Lencana Facebook

Minggu, 09 Mei 2010

Hikmah Dibalik Peristiwa

Jika dilihat dari silsilah keturunannya bangsa Yahudi adalah keturunan nabi Ibrahim as yang berkaitan degan nabi Nuh as (menurut sejarah bapa bangsa, moyang suku-suku Bani Israil adalah Nuh, Ibrahim, Ishak, Ya’kub dan keduabelas orang putranya). Ibrahim juga berarti bapak bangsa disamping beliau juga digelari bapak bangsa Arab, bapak bangsa Israel dan bapak bangsa segala orang terpercaya berasal dari Ur Chaldaim (Mesopotamia, Iran)dipanggil oleh Tuhan (kejadian 12), akan pindah ke Palestina bersama isterinya Sarah. Ibrahim mempunyai putra 2 orang yakni Ismail dan Ishak.
Ishak putera Ibrahim dalam bible disebut Isaak adalah bapak bangsa ke dua memiliki putera 2 orang yakni Esau (Edom) dan Ya’kub. Perihal Ishak putera Ibrahim tertera dalam al qur’an surat Hud ayat 71 :


71. dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu Dia tersenyum, Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.

Dari cucu nabi Ibrahim inilah awalnya bangsa Yahudi, yakni dari Nabi Ya’kub yang memiliki 12 orang putera (12 suku bangsa Israel). Ya’kub mempunyai isteri 4 orang, 2 diantaranya adalah bersaudara yakni Layya dan Rahil. Layaa melahirkan Syam’un, Rabin, Lawi, Yehuda, Zebulon, Yakasir. Rahil melahirkan Yusuf dan Bunyamin. Balhah melahirkan Daan dan Naftali sedangkan Zulfa melahirkan Jaad dan Asyir. Mendapat julukan Israel (kejadian 12) yang artinya Pejuang Tuhan, dari bahasa Ibrani). Secara fisik mereka memiliki ciri rambut kehitam hitaman dan berombak, warna kulit agak coklat, tinggi badan sedang, lampai, kurus dan ada juga yang tegap. Mata hitam, ujung hidung besar dan batang hidung tajam. Nama Yahudi tepatnya diambil dari nama putera ke empat Ya’kub dari isterinya Layya yakni Jehuda.
Wanita-wanita Bani Israel/Yahudi sangat mudah melahirkan dan memiliki keturunan. Sampai-sampai Fir’aun sendiri mengkhawatirkan keberadaan ini. Khawatir dengan pertumbuhan yang begitu pesat. Walau siang malam tenaga para lelakinya dikebiri untuk memenuhi angan-angannya mendirikan bangunan-bangunan raksasa, toh jabang bayi dari rahim wanita-wanita Bani Israel tetap melahirkan orok. Disatu sisi keberadaannya dibutuhkan untuk membangun bangunan raksasa disisi lain keberadaannya dapat mengancam kedudukan Fir’aun karena ramalan staf ahli di lingkungannya mengisyaratkan bahwa tahta kerajaan Fir’aun tidak akan lama lagi berakhir. Berakhir ditangan seorang lelaki keturunan Bani Israel. Untuk meredam kegelisahan hati dan kekhawatiran akan tergulingkan dari singgasana kebesarannya, Fir’aun memerintahkan bahwa setiap bayi laki-laki yang lahir wajib dibunuh. Ketika hal ini akan disosialisasikan, sebahagian staf Firaun menganjurkan satu tahun dibunuh, satu tahun tidak dibunuh. Artinya pembunuhan atas nama kekhawatiran itu diberlakukan dengan berkelang tahun. Mengingat Firaun memerlukan tenaga pria untuk membantu merealisasikan bangunan-bangunan besar yang diinginkannya. Ketika Nabi Harun as lahir, saat itu tahun tidak berlakunya pembunuhan bayi. Sementara kelahiran Nabi Musa as adalah saat berlakunya tahun pembunuhan bayi lahir.atas izin Allah swt, jabang bayi Musa justru akhirnya hidup di lingkungan keluarga Firaun sendiri. Dari kekhawatiran akibat buah mimpi yang dialami Firaun hasilnya, 600000 bayi laki-laki harus kehilangan nyawanya. Sadis. Positifnya 600.000 bayi akan menjadi ahli syurga. Jika mereka terus besar, akan semakin banyak lahir generasi-genarasi pembangkang.. Karena memang sebahagian tabiat orang-orang Yahudi adalah pembangkang dan selalu menolak kebenaran.


Hal ini juga dialami oleh nabi Musa sendiri ketika belajar apa yang tidak tampak dari Nabi Khaidir as. Kisah ini dapat dilihat dari al qur’an surat al kahfi ayat 74, 80 dan 81.

74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, Maka Khidhr membuuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena Dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".


80. dan Adapun anak muda itu, Maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan Kami khawatir bahwa Dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
81. dan Kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

Bani Israel/ Yahudi adalah keturunan nabi. Mereka cerdas. Dibalik kecerdasannya mereka juga memiliki tabiat yang buruk, suka membangkang, mengengkari kebenaran.
• •
181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan Kami kaya". Kami akan mencatat Perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar".
182. (azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak Menganiaya hamba-hamba-Nya.

Hikmah Dibalik Peristiwa

Dalam budaya Yahudi, begitu mengetahui siibu mengandung, sang ibu akan sering bernyanyi dan main piano. Siibu dan bapak akan membeli buku-buku matematika menelaah dan menuelesaikam soal-soal matematika secara bersama. Mereka tak sungkan bertanya jika terbentur akan soal yang sulit. Ketika ditanya tentang kebiasaan itu, dengan ringan mereka menjawab bahwa itu adalah untuk anak mereka, anak yang masih dalam rahim ibunya. Ketika hamil, makanan yang dikonsumsi juga menjadi perhatian. Menunya adalah kacang-kacangan, kurma dan susu. Jika makan ikan, mereka pantang memakan kepalanya. Menurut wanita Yahudi, daging ikan sangat baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik untuk perkembangan dan pertumbuhan otak anak dalam kandungan. Yang tidak mereka lupakan adalah mengkonsumsi pil minyak ikan. Kalau sudah ada daging ikan, tidak lagi ditemukan daging-daging lain. Menurut mereka, campuran daging dan ikan tidak baik dikonsumsi dalam waktu bersamaan. Ketika dalam jamuan undangan, yang mereka hidangkan terlebih dahulu adalah buah-buahan sebelum hidangan utama. Jika memakan hidangan utama berkarbonhidrat seperti nasi atau roti disusul buah-buahan, akan menyebabkan mata mengantuk.Di Israel, merokok adalah hal yang tabu. Jika diundang makan ke rumah orang Yahudi dan anda merokok, jangan terkejut kalau anda disilahkan keluar, menyuruh anda merokok diluar. Menurut ilmuwan di universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh).Sejak kecil anak-anak Yahudi dilatih bermain piano dan biola. Ini menjadi kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Dibidang olah raga anak-anak dilatih memanah, menembak dan berlari. Memanah dan menembak membuat otak terasah agar focus. Sudah besar dapat dijadikan untuk pertahanan bela Negara. Pada tingkat sekolah menengah anak-anak diarahkan pada sains. Mereka didorong untuk menciptakan dan menghasilkan produk. Meski kadangkala proyek mereka kelihatannya lucu dan memboroskan tetap diteliti dengan serius. Apalagi bila penelitian itu dibidang medis, senjata atau tehnik, ide itu akan terus diteliti sampai menghasilkan. Satu lagi yang menjadi keutamaan mereka adalah belajar ekonomi. Dalam pelajaaran ini sebagai tugas terakhir para mhasiswa akan diberi tugas perkelompok mengerjakan proyek dan mendapat nilai kelulusan jika dari proyek ekonomi itu menghasilkan keuntugan sebanyak $ US 1 juta. Uraian ini tertuang dalam thesis Phd-nya Dr. Stephen Carr Leon setelah selama 3 tahun menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di Israel dan menyelesaikan thesis ini setelah 8 tahun kemudian. Setelah menjalani serangkaian penelitian dan pegamatan langsung di lapangan..



Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina ? Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab akhir tahun 2008 lalu memfokuskan pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diberitakan oleh media massa, hampir setengah dari korban holocaust itu adalah anak-anak. Selain memang tabiat Yahudi yang tidak memiliki nurani, target pembantaian anak-anak bukanlah kebetulan. Sebulan sebelumnya, seusai Ramadhan 1429 H, Ismail Haniya pemimpin Hamas Palestina melantik 3500 anak-anak Bani Israel/ Yahudi yang hafiz al qur’an 30 juz. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al qur’an ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.”Jika dalam usia semuda itu mereka sudah dapat menghapal al qur’an 30 juz, bagaimana 20 tahun ke depan ?”. Akibatnya 500 hafiz al qur’an yang sangat berpotensi harus kehilangan nyawanya.
Fir’aun sadis, ya. Fir’aun kejam,tidak salah. Fir’aun zalim, benar. Ada satu riwayat tentang Fir’aun, khususnya Fir’aun masa Nabi Musa as. Karena jika berbicara tentang Fir’aun, kejadiannya selalu terkait dengan Nabi Musa as. Umumnya bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, dalam keadaan suci. Hal ini dikecualikan pada Fir’aun. Syekh albani dalam Shahibul Jami’ menghasankan bunyi hadits “wakhalaqa fir’aun fi bathni ummihi kafirun” dan Fir’aun dijadikan oleh Allah dalam perut ibunya dalam keadaan kafir”. HR Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil dan Imam Thabrani dalam Al Ausath. Abu Sa’id Al-Khudri radiyallahu ‘anhu menceritakan, saat menyampaikan hadits ini Rasulullah saw sedang berkhutbah dihadapan kami pada sore hari. Nabi saw bersabda “yuwladu nnas ‘ata thatbaqatin syatta, manusia dilahirkan berdasarkan tingkatannya sendiri-sendiri”. Ada yang lahir mukmin, hidup mukmin dan mati dalam keadaan mukmin. Ada yang lahir kafir, hidup kafir dan matipun dalam keadaan kafir. Ada yang lahir mukmin, hidup mukmin mati dalam keadaan kafir sarta ada yang lahir kafir, hidup kafir tapi mati dalam keadaan mukmin. Berkata Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, pada saat inilah hadits diatas disabdakan Rasulullah saw “khalaqa l-lahu Yahya bin Zakaria fi bathnihi ummihi mu’minan fi bathnihi ummihi kaafirun” (Tafsir Qurthubi, surat At Thagabun:2, As Shahihah Syeikh albani dan Hadits ‘Aisyah dalam shahih Muslim.
Peristiwa yang sama terjadi juga saat Hitler memimpin Jerman. Referensi sejarah mencatat sekitar 6000000 (enam juta) Yahudi harus meregang nyawa disaat Hitler brrkuasa di Jerman. Referensi sejarah mencatanya sebagai holocaust. Hanya oleh satu orang George Soros saja, dunia sudah dibuat pusing dan keblinger, apalagi jutaan ? Walaupun Ternyata dibalik itu ada hal yang perlu menjadi bahan kajian lebih mendalam. 6000000 bukan angka yang kecil. Bagaimana situasi Eropa, khususnya propinsi-propinsi di Jerman saat itu. Mengumpulkan, mensortir dan lain sebagainya. Karena pada saat bersamaan mesin perang Jerman sedang dimaksimalkan untuk menghadapi Sovyet di Timur dan Sekutu di Barat. Peralatan yang digunakan ?. Waktu yang dipakai untuk menghabiskan nyawa 6000000 manusia Yahudi. Referensi dan literature tentang itu sebahagian besar keluar dari hasil karya keturunan Yahudi. Sedangkan Fir’aun yang sudah jelas engkar dan menyatakan dirinya Tuhan hanya sanggup menghabiskan Yahudi 6000 orang, apakah ia Hitler lewat kaki tangannya dapat mencapai angka sedemikian besar ? Wallahu a’alam.

Belajar dari hewan

Allah swt berfirman dalam al Quran surat An Nahl ayat 66 :
66. dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu.
Allah swt juga berfirman dalam Al Quran surat Al An’am ayat 38 :
38. dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.
Bentuk kesamaan itu adalah pada sesama makhluk, hidup dan mati sama-sama memiliki rezeki. Namun dengan akalnya manusia memiliki nilai tambah jika itu diberdayakannya dengan maksimal, bila tidak bisa manusia itu sama saja atau bahkan bisa jadi lebih rendah dari pada hewan sekalipun. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat At Tien 4-5:
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
5. kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
Isyarat yang sama juga disampaikan Alah swt dalam Al qquran surat Al A’raf 179 :
179. dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.
Ketika seekor musang berbuat kenakalan, ia hanya mengambil seekor ayam atau dua buah pisang, tapi jika kenakalan manusia yang keluar, maka ia akan mengambil melebihi dari pada yang diambil musang. Ayam dan itik adalah hewan jenis unggas yang akrab dalam keseharian kehidupan manusia. Mereka akan jadi korban ketika manusia itu lahir, syukuran, pernikahan bahkan meninggal. Itu untuk dikonsumsi. Lain lagi saat berjangkit flu burung, mereka juga jadi korban, dimusnahkan tanpa ampun. Demikian juga dengan telur keduanya. Walau demikian akrabnya kita manusia dengan unggas ini, namun ada yang barangkali luput dari perhatian kita tentang megasuh anak.
Seekor ayam, akan berusaha mengais untuk menemukan makanan, begitu dia temukan sebutir beras umpamanya, secara khas ia akan memanggil anak-anaknya, hingga kemudian diantara anaknya terjadi perebutan dan tak jarang saling kejar bahkan kerkelahi. Kejadian seperti ini akan terus berlangsung sampai kemudian sang anak mampu mengais makanan sendiri.
Hal yang berbeda terjadi pada itik. Ia akan menggiring anak-anaknya ke tempat yang ia anggap banyak menyimpan makanan dan di sana ia akan memberi keleluasaan pada anaknya untuk mencari mkan sendiri. Sampai akhirnya mereka pulang bwesama-sama dengan keceriaan dan kegembiraan yang kita mendapat inspirasi, seperti itik pulang petang yakni tembolok penuh jalannya lamban.
Jenis unggas memang mendapat perlakuan takdir yang berbeda jauh apabila kita banding dengan hewan pemakan rumput atau daging. Jenis hewan yang terakhir ini menyusukan anaknya sekaligus juga mendapat makanan tambahan. Artinya ketergantungan pada induk lebih tinggi pada hewan menyusui termasuk haya watun natiq, hewan yang pandai berbicara, yakni kita manusia.
Jadi sepertinya pada kehidupan ayam dan itik ada yang patut dipelajari oleh manusia yang berakal dan tentunya merupakan sumber inspirasi bagi kita.. yang jelas kemandirian lebih segera ditemukan pada dunia itik serta minus tawuran. Sementara ketergantungan pada induk serta perkelahian karena latar belakang perebutan lebih menonjol pada dunia ayam. Apakah sifat ayam dan itik dapat mempengaruhi sifat manusia yang banyak mengkosumsi kedua jenis hewan itu, tentu perlu penelitian lebih jauh.




Selanjutnya mari kita belajar dari sumber alam tentang perlakuan anak kepada ibunya. Pertama anak pisang. Anak pisang secara alami akan mengellingi induk sampai akhirnya akarnya menggantung sehingga batang tinggal sebesar betis, jantung sebesar kepalan tangan, ketika timbul buah, hanya lebih kurang sebesar jemari, padahal namanya pisang ambon. Alangkah baiknya jika saja antara anak dipisah dengan induk, sehingga akan muncul tandan yang standart.
Kedua, anak gilingan cabe, ia akan terus menari diatas induk, meski sebenarnya sang induk sudah legok. Tugasnya hanya akan melumat apa yang ada diatas induk. Ketiga, anak panah , setelah diarahkan kepada sasaran yang akan dituju, berhasil atau tidak, pernahkan anak panah atau ketapel pulang ke induk ………?. Keempat anak tangga. Posisinya menggunakan induk kanan dan kiri serta fungsi keberadaannya menjadi pijakan bagi mencapai posisi yang lebih tinggi.
Jika kita mengamati hubungan antara anak dan orang tua tidak lebih dari keempat macam bentuk di atas dan kiranya kita berada seperti sifat anak tangga, yang mampu meningkatkan marwah serta martabat orang tua, baik dihadapan sesame manusia apalagi dihadapan Allah swt.
Rasa cinta dan sayang orang tua kepada anak adalah ketentuan dari Sang Maha Pencipta, namun rasa hormat serta sayang anak kepada orang tua adalah hasil pendidikan. Al quran banyak memerintahkan agar anak berlaku ihsan kepada orang tua. Oleh karenanya, ketika kita gagal mendidik anak, maka siap-siaplah kita untuk menuai kedurhakaan.
Dikala ajal mendekati Nabi Ya’kub as, ia memanggil putra putrinya berkeliling disamping tempat tidurnya, ketika itu ia mengajukan satu pertanyaan.
Hal ini diisyaratkan Allah swt dalam al quran surat Al Baqarah 133.
133. Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Orang tua yang bijak, hendaknya memiliki kekhawatiran dan keraguan tentang masa depan aqidah serta ibadah putra putrinya dengan tanpa meremehkan masa depan ekonominya. Sangat bias jadi barangkali, kesakehan seorag anak itu, tidak ditemukan ketika orang tuanya masih hidup, namun sesudah kewafatannya barulah Hidayah Allah itu muncul sebagai hasil dari sebuah doa seperti isyarat Al quran dalam surat Al Furqan 74 :

BALA MENGHAPUS DOSA

“Kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkanNya di muka bumi sesuatupun dari binatang melata” QS An Nahl 61
Senada dengan itu Allah juga berfirman dalam al quran surat Al Kahfi 58 “jikalau Dia mengazab mereka karena perbuatan dosa-dosa mereka, tentu Dia akan menyegera kan azab bagi mereka”. Dalam ayat lain al quran surat Ali Imran ayat 11 Allah ada berfirman “karena itu Allah menyiksa mereka karena dosa-dosa mereka”. Juga dalam Al An’am ayat 6, “ kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri”.
Secara umum bahwa azab, kehancuran, malapetaka yang dialami manusia di setiap zaman adalah disebabkan oleh kesalahan dan dosa. Sama ada karena menentang hokum syar’I maupun hukum alam. Bias kita artikan, tangan mencincang bahu ikut memikul. Tak usah kita kaji kerusakan alam, bahkan seorang tua saja yang kurang mampu mengasuh anaknya, orang sekampung bakal ikut merasakan segenap prilaku anak dimaksud. Bukankah kita yang hidup bermasyarakat , ibarat menumpang pada sebuah kapal, satu saja diantara penumpang yang melubangi kapal, semua bakal ikut tenggelam.
Disinilah perlunya apa yang menurut konsep Islam amar makruf nahii munkar. Menyuruh yang baik dan mencegah yang buruk satu paket, satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Mengakar, tidak sekedar dipucuk. Ketika kita melarang minuman keras, bukan hanya kedai tanpa izin atau minuman bermerk palsu atau peminum saja yang dirazia, namun akarnya sekalian dicabut yakni pabrik. Bila kita melarang perzinahan, bukan saja wanita psk yang diuber-uber, tetapi para lelakinya, bahkan termasuk tempat perzinahannya dimusnahkan. Jika kita benar-benar melarang rokok, bukan saja di tempat umum tidak saja penjualnya, jika berani langsung tutup pabrik serta kebun tembakaunya.



Begitu pula amar makruf, bukan saja mesjid yang kita bangun, akan tetapi majlis taklim, sekolah agama bahkam jika perlu orang islam yang tidak ke mesjid di razia. Para wakil rakyat yang berada pada tempat terhormat, khususnya yang muslim dari partai politik manapun ia berasal, sudah sepatutnya memikirkan dan merancang peraturan daerah yang sesuai dengan agamanya, sementara yang non muslimpun pasti akan beruntung jika mengikutinya. Sebab keamanan, ketentraman, adalah dambaan segenap umat.
Secara pribadi muslim, setiap kali kita usai berudhuk kita selalu melantunkan doa “Ya Allah, jadikanlah aku minattawabiina wa minal muthothohhirina” “yang senantiasa bertaubat dan suci”.Ditambah lagi setelah selesai sholat kitapun dengan luga dan jujur mengakui serta berucap “Zolamna anfusanaa” “kami telah sering menzalimi diri kami sendiri”
Zholim berarti prilaku diluar aturan. Bukan saja yang berkaitan dengan dosa akhiirat namun juga pola hidup yang tidak sehat, juga yang sifatnya menganggu hak orang lain dan yang paling fatal adalah kemusyrikan. Kesemua itu manakala kita lakukan, panennya akan kita tuai sendiri, baik kini maupun nanti.
Andaikan setiap pendosa alias penzholim dibalas kontan oleh Allah swt secara duniawi maka dapat dipatikan ukhrawinya tuntas. Sangat bias jadi bahwa penyakit, musibah harta, kenakalan putra putri kita adalah merupakan teguran alias kesalahan masa lalu kita dan memang sebaiknya memang kita berfikir seperti itu. Dan mudah-mudahan itu merupakan bentuk pengampunan bagi kita. Jika itu kita renungkan, fikirkan , sekaligus bias menjadi penambah keimanan kita.
Adapun jika kehidupan kita terus menerus berjalan mulus, meski kita “nakal” pun tidak ada muncul bentuk teguran, seolah kita melalui jalan tol dikehidupan, jangan anggap bahwa kita disayangi oleh Allah atau kita diberkati. Sesungguhnya itu pertanda celaka. Sangat bias jadi itu merupakan istidroj, mempertingi tempat jatuh.
Manusia paling sering dapat bala, adalah para Nabi, Rasul serta yang mencoba meniru mereka, bukankah mereka itu kesayangan Allah………..?. Seringkali memang ketika tersandung kita mencoba mengkaji apa yang membuat kita tersandung, sehingga ke depan lebih waspada, lebih matang dan lebih bertanggung jawab

Sabtu, 08 Mei 2010

Kemalangan Menuju Malang (3)


Usai acara pembukaan, saya dimarahi habis-habisan oleh Bapak yang berangkat dengan isterinya karena menganggap saya tidak transparan dalam pembagian undangan masuk. Saya kaget, tidak menyangka sama sekali kenapa bapak ini tiba-tiba ada di situ, persis setelah kami menyeberang jalan. Sepertinya memang sengaja menunggu saya. Saya tidak bisa berikan alasan. Saya cuma diam menerima umpatan dan kejengkelan beliau. Isterinya coba menenangkan suaminya yang kalap. Malah isterinya bilang, “Bersyukur kita tidak dapat undangan dari si Fuad, karena dengan begitu kita malah dapat masuk lewat gerbang VIP”. Rupanya ketika mereka sadar ditinggal oleh rombongan, mereka berinisiatif berangkat berdua saja ke Gajayana. Saat celingak-celinguk itu, mereka bertemu dengan ibu Mahyunas, peserta utusan dari Binjai. Jadi oleh penjaga gerbang, dikira bapak dan ibu suami isteri ini juga utusan/pesera dengan alasan undangan tertinggal. Sungguh demikian, beliau tetap kecewa dengan sikap saya yang disebutkan beliau tidak transparan. Malah beliau menuduh saya menerima sejumlah uang dari dua bapak-bapak yang saya beri undangan. Situasi seperti in, jelas tidak enak. Karena kami satu penginapan. Saya hubungi mas Edy Priono, agar menjemput saya dan ingin tidur di tempat beliau. Secara kebetulan, mas Edy memang sedang berada diseputar Gajayana. Tak lama beliau datang menjemput dengan mobilnya. Saya pamit dengan teman-teman yang lain dan mohon pengertian mereka. Menjelang rumah mas Edy, pendirian saya beubah. Biarlah ini saya tanggung. Ini adalah konsekwensi dari tugas saya. Saya minta mas Edy menghantar saya ke Bukit Cemara Tidar. Tapi saya tidak pulang ke penginapan. Saya bergabung dengan ibu-ibu yang juga diantaranya ada seorang bapak.. kami tidur di sofa, ruangan tamu.

Hari senin pagi selesai sarapan, bapak yang tadi malam memarahi saya habis-habisan pamitan. Beliau akan ke rumah keluarganya di Bogor Tinggalah saya dengan dua bapak yang lain, pak Mawardi dan pak Ahamdsjah. Perasaan saya sedikit tenang. Dalam satu kesempatan, saya keluarkan uneg-uneg hati saya kepada kedua bapak-bapak ini. Saya kecewa dan penasaran, kenapa koq bapak itu bisa tahu kalau ada pembahagian undangan. Padahal sewaktu di air terjun Coban Rondo, saya sudah wanti-wanti betul bagaimana supaya pembagian undangan itu tidak diketahuinya. Karena kenyataannya, kalau bapak dan isterinya dapat berarti satu diantara bapak bapak itu pasti tidak dapat. Bapak itu satu kesatuan tapi kenyataan berdua dengan isterinya. Dua tapi satu atau satu tapi dua. Bahkan sampai keluar ungkapan dari mulut saya omongan yang seharusnya tidak pantas saya keluarkan. Lebih-lebih pada ke dua bapak-bapak ini. Hal itu menyebabkan komunikasi antar kamipun jadi tersendat.

Senin pagi kesehata ibu Jamilah sudah membaik. Beliau sudah kembali bersama rombongan lain. Menjelang siang, beberapa ibu-ibu pamitan ke saya untuk ke rumah keluarga mereka. Dengan kenderaan mas Priono, saya menghantarkan ibu jamilah beserta beberapa ibu yang ikut dengannya, ke rumah keluarganya di perumahan mewah Puncak Dieng. Kemenakan ibu Jamilah mengurus rumah mewah ini. Pemiliknya sendiri, khabarnya pejabat di Jawa Tengah. Di rumah ini, malah ada fasilitas kolam renangnya. Saya dan kawan-kawan yang ikut sempat beristirahan di rumah ini. Pada hari yang sama. Ibu Jamilah memberitahu saya, bahwa hari Sabtu beliau sudah harus tiba di Binjai. Karena hari itu ada acara di rumah Beliau. Jadi beliau menyuruh saya mencari informasi tiket Surabaya-Medan. Sepulang dari Perumahan Puncak Dieng menuju Bukit Cemara Tidar bareng mas Priono beberapa travel kami singgahi hasilnya nihil..

Dua anak gadis yang mendapat jatah undangan, malah pamitan ke Surabaya . Dengan modal informasi seadanya dan melibatkan arahan dari mas Edy Priono, Sugria Kurniawaty dan temannya berangkat dengan menggunakan taxi. Mas Edy menyesalkan sikap saya yang melepaskan kedua anak gadis ini pergi. Tapi, saya tidak pula bisa menghalangi niat mereka. Dengan Bismillah dan Tawakal’alallaahi, menjelang malam mereka sampai ke tempat yang dituju dengan selamat. Alhamdulillah.

Hari Selasa bakda shubuh, saya jalan-jalan mengitari perumahan Bukit Cemara Tidar. Dari ketinggian di perumahan ini, wajah kota Malang terlihat dengan jelas. Diketinggian sekitar 600-an meter dpl. perumahan ini memiliki hawa sejuk. Tak jauh dari perumahan, tanpa sengaja kami menemukan situs sejarah Candi Badut. Menururt informasi Mas Priono, keberadaannya sudah ada sejak masa kerajaan singosari. Dari penelusuran kami, candi ini cukup terawat walau di sana-sini terdapat kerusakan karena ulah tangan jahil pengunjung. Hari ini rombongan Binjai semakin berkurang.

Ketika mengikuti salah satu sesi acara bareng ibu-ibu seorang teman memberitahu saya ada tiket city link Surabaya-Medan. Dia akan booking jika saya mau. Sayangnya saya tidak bisa mengiyakan kemauannya, karena harus konfirmasi dulu ke ibu Jamilah. Saya hubungi ibu Jamilah dan teman serombongan beliau di Perumahan Puncak Dieng, hasilnya satupun tidak dapat dihubungi. Dengan bantuan mas Priono, saya datangi bu Jamilah dan menjelaskan apa yang saya alami. Beliau awalnya menyesalkan saya kenapa tidak membooking tiket city link, tapi akhirnya memaklumi karena ibu Jamilah belum memberikan uang beli tiket ke saya. Kemudain beliau memberi saya sejumlah uang untuk beli tiket Dengan uang yang ada di saya pemburuan tiket dilaksanakan, tapi hasilnya nihil. Sementara beliau tetap bersikeras agar saya dapat mengupayakan tiket Surabaya-Medan. Saya jelaskan, agak sulit menceri tiket Surabaya-Medan. Tapi kalaupun ada, Jakarta-Medan.Kalau Jakarta-Medan, Insya allah tiket akan mudah didapat. Ibu Jamilah keberatan, karena merasa tidak memiliki keluarga di Jakarta . Saya jelaskan, bahwa saya adalah anak ibu, jadi kakak saya di Jakarta juga anak ibu, Insya Allah mereka dapat membatu. Saya hubungi keluarga di Jakarta , dan mereka siap membantu. Akhirnya Ibu Jamilah menyerahkan segalanya kesaya dan beliau hanya manut saja, setelah saya jelaskan segala sesuatunya tentang rencana yang akan saya jalankan. Sebagai konsekwensi dari pernyataan saya ini, saya harus pulang lebih awal dari rencana semula yakni sampai penutupan muktamar. Ibu Jamilah juga menyampaikan keinginannya untuk mendatangi keluarganya di luar kota dan rencananya menginap di sana .

Hari Rabu hanya tinggal kami bertiga di perumahan Bukit Cemara Tidar. Atas permintaan keluarga saya transfer uang ke Jakarta untuk biaya beli dua tiket Jakarta-Medan dengan jadwal keberangkatan Sabtu pagi. Karena salah pilih angkot dan tidak pula tanya sana-sini, pulang dari bank turun dari angkot terpaksa saya naik taxi. Jelas biaya jadi berkali lipat, apa boleh buat. Tak lama pulang dari bank, saya dan dua bapak-bapak yang masih tinggal, Pak Mawardi dan pak Ahmadsjah mendapat kunjungan dari Mas Edi Priono dan keluarganya. Dengan senang hati beliau mengajak kami jalan-jalan dan makan siang di satu resto lesehan yang bernuansa alami. Saya lupa nama resto dan lokasinya. Kami juga mampir di lokasi bazaar muktamar dan membeli beberapa buah tangan. Saya juga membelikan satu set pulpen dengan logo muktamar dan diukir nama untuk puteri Mas Edi Priono, Lala. Ketika berjalan-jalan itu, pak Mawardi minta dicarikan tempat penjualan tiket.Saat beliau menanyakan menanyakan tiket kereta api ke suatu daerah, di travel yang letaknya berseberangan dengan tempat penjualan tiket kerta api saya iseng menanyakan ada tidak sheet Jakarta-Medan untuk penerbangan hari Kamis. Kebetulan ada. Setelah tahu harga tiketnya, dan menururt saya tidak terlalu mahal langsung saja saya booking. Saya ajak Pak Ahmadsjah untuk berbuat yang sama, seraya mengingatkan paling tidak untuk pulang kita sudah aman. Akhirnya beliau setuju. Setelah pulang jalan-jalan, pak Mawardi setengah memaksa agar kami singgah ditempat penjualan tiket tadi. Untung tiket dengan penerbangan yang sama masih ada tersisa satu. Terang saja keadaan ini tak disia-siakan beliau dan membuat beliau senang. Niat naik kereta api ke keluarganya batal dengan alasan keluarganya tak dapat dihubungi.

Hari Kamis dengan bus kramat jati, diantar mas Priono saya dan ibu Jamilah beserta adik beliau meninggalkan kota Malang menuju Jakarta . Kami tiba di rumah kakak saya di perumahan Larangan Indah, Ciledug menjelang magrib hari jumat tanpa halangan berarti. Adik saya menginformasikan bahwa pesawat yang bakal ditumpangi adalah pesawat transit dari Malaysia dan berangkat pukul 05.30 dari Cengkareng. Setelah makan malam dan berbasa-basi, ibu Jamilah istirahat. Pukul 03.00 dinihari mereka sudah bersiap-siap. Saya pastikan beliau-beliau ini tidak tidur. Dengan bantuan adik saya Fadly, dengan taxi kami menuju bandara Cengkareng. Saya sholat shubuh di salah satu sudut ruangan di bandara. Saya hubungi keluarga ibu Jamilah di Binjai tentang pesawat yang ditumpangi ibu Jamilah. Ketika saya kembali ke rumah kakak di Larangan, semua yang saya alami kembali menarik dipelupuk mata saya. Bapak yang mengundurkan diri, kemudian mendaftar lagi karena melonjaknya harga tiket pesawat, bahkan mendaftar ulang bareng isterinya. Kemudian komplain dengan fasilitas bus yang disediakan pihak travel ketika akan berangkat ke Belawan, kemudian bus L-300 nya yang mengalami kerusakan, kemudian mencari kejelasan harga tiket saat di kapal, kemudian tercecernya seorang anak gadis di tanjung priuk akibatnya saya dimarahi habis-habisan oleh orang tua sigadis, kemudian dituduh menerima uang saat membagi undangan masuk acara pembukaan, kemudian pulang lebih awal dari jadwal yang direncanakan, kemudian, kemudian, kemudian.

Akhirnya sesuai jadwal, kami berkumpul kembali di Cengkareng bareng pak Ahmadsjah, pak Mawardi. Ketika kami tiba di bandara polonia medan , mobil Toyota kijang putih punya anak pak Mawardi sudah menanti kami untuk membawa kami kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops