Lencana Facebook

Minggu, 31 Oktober 2010

Kebusukan-kebusukan Yahudi

Jika dilihat dari silsilah garis keturunan bangsa Yahudi berasal dari nabi Ibrahim as (menurut literature sejarah) Bapak Bangsa. Moyang suku-suku bani Israil adalah Nabi Ibrahim as, Ishak as, Ya’kub as beserta ke duabelas puteranya. Dalam kitab suci perjanjian lama atau bible, Ibrahim berarti bapak bangsa berasal dari Ur Chaldaim (Mesopotania, Irak), dipanggil oleh Tuhan (Kejadian 12), agar pindah ke Palestina beserta isterinya Sarah. Ibrahim berputera dua orang yakni Ishaq dan Ismail. Ishak dalam kitab perjanjian lama disebut juga Isaak dikenal sebagai bapak bangsa kedua berputera dua orang yakni Esau (Edom) dan Ya’kub yang memiliki putera 12 orang tercatat sebagai 12 suku bangsa Yahudi atau Israel. Perihal Ishak putera Ibrahim dari Sarah dan Ishak berputera Ya’kub termaktub dalam al qur’an :



71. dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu Dia tersenyum, Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.

Nama Yahudi tepatnya diambil dari nama putera keempat Ya’kub as yakni Jehuda. Dalam literature al qur’an banyak dijumpai kebusukan-kebusukan Yahudi. Secara ringkas kebusukan Yahudi antara lain :

1. Yahudi senantiasa menyalahi janji. Hal ini diisyaratkan dalam al quran surat Al Baqarah 83


83. dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dari ayat tersebut dapat difahami bahwa salah satu tabiat sebagian besar Yahudi adalah menyalahi janji, baik janji kepada Allah swt, maupun janji kepada Nabi/Rasul dan janji kepada sesame manusia.

2. Yahudi selalu melanggar peraturan, menghalalkan yang haram, hal ini diisyaratkan dalam al quran surat Al A’raf 163


163. dan Tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka Berlaku fasik.


Menurut mufassirin, hari Sabtu adalah hari larangan bagi orang-orang Yahudi untuk beraktifitas, karena cobaan banyaknya ikan, perjanjian yang telah disepakati mereka langgar dan mereka menganggap hal itu adalah hal yang lumrah jadi halal. Dari uraian ayat diatas kelihatan jelas bahwa bangsa Yahudi sebahagian besar menyalahi janji yang telah disepakati.

3. Yahudi senantiasa mengengkari yang benar (Al Haq), egoistis dan dengki, hal ini diisyaratkan oleh Al Quran surat Al Baqarah 89-90.



89. dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la'nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
90. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

Dari ayat di atas jelas bahwa kedatangan Rasulullah saw seperti yang disinyalir ayat di atas diengkari oleh orang-orang yahudi walaupu isyarat demikian telah mereka ketahui lewat kitab sucinya, Taurat. Hal ini disebabkan karena mereka merasa benar sendiri, dengki (hasad) terhadap kelebihan-kelebihan orang lain


4. Yahudi menentang kitab Allah, mengerjakan sihir dan diombang-ambingkan syaitan. Hal ini dapat dipahami dari firman Allah dalam surat Al Baqarah 101-102


101. dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
102. dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.


5. Yahudi dipengaruhi oleh kehidupan dunia, cinta harta benda dan enggan berjuang. Hal ini diisyaratkan oleh Firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah 96.

96. dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.

6. Yahudi memiliki kelakuan sangat buruk terhadap Allah sekalipun, memusuhi malaikat dan membunuh para nabi. Hal ini diisyaratkan oledalam al quran surat Ali Imran 181-182.

181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan Kami kaya". Kami akan mencatat Perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar".
182. (azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak Menganiaya hamba-hamba-Nya.

Dari beberapa kebusukan Yahudi yang disinyalir alquran di atas, apa yang dialami oleh bangsa Yahudi dapat dimbil pelajaran yang tersirat. Literature sejarah mencatat keberadaan Yahudi kembali terkuak masa Firaun memerintah Mesir. Khususnya masa-masa mendekati nabi Musa as. Ahli nujum Firaun memberikan sinyal bahwa kejayaannya kelak akan berakhir ditangan lelaki keturunan Bani Israil. Firaun yang yakin akan isyarat ahli nujumnya menginstruksikan setiap bayi laki-laki yang baru lahir wajib dibunuh. Tercatat 6000 bayi bani israil yang tidak tahu apa-apa harus mati demi kelanggengan kerajaan Firaun. Karena kezhaliman Fiiraun bumi kita terbebas dari manusia-manusia yang busuk seperti yang disinyalir oleh ayat-ayat al quran di atas. 6000 bayi yang dibunuh Firaun menjadi penghuni syurga. Musa sendiri mengalami peristiwa yang diluar jangkauan otaknya ketika Musa berguru kepada Nabi Khaidir as. Hal ini tercantum dengan jelas dalam al quran surat Al Kahfi 74 disusul dengan ayat 80-81.


74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, Maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena Dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".



80. dan Adapun anak muda itu, Maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan Kami khawatir bahwa Dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
81. dan Kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

Kearifan dalam literature sejarah dapat dilihat masa Hitler berkuasa di Jerman. Tidak kurang 5 sampai 6 juta Yahudi harus kehilangan nyawanya. Bagaimana jika sejarah tidak melahirkan Hitler ??. Masa sekarang, akibat ulah seorang turunan Yahudi George Soros dunia sudah dibuat pusing 13 keliling. Khususnya negara-negara Asia termasuk Indonesia. Jika Hitler tidak terlahir dalam literature sejarah 5 sampai 6 juta jiwa yang hidup berkembang biak, bagaimana dunia ini. Al quran sudah mengisyaratkan kebusukan mereka.
Anugerah yang diberikan Allah swt atas orang-orang Yahudi memang luar biasa. Plus minusnya diisysaratkan dalam al quran. Keturunan nabi, pintar-pintar. Satu diantaranya Albert Einstein. Peristiwa terakhir yang menimpa Bani Israil ini ulah mereka memborbardir Palestina. Dari sekian banyak korban yang yang tewas, sebahagian adalah anak-anak remaja yang memang menjadi target zionis. Zionis Israel khawatir kedepan anak-anak ini menjadi peghambat gerak mereka, karena tak lama sesudah Ramadhan tahun lalu pimpinan Hamas di Palestina Ismail Haniya baru saja mewisuda ratusan anak-anak remaja yang hafiz al quran 30 juz. Masa remaja saja sudah hafiz al quran 30 juz bagaimana 20 tahun kedepan ?. Ketakutan dan kekhawatiran itulah menjadi salah satu penyebab mengapa Zionis sangat khawatir yang akhirnya melahirkan ambisi agar kedepan yang mati tidak menjadi batu sandungan. Bagaimanapuin Allah swt yang lebih mengetahui sementara kita tidak tahu apa-apa. Firmannya dalam al quran surat al Baqarah 216 menegaskan :


216. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Binjai, Akhir Oktober 2010

Sabtu, 16 Oktober 2010

Buya Oedin dan Pangsar Soedirman

Adalah kebiasaan yang dijaga betul, jika sholat maqrieb itu berjemaah. Demikian juga malam itu. Bertindak sebagai imam, Buya sementara makmumnya saya, Fadillah dan di shaf perempuan ada One dan Tachi. Selesai masing-masing membaca al quran, acara rutinitas malam di simpang kurai taji adalah makan malam. Gelar tikar di lantai papan. Buya mengambil posisi menyender ke dinding, di kanan beliau One, Tachi, saya dan Fadilah. Kadang ikut juga Inak (kakak One). Menu malam itu, lumayan nikmat. Samba uok. Cabe, bawang dan tomat di kukus kemudian digiling kasar diberi minyak goring dan ikan teri yang digongseng. Hmmm hm, nikmat sekali rasanya.
Waktu berputar terus seiring selesainya aktivitas rutin malam itu. Bakda isya yang juga dilaksanakan berjemaah di rumah (karena posisi mesjid lumayan jauh) dan penerangan listerik belum ada, Buya kembali duduk, kali ini sambil berselonjor.
“Dek, Adek tahu siapa itu Soedirman ?”. Beliau Buya Oedin bertanya padaku.
“Bapak TNI Buya, Panglima Besar Soedirman”.
“Ya……..Buya juga berteman akrab dengan Beliau”’ Kami sama-sama di WMPM”.
“Apa itu WMPM Buya” Aku menyela pembicaraan Beliau.
“Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah”
“Oooooooooo”
“Waktu itu, dalam suatu permusyawarahan, kami sama-sama we-o (walk out) karena tidak sependapat dengan musyawarah. Soedirman WMPM Banyumas, Buya WMPM dari Pariaman”. Jadi karena sama-sama we-o itu kami jadi akrab dan terus terbawa sampai beberapa tahun setelah itu”.
“Bagaimana ceritanya Buya”
“Ketika beberapa tahun kemudian, Buya di Jakarta. Buya sedang bersepeda sendirian, tiba-tiba sebuah sedan memepet Buya ke pinggir. Dari sedan, turun seorang laki-laki yang nampak berwibawa.”.
Wajah Buya terlihat serius. Seolah Beliau berupaya membongkar kenangan manis itu untuk ditumpahkan ke saya. One, Tachi dan Fadillah, termasuk juga saya seolah tak sabaran menunggu kelanjutan ceritanya. Buya sempat berakrab ria dengan Pangsar Soedirman. Khan hebat. Anak yang tidak tamat sekolah rakyat, pernah berakrab ria dengan Bapak TNI.
“Bung kenal siapa saya” Tanya orang yang turun dari mobol sedan tadi.
“Kenal”, jawab Buya memandang tajam ke sipenanya.
“Siapa ?”
“Soedirman”
“Bukan, tapi Panglima Besar Jendral Soedirman”.
Tak mau kalah, Buya mengulang pertanyaan yang sama.
“Bung kenal sama saya”
“Oedin”
“Bukan, Oedin, Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah Pariaman”
Mendengar jawaban Buya demikian, Soedirman tertawa terbahak-bahak sambil merangkul Buya dengan erat. Setelah berbasa basi sejenak, akhirnya Buya diundang ke singgah ke rumah Beliau. Apa jawab Buya.
“Saya, kalau yang mengundang Panglima Besar Soedirman, saya tidak mau. Karena rumahnya pasti dijaga oleh sekuriti”
“Jangan begitu Bung, ini yang mengundang Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah (WMPM dari Banyumas)”. Jawab Soedirman meyakinkan.
“Kalau Soedirman WMPM yang mengundang, saya setuju. Tapi bagaimana dengan sepeda ini ?”
“Ahhh itu perkara mudah”
Oleh Soedirman lewat supirnya sepeda itu dititipkan ke masyarakat dekat situ. Satu toko keturunan Tionghoa dengan sangat senang hati menerima titipan sepeda itu. Bayangkan, yang menitipkan barang Panglima Besar Soedirman. Kan suatu kehormatan yang sangat. Masyarakat yang melihat kejadian itu, membubarkan diri segera setelah mobil yang membawa mereka pergi.
Begitu memasuki pekarangan rumah Pangsar Soedirman, Beliau Jenderal Soedirman sudah bersorak yang ditujukan ke isteri Beliau.
“Ini dia, ini dia Bung Oedin yang pernah saya ceritakan itu “.
Rupanya, pertemanan Soedirman-Oedin yang sesaat, diawali dalam permusyawaratan WMPM sangat berkesan oleh Soedirman. Terbukti karena Soedirman juga menceritakan kejadian itu dengan isterinya.
“Begitulah Dek, carito Buya tentang bakawan jo Soedirman tu”
“Salanjuiknya baa lai Buya”
“Dalam kesempatan lain, katiko Buya ka pulang baliak, Buya dititipkan surek oleh Beliau. Surat dengan amplop tertutup itu harus Buya berikan kepada peserta rapat di Bukit Tinggi”.
Bukit tinggi…………………dalam satu kesempatan, Buya menyampaikan surat dengan amplop tertutup itu ke pimpinan rapat. Ketika surat itu dibuka dan begitu tahu apa isinya, pimpinan rapat hanya bias geleng-geleng kepala.
“Hebat Bung Oedin ini, kami rapat di sini pusing untuk mencari siapa yang menjadi pimpinan, datang-datang Bung Oedin menyerahkan surat ini. Bung tahu isi surat ini ?” Buya menggeleng. Karena dia memang tidak mengetahui apa isinya. Ternyata isinya SURAT PENGANGKATAN OEDIN MENJADI KEPALA POLISI SUMATERA TENGAH”
“Itulah Dek, carito Buya jo Soedirman tu. Bisuak kito sambuang lai. Buya ka lalok. Jan lupo matikan lampu stromkeng (lampu petromat, pen).
Buya melangkah menuju kamar tidurnya. Posisi kamar tidurnya di belakang, sebelah kiri rumah yang memanjang itu. Ukurannya tidak besar, tapi cukup menerima tempat tidur dan dua lemari serta satu meja kecil.

06 Oktober 2010
“Saya kisahkan kembali berdasarkan apa yang masih saya ingat dari cerita Beliau Buya Oedin ketika saya duduk di kelas III SMP Negeri III Pariaman tahun 19791980.

Catatan Ringkas Pekerjaan Buya Oedin Dari 1945-1960

Tahun 1945
Bulan September memberikan pengertian kepada rakyat tentang proklamasi 17 Agustus 1945 , dan tanggung jawab sebagai bangsa yang merdeka tentang proklamasi itu, ini dikerjakan oleh Muhammadiyah Daerah Minangkabau saya memegang pimpinan pemuda (WMPM) Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah.

Bulan oktober turut mengadakan konferensi Pemuda daerah Minangkabau di Padang dengan acara “Menyatukan langkah pemuda” untuk membela kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh dua orang pemimpin besar Bung Karno dan bung Hatta dan membicarakan utusan untuk menghadiri kongress Pemuda Indonesia I di Yogyakarta tanggal 10 Nowember 1945.

Bulan November tanggal 01 utusan kongres berangkat dari Padang Panjang dengan mobil via Tanjung Karang, saya turut dalam rombongan itu. Tanggal 08 November pagi kami selamat sampai di Yogya. 10 November kongres Pemuda Indonesia I dibuka. Duduk di meja pimpinan saudara-saudara : Soepardo, Chaerul Saleh, Wikana dan lain-lain. Kongres menyatukan tujuan perjuangan Pemuda se Indonesia dengan membentuk Badan Kongresive Pemuda Republik Indonesia (BKPRI). Saya terpilih duduk dalam badan itu mewakili Pemuda Andalas begitu pula Saudara Soepardo dan Chaerul Saleh. Kongres dapat berlangsung hanya 1 malam karena Surabaya di gempur oleh Belanda dan sekutu Pemuda Surabaya yang hadir dalam kongres dipanggil pulang oleh Pak Gubernur, kalau tidak keliru waktu itu Pak Soewirjo, tanggal 10 November dijadikan Hari Pahlawan. Sesudah kongres urusan selesai saya kembali, 10 hari terkepung di Jakarta, tanggal 25 Desember baru sampai di Padang Panjang.

Tahun 1946.
Januari s/d April mengadakan rapat-rapat dengan mendatangi negeri negeri menyampaikan putusan kongres Pemuda Indonesia I, menyatukan langkah Pemuda sebagaimana keputusan kongres.

Tanggal 06 Mei saya dilantik di Padang oleh Residen Dr. Jamil, menjadi Ketua Dewan Polisi Sumatera Barat dengan tugas memberi semangat kepada seluruh kepolisian kita. Dewan ini berjalan sampai 1947.

Tahun 1947
Awal Januari diangkat oleh yang mulia Presiden menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), kami berangkat menuju Malang. rombongan dikepalai oleh Bapak Mr. Nasroen via Palembang. Saya menghadiri sidang dari awal sampai akhir, acaranya Perjanjian Linggarjati tanggal 25 Maret sampai kembali di Bukit Tinggi.

20 Maret saya bertemu dengan Pangsar Soedirman di Yogya, pertemuan ini di rumah Beliau menyambung pembicaraan yang telah berlangsung di Selecta Malang. Sebagai anggota KNIP saya ditugaskan Beliau mendampingi saudara Jenderal Mayor Soeharjo, dalam hal-hal kemasyarakatan, tugas ini saya terima dengan satu ketetapan dari Pangsar, surat ketetapan itu dibakar waktu perang dengan Belanda (Clash II).
Baik saya terangkan kejadian ini, terbawa dari perhubungan kami sewaktu sama-sama memimpin pemuda Muhammadiyah, Beliau WMPM Purwokerto (Banyumas) saya WMPM di Minangkabau.

Di Minangkabau terjadi peristiwa 3 Maret, saya ditugaskan juga menjadi Badan Penyelesaian Peristiwa ini sampai selesai.

Tanggal 21 Juli Belanda menyerang Republik, Linggarjati dikoyak-koyak Belanda, Lubuk Alung didudukinya. Wakil Presiden Bung Hatta pindah dari Siantar ke Bukti Tinggi, Oleh siding partai-partai politik di gedung Wakil Kepresidenan segera Beliau membentuk Front Pertahanan Nasional yang beranggotakan Sdr. Chatib Soelaiman, Hamka, , Rasyuna Said, Karim Halim dan saya. FPN kemudian bertukar nama MPRD (Markas Pertahanan Rakyat Daerah). Saya tetap duduk sebagai anggota sampai penyerahan kedaulatan dengan tugas pokok seksi Kelasykaran.

Tahun 1948.
Tanggal 19 Desember pagi Belanda menyerang Bukit tinggi dari udara, petang selasa 21 Desember kota Bukit tinggi dibumi hanguskan, saya mengikuti rombongan Residen malam itu keluar dari Bukititnggi menuju Suliki.

Tahun 1949
10 Januari saya ditugaskan oleh Residen M. Djamil ke Pariaman sebagai anggota KNIP dan MPRD guna memulihkan pemerintahan, sedang tanggal 06 januari kota Pariaman sudah diduduki Belanda, 16 Januari saya selamat sampai di Kp. Dalam Pariaman.

Tanggal 20 Januari ada pertemuan langsung dipimpin oleh saudara /Bupati Ibrahim gelar Datuk Pamuncak. Rapat membentuk Dewan Perang Kabupaten dipimpin langsung oleh Kepala Daerah, saya dipilih menjadi wakil ketua dan mewakili Bupati. Tugas saya adalah Kordinator Penerangan Kabupaten Pd. Pariaman dengan tugas kewajiban sebagai yang tertera dalam surat Yml. Gubernur Daerah Sumatera Barat tanggal 07 Pebruari 1949 No. 15/G.M/Instr. Dan Penasehat Politik pada Bupati Militer Pd. Pariaman dengan tugas kewajiban memberi nasehat dan pertimbangan-pertimbangan tentang aliran-aliran Politik dalam masyarakat serta menyatukan segala aliran politik dalam masyarakat dengan bendungan ideologi Negara.

11 Maret ada pertukaran Bupati antara saudara Ibrahim dengan B A Moerad, saya tetap mendampingi Bupati yang baru ini.
Penjelasan mengenai di atas, dikuatkan dengan surat ketetapan Bupati Militer Padang Pariaman no. 2/BM/Pd.Pr, 1949 tanggal 15 Maret 1949, kemudian disahkan oeh Ketapan Gubernur Militer Sumatera Barat no. 92/GM/Ist tanggal 9 April 1949 yang ditanda tangani Mr. ST Rasjid.

Tanggal 06 Mei diangkat oleh Residen M. Djamil menjadi ketua Dewan Polisi Sumatera Barat, di Padang. Bulan Mei kami berangkat menuju tempat Gubernur Militer di Suliki berdua dengan sekretaris kabupaten,, tanggal 30 Mei kembali. Semuanya ada salinan ketetapan saya lampirkan.

3 November kembali ke Suliki dipanggil Gubernur, kepada saya disampaikan panggilan ketua KNIP supaya datang ke Yogya menghadiri Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat. Saya disuruh pulang ke Pariaman tanggal 16 November saya sampai.

26 November saya masuk kota Pariaman, tanggal 27 November diantarkan ke Bukit Tinggi oleh mayor Belanda, selesai urusan dengan LJC saya terus ke Padang.
Tanggal 2 Desember saya berangkat dari Padang menuju Yogya tanggal 4 Desember saya selamat sampai di Yogya.

5 Desember sidang pleno KNIP dibuka, acara KMB 10 (sepuluh) hari sidang berturut turut, akhirnya KMB diterima dengan perimbangan suara sebagai berikut : 226 setuju 62 menolak. Sesudah penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember kami pulang.
Tahun 1950
12 January 1950, dengan SK Gubernur Militer Sumatera Tengah tanggal 12 January 1950 saya diangkat menjadi Pegawai Tinggi tingkat II dan diperbantukan pada Bupati Padang Pariaman dengan No. Up/14/gmsb/K.- ditandatangi oleh Kepala urusan pegawai Dt.Djoendjoeng.

Tanggal 01 februari 1950 dengan SK dari Gubernur Sumatera Tengah di Bukit tinggi diangkat menjadi Patih yang diperbantukan pada Bupati Padang Pariaman, pada bulan Oktober dipindahkan menjadi Patih di kantor Kabupaten Tanah Datar.
Sebelumnya tanggal 02 Mei mendapat SK dari Gubernur Sumatera Tengah diangkat menjadi Walikota Sawah Lunto.Kemudian dengan ketatapan Gubernur Sumatera Barat no. 1225/G/50 SK di atas dicabut dan dipindahkan menjadi Patih dibatukan pada Bupati tanah Datar.
Kemudian beberapa kali mengalami perpindahan, sampai akhirnya dengan SK Mendagri diangkat menjadi Bupati Kepala Daerah Kabupaten Inderagiri kemudian wakil Bupati/Kepala Daerah Kabupaten Tanah Datar/Batu Sangkar, tepatnya tanggal 23-12-1953.,
Dengan SK tanggal 06 Oktober 1954 dipindahkan menjadi Bupati/Ka Daerah Kabupaten Tanah Datar di Kota Batu Sangkar, tetapi SK itu dibatalkan dan dengan surat tanggal 29 Oktober 1954 dipindahkan ke Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci.
Oleh Menteri Sosial melalui surat No. Pol. 003/07.P.K.Djakarta 15 Agustus 1967 ditetapkan sebagai Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan.


Demikianlah catatan ringkas ini saya tulis semoga dapat menjadi bahan pertimbangan seperlunya.


Sumber ini berasal dari 2 ketikan Beliau Buya Oedin yang ditanda tanganinya
(sumber tertulis), yang pertama di buat di kurai taji tanggal 14 Mei 1962 dan yang kedua dibuat di Sungai Penuh tanggal 23 Agustus 1956.

Binjai, Oktober 2010


Drs. Fuad

IKLAN TEMANKU NEBENG

Assalamu’alaikum wr.wbr.

Binjai disebut juga kota rambutan, terletak 20 km arah ke utara dari kota Medan. Situasi yang kondusif, menjadikan Binjai juga cocok untuk tempat tinggal dan berusaha.
Seorang teman menginginkan saya untuk menyebar luaskan informasi perihal keinginan Beliau untuk menjual rumahnya. Rumah itu terletak di kota Binjai dimana akses transportasi cukup mendukung. Detil tentang rumah tersebut adalah sebagai berikut :

Panjang tanah : 100 meter

Lebat tanah : 21 meer

Luas bangunan : 25 X 15 meter

Spesifikasi bangunan :

Pondasi : Batu kali

Struktur : Beton Bertulang

Dinding : Batu bata diplester

Finishing : Cat ICI

Lantai : Keramik setara Milan

Plafon : Gypsum

Atap : Genteng keramik merk kanmuri warna maron

Kusen : Kayu damar laut aceh

Rangka atap : Kayu damar laut aceh

Memiliki : 3 kamar tidur dan 1 ruang sholat

Air : PAM + sumur dengan pompa air

Listrik : PLN 1300 watt 220 volt

Luas halaman : 21 X 13 meter (Jarak halaman 13 meter dari jalan raya

Halaman belakang yang masih luas, memungkinkan Bapak/ Ibu/ Sdra untuk membuat kolam renang atau bangunan lainnya. Beliau membuka tawaran harga Rp 1,5 milyar rupiah (Bisa nego)
Jika Bapak/ Ibu/ Sdra berminat dengan tawaran ini silahkan menghubungi hubungi e mail saya adek_afsar@yahoo.com



Gambar di atas adalah salah satu kamar tidur di rumah besar itu.Sementara Gambar di bawah ini adalah teras kiri dari rumah besar itu.

TAWARAN TEMAN VIA AKU


Assalamu"alaikum wr.wbr,
Oleh temanku, aku disuruh menawarkan rumahnya kepada peminat.
Spesifikasinya uk. tanah 24 X 24.Lantai keramik. Kamar tidur 4 dan 2 kamar mandi. Letak sangat strategis.Dipinggir jalan, dekat dengan 3 sekolahan dan dua mesjid. Jalur transport lancar. Harga net Rp 325.000.000. Sisa tanah depan rumah masih dapat membangun ruko tempat usaha. Jika berminat dapat menghubungi saya di no. 081375636087/ 083197020493.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops