tindak Balas muncul hanya sementara waktu dalam rangka proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu tidak perlu khawatir jika muncul tindak balas setelah mengkonsumsi Propolis. Tindak Balas yang terjadi pada seseorang akan berbeda dengan tindak balas yang terjadi pada orang lain. Sebagian orang merasakan dengan cepat sejak awal mengkonsumsi Propolis dan sebagian orang lagi tidak merasakan apapun, hal ini bergantung pada keadaan dan kondisi Tubuh pengguna propolis. Seseorang dengan kesehatan prima tidak akan ditemukan tindak balas apapun.

Berikut ini beberapa gejala tindak balas yang mungkin terjadi setelah mengkonsumsi propolis dan kaitannya dengan penyakit yang diderita atau permasalahan kesehatan yang dialami:

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bersin, gatal pada hidung menunjukan: Permasalahan pada hidung, polip atau sinusitis

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Wajah terasa panas, tekanan darah naik sesaat, demam, pusing menunjukan: Permasalahan pada system sirkulasi darah, darah tingi

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit kaki terasa tebal dan dingin, sebagian badan terasa dingin, jantung berdebar menunjukan: Tekanan darah rendah, kurang darah

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Susah buang air besar, mencret, berak berlendir, berak berdarah menunjukan: Radang pada usus besar, gangguan pada usus, hemoroid

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, sering buang air besar, muntah menunjukan: Obesitas, gangguan pada lambung

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak, gatal menunjukan: Alergi

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Muncul kotoran pada mata, gatal, keluar air mata menunjukan: Gangguan pada mata

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mimpi buruk, gelisah, susah tidur menunjukan: Gangguan pada system syaraf dan kepala

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Lelah, susah tidur, sakit pada sendi menunjukan: Gangguan pada persendian

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Haus, keringat berbau, kenaikan kadar gula sesaat.
menunjukan: Gangguan pada pancreas, diabetes

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Demam, susah tidur, terdapat pembengkakan, ada pendarahan, tinja berwarna hitam menunjukan: Tumor, cancer

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Batuk, kedinginan, sakit kerongkongan, demam menunjukan: Permasalahan pada paru-paru, asma

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun menunjukan: Permasalahan Hati, limpa, pankreas

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak kaki, skt pinggang, susah buang air kecil menunjukan: Permasalahan ginjal

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Keletihan, ngantuk menunjukan: Permasalahan pada hati

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, letih, keringat dingin menunjukan: Permasalahan pada perut

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Rasa sakit pada punggung, sakit didada menunjukan: Permasalahan pada jantung

Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit mengeras, muncul jerawat menunjukan: Permasalahan pada kulit.

Informasi lebih lanjut Hub. 081375636087

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops